Bandung | Garudayaksa FC harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor 1-2 pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Minggu malam, 25 Oktober 2026, itu ditentukan oleh gol Adam Alis pada menit ke-90+2. Gol tersebut memastikan Persib membawa pulang kemenangan setelah kedua tim sempat berada dalam kedudukan imbang.
Hasil ini terasa berat bagi tuan rumah karena gol penentu Persib tercipta saat Garudayaksa sudah bermain dengan sepuluh orang. Dalam situasi tersebut, tim asal Bandung mampu memanfaatkan kesempatan pada penghujung laga untuk mengubah skor dan mengunci tiga poin. Garudayaksa pun kehilangan peluang meraih hasil positif di hadapan pendukungnya sendiri, setelah pertandingan berjalan ketat dan kedua tim saling menjaga peluang hingga memasuki menit-menit akhir.
Kemenangan Persib di Pakansari memperlihatkan pentingnya menjaga konsentrasi sampai peluit akhir, terutama ketika laga masih seimbang. Bagi Garudayaksa, berkurangnya jumlah pemain membuat upaya mempertahankan hasil menjadi lebih sulit, sementara Persib tetap mencari celah untuk mencetak gol. Adam Alis akhirnya menjadi penentu melalui gol pada masa tambahan waktu, mengakhiri pertandingan dengan skor 1-2. Kekalahan ini terjadi bukan karena satu tim menguasai seluruh laga, melainkan setelah kedua kubu sempat berbagi kedudukan dan hasil masih terbuka hingga fase akhir.
Dengan kemenangan dramatis tersebut, Persib meninggalkan Stadion Pakansari dengan tambahan tiga poin dari laga pekan ketujuh. Garudayaksa, sebaliknya, perlu mengevaluasi bagaimana menjaga organisasi permainan ketika menghadapi tekanan pada akhir pertandingan, termasuk saat harus bertahan dengan sepuluh pemain. Meski gagal mengamankan hasil, jalannya laga menunjukkan bahwa selisih kedua tim tetap tipis sampai gol Adam Alis tercipta. Momen pada menit ke-90+2 itu menjadi pembeda dalam duel yang sebelumnya berlangsung imbang dan menutup malam dengan kekecewaan bagi tuan rumah.
Situasi pertandingan berubah pada menit ke-85 ketika Aleksandar Busnic menerima kartu merah langsung. Keputusan tersebut diambil setelah wasit meninjau insiden pelanggaran melalui bantuan Video Assistant Referee (VAR). Pada saat Busnic harus meninggalkan lapangan, skor masih imbang 1-1, sehingga Garudayaksa kehilangan satu pemain ketika pertandingan memasuki fase krusial. Keputusan itu segera memengaruhi susunan permainan dan pilihan taktik tim, yang sebelumnya masih berusaha menjaga keseimbangan sekaligus mencari peluang untuk kembali unggul. Dengan jumlah pemain yang berkurang, ruang untuk mengantisipasi serangan lawan pun menjadi lebih terbatas.
Pelatih Garudayaksa, Milos Joksic, menilai kehilangan Busnic merupakan kerugian besar bagi timnya. Menurut dia, bermain dengan sepuluh pemain membuat Garudayaksa semakin sulit menghadapi tekanan Persib, terutama pada sisa waktu pertandingan. Para pemain harus bekerja lebih keras untuk menutup ruang, menjaga pertahanan, dan tetap berupaya mengikuti rencana permainan meski situasi telah berubah. Joksic menyampaikan bahwa mereka tetap harus berjuang lebih keras dalam keadaan tersebut. Tantangan itu menjadi semakin berat karena Persib dapat memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk meningkatkan tekanan dan menguasai jalannya pertandingan.
Meski demikian, Joksic tidak langsung menyatakan apakah keputusan kartu merah tersebut adil atau tidak. Ia mengatakan belum dapat memberikan penilaian sebelum melihat rekaman ulang insiden secara lebih jelas. Saat kejadian berlangsung, ia mengaku hanya melihat dua pemain melakukan tekel, sehingga belum memiliki cukup informasi untuk menilai seluruh rangkaian peristiwa yang ditinjau wasit. Sikap itu membuat penilaiannya tetap terbatas pada apa yang terlihat langsung dari posisinya di lapangan. Proses peninjauan VAR menjadi dasar bagi wasit untuk mengambil keputusan, sementara Joksic memilih menunggu tayangan ulang sebelum berkomentar lebih jauh. Baginya, dampak langsung yang paling terasa bagi Garudayaksa adalah tim harus meneruskan pertandingan dalam kondisi kekurangan pemain dan menghadapi tekanan Persib yang meningkat.Persib lebih dahulu membuka keunggulan pada menit ke-16 melalui Mariano Peralta. Gol tersebut membuat Persib memimpin dalam pertandingan, sementara Garudayaksa harus mengejar ketertinggalan sejak awal. Keunggulan itu bertahan hingga babak pertama berakhir. Dalam rentang waktu tersebut, skor tidak berubah, sehingga Persib memasuki jeda dengan keunggulan satu gol atas lawannya. Urutan skor pada paruh pertama pun tetap sederhana: Persib unggul 1-0 melalui gol Peralta.
