Batam | PT PLN Batam, Kepulauan Riau, membantah informasi mengenai pemadaman listrik terencana selama tiga hari pada 12–14 Oktober 2026. Informasi tersebut dinyatakan tidak benar oleh perusahaan. Bantahan ini disampaikan untuk meluruskan kabar yang telanjur beredar di tengah masyarakat dan berpotensi menimbulkan keresahan, khususnya bagi pelanggan yang mengandalkan pasokan listrik untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Isu itu beredar melalui unggahan grafis di media sosial serta pesan berantai yang dibagikan kepada masyarakat. Materi yang beredar memuat informasi mengenai adanya pemadaman listrik selama periode tersebut, sehingga dapat menimbulkan anggapan bahwa penghentian pasokan telah dijadwalkan oleh PLN Batam. Namun, PLN Batam menegaskan bahwa kabar mengenai pemadaman terencana selama tiga hari pada 12–14 Oktober 2026 bukan merupakan informasi yang benar.
Keterangan mengenai bantahan tersebut disampaikan oleh Manager Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama yang dikonfirmasi di Batam pada Selasa. Penjelasan itu menjadi respons PLN Batam terhadap penyebaran unggahan dan pesan berantai yang memuat isu pemadaman. Dengan demikian, informasi yang menyebutkan adanya pemadaman listrik terencana selama tiga hari pada 12–14 Oktober 2026 tidak dapat dijadikan acuan. Masyarakat diharapkan mencermati informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih lanjut, terutama ketika kabar tersebut berasal dari materi yang beredar di media sosial dan pesan berantai.
Pada Senin sore hingga malam, beredar sebuah grafis di sejumlah kanal komunikasi masyarakat yang disebut-sebut sebagai pengumuman pemadaman listrik terencana. Materi tersebut mencantumkan rentang waktu 12–14 Oktober 2026 dan menggambarkan seolah-olah akan terjadi pemadaman selama tiga hari. Penyebaran grafis itu kemudian disertai pesan berantai yang mendorong penerima untuk meneruskan informasi kepada warga lain. Namun, materi tersebut bukan pengumuman resmi yang dapat dijadikan acuan mengenai kondisi kelistrikan di Batam.
Selain grafis, pesan berantai yang beredar memuat klaim bahwa listrik hanya akan menyala dari PLTD Tanjungpinang. Pesan itu juga menyatakan bahwa warga hanya akan memperoleh pasokan listrik selama enam jam. Klaim tersebut disampaikan dalam rangkaian informasi yang tampak seperti pemberitahuan layanan, sehingga berpotensi menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Tidak terdapat dasar dalam keterangan yang dirujuk untuk menganggap isi pesan berantai itu sebagai pemberitahuan resmi mengenai jadwal atau durasi pasokan listrik.
PLN Batam menegaskan bahwa seluruh informasi dalam grafis dan pesan berantai tersebut tidak benar atau hoaks. Dengan demikian, penyebutan pemadaman terencana selama tiga hari, informasi mengenai sumber pasokan dari PLTD Tanjungpinang, serta klaim tentang listrik yang hanya tersedia selama enam jam merupakan bagian dari materi yang dibantah oleh PLN Batam. Masyarakat perlu mencermati sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, terutama ketika sebuah pemberitahuan tidak berasal dari kanal resmi. Penegasan ini sekaligus meluruskan isu yang beredar pada Senin sore hingga malam tersebut.
Selain membantah informasi mengenai pemadaman listrik selama tiga hari pada 12–14 Oktober 2026, PLN Batam juga menemukan infografis lain yang memuat informasi tidak benar atau hoaks. Infografis tersebut beredar dengan mencantumkan sejumlah keterangan mengenai kondisi layanan publik, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. PLN Batam kemudian melakukan klarifikasi terhadap informasi yang dinilai tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Salah satu informasi yang diklarifikasi berkaitan dengan kabar mengenai gangguan layanan internet akibat kerusakan kabel bawah laut rute Singapura–Batam. Informasi tersebut beredar bersamaan dengan isu mengenai kondisi kelistrikan di Batam. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa keterangan mengenai gangguan internet itu merupakan informasi yang berbeda dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menjelaskan kondisi sistem kelistrikan.
Yoga menegaskan bahwa isu gangguan internet tersebut tidak berkaitan dengan gangguan maupun proses pemulihan sistem kelistrikan PLN Batam. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang tercantum dalam infografis dan mencegah masyarakat menghubungkan kedua hal tersebut secara keliru. Dengan demikian, kabar mengenai kerusakan kabel bawah laut Singapura–Batam tidak menunjukkan adanya hubungan dengan operasional, gangguan, atau tahapan pemulihan jaringan listrik PLN Batam.
PLN Batam mengimbau masyarakat untuk memeriksa sumber informasi sebelum menyebarkan kembali infografis atau pesan yang beredar di media sosial. Informasi resmi mengenai kondisi kelistrikan dan layanan PLN dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi perusahaan. Langkah tersebut penting agar masyarakat menerima penjelasan berdasarkan keterangan yang telah diverifikasi, sekaligus menghindari penyebaran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.
PLN Batam mengimbau seluruh masyarakat dan pelanggan untuk mengikuti pembaruan informasi melalui kanal komunikasi resminya. Pemantauan secara berkala diperlukan agar masyarakat memperoleh keterangan yang akurat mengenai kondisi kelistrikan, termasuk informasi tentang proses pemulihan, pengaturan sistem, maupun pemberitahuan layanan yang sedang berlangsung di wilayah Batam dan sekitarnya. Informasi resmi akan disampaikan berdasarkan perkembangan di lapangan serta hasil koordinasi petugas PLN Batam.
Masyarakat dapat mengakses informasi melalui Instagram @ptplnbatam, Facebook PT PLN Batam, atau menghubungi Contact Center di nomor (0778) 5702 123. Pelanggan juga dapat menggunakan aplikasi Bright by PLN Batam untuk memperoleh layanan dan pembaruan yang berkaitan dengan kebutuhan kelistrikan. Penggunaan kanal tersebut membantu pelanggan mendapatkan informasi langsung dari sumber yang bertanggung jawab, sekaligus memudahkan penyampaian pertanyaan atau laporan apabila diperlukan.
PLN Batam meminta masyarakat memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari kanal resmi sebelum mempercayai atau membagikannya kepada pihak lain. Kabar mengenai pemadaman, jadwal pelayanan, ataupun kondisi jaringan yang beredar melalui pesan berantai dan akun yang tidak terverifikasi sebaiknya tidak langsung disebarluaskan. Sikap cermat dalam memeriksa sumber informasi dapat mencegah kesalahpahaman, mengurangi keresahan, dan mendukung penyampaian informasi yang tertib selama proses pemulihan berlangsung.
PLN Batam menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga proses pemulihan dapat berjalan baik dan lancar.
Baca juga: Kendaraan Listrik VinFast di GIIAS Bandung 2026 | Potensi Logam Tanah Jarang di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Indonesia | Tender Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Komunal






