Kota Oleshky | Tim dokter yang menangani Paus Leo XIV menyatakan bahwa ia tidak memerlukan perawatan lanjutan setelah menjalani operasi pengangkatan jaringan kanker dari paru-parunya. Kabar tersebut menjadi pokok hasil pemeriksaan pascaoperasi yang disampaikan Vatikan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Penilaian tim medis menunjukkan bahwa tindakan bedah telah mengangkat jaringan yang menjadi sasaran, sementara evaluasi berikutnya tidak menemukan alasan medis untuk menambahkan terapi. Keputusan itu memberi kejelasan mengenai langkah perawatan berikutnya dan didasarkan pada hasil pemeriksaan jaringan serta penilaian onkologi. Vatikan menegaskan informasi tersebut sebagai perkembangan terbaru mengenai kondisi kesehatan Paus setelah operasi.
Pemeriksaan terhadap jaringan yang diangkat mengonfirmasi bahwa kelainan tersebut merupakan adenokarsinoma paru, sesuai dengan diagnosis awal. Hasil analisis itu juga menunjukkan bahwa kanker masih terlokalisasi, atau terbatas pada area yang diperiksa, sehingga tidak ada indikasi penyebaran yang mengubah rencana perawatan. Keterangan tersebut penting karena memberikan gambaran lebih pasti mengenai sifat dan cakupan penyakit setelah jaringan diperiksa secara langsung. Dengan demikian, hasil laboratorium mendukung penilaian sebelumnya, bukan mengungkap temuan baru yang mengharuskan penanganan tambahan. Meski demikian, informasi yang disampaikan berfokus pada hasil pemeriksaan dan keputusan medis saat ini; Vatikan tidak menyebutkan rincian lebih jauh mengenai jadwal pemantauan kesehatan Paus pada masa mendatang.
Menurut keterangan Vatikan, penilaian onkologi lanjutan telah dilakukan setelah hasil jaringan tersedia. Para dokter menyimpulkan bahwa Paus tidak memerlukan terapi tambahan setelah operasi, termasuk perawatan lanjutan untuk kanker tersebut. Pernyataan ini menjelaskan bahwa keputusan tidak hanya didasarkan pada keberhasilan pengangkatan jaringan, tetapi juga pada evaluasi medis terhadap hasil pemeriksaan dan kondisi penyakit. Bagi publik, inti kabar ini adalah bahwa kanker terkonfirmasi sesuai diagnosis awal, tetap terlokalisasi, dan saat ini tidak memerlukan penanganan tambahan. Informasi resmi mengenai hasil operasi tersebut disampaikan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Vatikan belum memberikan keterangan lain yang mengubah kesimpulan tim medis itu, sehingga laporan yang tersedia menegaskan bahwa tindakan operasi telah diikuti evaluasi menyeluruh dan keputusan klinis untuk tidak melanjutkan terapi kanker pada tahap ini.
Pemulihan Paus Leo XIV berlangsung secara bertahap setelah ia menjalani operasi di Roma. Paus yang berusia 71 tahun itu meninggalkan Rumah Sakit Gemelli pada akhir pekan, empat hari setelah menjalani tindakan medis. Kepulangannya menandai berakhirnya masa perawatan di rumah sakit, tetapi juga menjadi momen pertama bagi publik untuk melihatnya setelah operasi. Saat keluar dari rumah sakit, ia menyapa orang-orang yang telah menunggu di sana. Sapaan tersebut memberi kesempatan singkat bagi mereka untuk menyampaikan dukungan, sementara Paus menunjukkan bahwa ia dapat kembali berinteraksi secara langsung.
Beberapa hari setelah operasi, sebuah foto yang dibagikan pada Jumat memperlihatkan Paus memimpin misa dari rumah sakit. Dalam gambar itu, ia mengenakan jubah liturgi hijau dan berada di belakang altar sementara. Foto tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan tetap menjadi bagian dari rutinitasnya selama masa pemulihan, meskipun ia masih menjalani perawatan. Gambar itu juga memberikan gambaran tentang cara ibadah tetap dilaksanakan dalam keterbatasan ruang dan keadaan, tanpa mengubahnya menjadi pernyataan mengenai kondisi medis yang tidak disampaikan secara resmi.
Setelah meninggalkan Gemelli, Paus kembali tampil di hadapan publik pada Rabu dengan mengadakan audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus. Kegiatan itu merupakan audiensi umum pertamanya setelah keluar dari rumah sakit. Kehadirannya di lapangan menjadi langkah penting dalam kembalinya ia ke agenda publik, meski kronologi tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan seberapa jauh pemulihannya telah berlangsung. Audiensi itu juga menghubungkan kembali Paus dengan para peserta yang hadir dalam pertemuan mingguan tersebut, setelah beberapa hari menjalani pemulihan dan perawatan.