Setelah pertandingan berlanjut, Garudayaksa akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-65. Jayro Jean mencatatkan namanya sebagai pencetak gol penyeimbang, mengubah skor menjadi 1-1. Gol itu menghapus keunggulan Persib dan membuat kedua tim kembali berada dalam posisi imbang. Hingga memasuki menit-menit akhir, hasil pertandingan masih belum ditentukan, sebab skor seri tetap bertahan setelah gol Jean.
Perubahan terakhir terjadi pada menit ke-90+2. Adam Alis mencetak gol untuk Persib dan membawa timnya kembali unggul, sekaligus memastikan kemenangan pada penghujung pertandingan. Dengan demikian, tiga gol dalam laga ini tercipta secara berurutan melalui Peralta pada menit ke-16, Jean pada menit ke-65, lalu Alis pada masa tambahan waktu babak kedua. Persib menutup pertandingan dengan skor 2-1 setelah sempat kehilangan keunggulan yang dibangun lebih awal.
Gol penentu Alis tercipta ketika Garudayaksa telah kehilangan Busnic. Situasi tersebut menjadi bagian penting dari konteks akhir pertandingan, meski informasi yang tersedia tidak menjelaskan proses terjadinya gol maupun hubungan langsung absennya Busnic dan terciptanya gol itu. Yang dapat dipastikan, setelah Busnic tidak lagi tersedia, Garudayaksa harus menghadapi fase penutup laga sebelum Persib mencetak gol kemenangan. Hasil akhirnya pun membuat Garudayaksa gagal mempertahankan kedudukan imbang yang telah diperoleh lewat gol Jean, sedangkan Persib pulang dengan kemenangan setelah menentukan skor pada menit-menit terakhir.Pelatih Garudayaksa, Joksic, tetap menyoroti sisi positif dari penampilan timnya meski harus menerima kekalahan dari Persib. Ia mengapresiasi organisasi pertahanan yang ditunjukkan para pemain sepanjang pertandingan, terutama ketika menghadapi tekanan dari lawan. Menurut Joksic, lini belakang Garudayaksa tampil fantastis dan mampu menjaga struktur tim dengan baik. Penilaian tersebut menjadi salah satu catatan penting dari laga yang berakhir dengan hasil mengecewakan bagi timnya.
Garudayaksa berusaha bertahan secara terorganisasi saat Persib menguasai bola dan mencari ruang untuk menyerang. Para pemain belakang bekerja menjaga jarak antarlini serta menutup jalur masuk menuju area berbahaya. Upaya itu membuat Persib harus menghadapi pertahanan yang rapat, meskipun pada akhirnya Garudayaksa tetap kebobolan. Joksic menilai disiplin tersebut patut diapresiasi, tetapi ia juga memahami bahwa timnya perlu lebih mampu mengubah situasi pertandingan menjadi peluang bagi dirinya sendiri.
Di sisi lain, Joksic mengakui Garudayaksa tidak banyak menciptakan kesempatan untuk mencetak gol. Ia mengaitkan keterbatasan itu dengan kualitas Persib sebagai lawan yang kuat, yang mampu membatasi ruang dan membuat timnya kesulitan mengembangkan serangan. Dalam pertandingan dengan intensitas tinggi, Garudayaksa memang lebih sering berkonsentrasi menjaga pertahanan dibandingkan membangun ancaman secara konsisten. Evaluasi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi tim, tanpa mengurangi penghargaan pelatih terhadap kerja para pemain di lini belakang.
Catatan Garudayaksa setelah menjalani tujuh pertandingan juga menjadi konteks bagi penilaian Joksic. Tim tersebut mengumpulkan satu kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan. Perolehan itu menunjukkan bahwa hasil pada awal musim belum memuaskan, sebagaimana diakui oleh sang pelatih. Meski pertahanan dinilai tampil fantastis dalam laga melawan Persib, jumlah kemenangan yang masih terbatas membuat evaluasi tim mencakup lebih dari sekadar organisasi di lini belakang.