Urutan peristiwa—operasi, perawatan di Rumah Sakit Gemelli, kepulangan pada akhir pekan, lalu audiensi pada Rabu—menjadi gambaran paling jelas tentang tahap awal pemulihan yang tersedia bagi publik. Sapaan kepada orang-orang di luar rumah sakit, foto saat memimpin misa, serta kembalinya ia ke Lapangan Santo Petrus memperlihatkan sejumlah momen berbeda dalam periode tersebut. Informasi ini berfokus pada jadwal dan penampilan publik Paus, tanpa menambahkan rincian medis di luar keterangan yang telah disampaikan.
Operasi Paus Leo XIV berlangsung pada 13 Oktober dan memakan waktu sekitar 90 menit. Dalam tindakan tersebut, dokter mengangkat lobus bawah paru-paru kanan Paus. Rincian ini menjelaskan prosedur yang dijalani setelah sebelumnya Paus menyampaikan kepada publik bahwa dokter menemukan nodul atau benjolan kecil di paru-parunya. Tindakan pengangkatan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari pemeriksaan atas temuan itu, sementara hasil pemeriksaan jaringan memberikan kepastian mengenai diagnosis serta sejauh mana kanker telah terdeteksi.
Sebelum menjalani operasi, Paus mengumumkan rencana tindakan itu ketika memimpin doa mingguan pada Minggu di Lapangan Santo Petrus. Ia mengatakan bahwa dokter menemukan nodul kecil di paru-parunya dan menjelaskan bahwa kanker terdeteksi pada tahap awal. Keterangan tersebut merupakan informasi awal yang disampaikan Paus sebelum prosedur dilakukan. Setelah operasi, pemeriksaan terhadap jaringan yang diangkat mengonfirmasi diagnosis kanker. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa kanker masih terlokalisasi, sesuai dengan keterangan mengenai deteksi pada tahap awal yang sebelumnya disampaikan.
Dengan demikian, informasi mengenai nodul, rencana operasi, dan hasil pemeriksaan jaringan membentuk rangkaian penjelasan yang saling berkaitan. Pernyataan awal Paus merujuk pada temuan benjolan kecil dan deteksi kanker pada tahap awal, sedangkan tindakan pada 13 Oktober berupa pengangkatan lobus bawah paru kanan. Pemeriksaan jaringan setelah prosedur kemudian mengonfirmasi diagnosis sekaligus status kanker yang masih terlokalisasi. Operasi berlangsung selama 90 menit, dan detail tersebut menggambarkan tindakan yang dilakukan tanpa mengubah inti informasi tentang temuan awal maupun hasil pemeriksaan sesudahnya. Hasil jaringan itulah yang memastikan bahwa kanker belum menyebar di luar area yang disebutkan dalam keterangan mengenai statusnya, yakni masih terlokalisasi. Prosedur ini mengikuti temuan yang telah diumumkan sebelum tindakan, sementara konfirmasi diagnosis datang dari pemeriksaan jaringan setelah pengangkatan lobus bawah paru-paru kanan. Informasi yang tersedia mencakup durasi, bagian paru yang diangkat, pengumuman Paus, serta kesimpulan pemeriksaan tersebut.
Di luar perkembangan mengenai kondisi kesehatannya, Paus Leo XIV juga menjalankan komunikasi diplomatik terkait perang di Ukraina. Pada Jumat, pihak Vatikan menyampaikan bahwa Paus berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam percakapan tersebut, Paus mendesak agar diberlakukan gencatan senjata di Oleshky, kota di Ukraina yang diduduki Rusia dan berada dalam situasi blokade. Seruan itu disampaikan dalam kaitannya dengan kebutuhan warga setempat untuk menerima bantuan pangan.
Menurut keterangan Vatikan, Paus meminta agar bantuan makanan dapat disalurkan kepada penduduk Oleshky. Kondisi blokade membuat penyaluran bantuan menjadi perhatian dalam pembicaraan tersebut. Paus juga menyerukan dialog dan perdamaian. Pernyataan itu menempatkan kebutuhan kemanusiaan warga sebagai salah satu pokok komunikasi dengan pemimpin Rusia, di samping dorongan untuk mencari jalan melalui dialog. Informasi yang disampaikan Vatikan berfokus pada seruan gencatan senjata, akses bantuan pangan, serta upaya menuju perdamaian.
Pada Senin, Paus melakukan percakapan telepon serupa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Keterangan mengenai panggilan itu menunjukkan bahwa ia juga berkomunikasi dengan pemimpin Ukraina setelah berbicara dengan Putin. Kedua percakapan berlangsung dalam konteks upaya menyuarakan dialog dan perdamaian, sementara seruan khusus mengenai Oleshky dan akses bantuan pangan disampaikan dalam pembicaraan dengan presiden Rusia.
Baca juga: Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras | Guncangan Gempa M5,9 di Kepulauan Seribu: BMKG Pastikan Aman | Operasi Tangkap Tangan KPK di Bogor: 17 Tersangka dan Ratusan Miliar Rupiah Disita





