Jakarta | BRI memfasilitasi penyaluran bonus pemerintah kepada atlet dan pelatih yang berprestasi dalam Asian Games ke-20 serta Asian Para Games ke-5. Penyerahan bonus tersebut berlangsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (29/10). Dalam prosesnya, BRI bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendukung penyaluran apresiasi kepada para penerima melalui rekening bank tersebut.
Sebanyak 219 rekening penerima difasilitasi dalam penyaluran ini, dengan estimasi nilai bonus mencapai Rp158 miliar. Penggunaan rekening menjadi sarana untuk menyalurkan dana kepada atlet dan pelatih yang berhak menerima penghargaan dari pemerintah. Dengan dukungan layanan perbankan, proses distribusi bonus dapat dilakukan melalui rekening masing-masing penerima sesuai mekanisme yang telah disiapkan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Penyerahan di Istana Negara menandai penghargaan pemerintah atas pencapaian atlet dan pelatih dalam dua ajang olahraga tersebut. Asian Games dan Asian Para Games mempertemukan peserta dari berbagai negara serta menjadi ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan di tingkat internasional. Bonus yang diberikan menjadi bentuk apresiasi atas prestasi dan kerja keras mereka, sekaligus mengakui kontribusi pelatih dalam mendampingi persiapan hingga pertandingan.
Kolaborasi BRI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga menghubungkan kebijakan pemberian bonus dengan dukungan layanan keuangan untuk para penerima. Fasilitasi 219 rekening juga menunjukkan cakupan penyaluran yang melibatkan atlet maupun pelatih. Nilai estimasi sebesar Rp158 miliar mencerminkan besarnya penghargaan yang disalurkan pemerintah kepada mereka yang telah mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi. Melalui mekanisme rekening, penerima dapat memperoleh bonus secara langsung melalui layanan perbankan yang tersedia.
Pelaksanaan penyerahan di hadapan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian pada arti pencapaian olahraga dan penghargaan bagi para pelakunya. BRI menyatakan dukungan melalui fasilitasi penyaluran, sementara Kementerian Pemuda dan Olahraga menjadi mitra dalam pelaksanaannya. Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan koordinasi pemerintah dan sektor perbankan dalam menyalurkan apresiasi kepada atlet dan pelatih Asian Games ke-20 serta Asian Para Games ke-5.
Rincian penyaluran bonus bagi peserta Asian Games 2026 mencatat 117 rekening, dengan estimasi nilai keseluruhan sekitar Rp61 miliar. Jumlah rekening tersebut terbagi untuk 87 atlet dan 30 pelatih. Dengan demikian, angka 117 merujuk pada rekening yang disiapkan untuk penyaluran, sedangkan 87 dan 30 menunjukkan jumlah orang dalam masing-masing kategori penerima. Pembedaan ini penting agar jumlah rekening tidak disamakan dengan angka atlet saja atau dianggap sebagai jumlah kategori penerima yang berbeda dari rincian tersebut. Estimasi Rp61 miliar merupakan total perkiraan bonus untuk kelompok Asian Games, bukan nilai yang dinyatakan sama bagi setiap penerima. Besaran masing-masing dapat mengikuti ketentuan pemberian bonus.
Untuk Asian Para Games 2026, penyaluran direncanakan melalui 102 rekening dengan estimasi total bonus sekitar Rp97 miliar. Rinciannya mencakup 65 atlet dan 37 pelatih. Jadi, jumlah rekening yang tercatat adalah 102, sementara jumlah orang penerima yang disebutkan dalam rincian juga terdiri atas 65 atlet serta 37 pelatih. Kedua jenis angka itu menjelaskan hal yang berbeda: rekening berkaitan dengan saluran penyaluran, sedangkan jumlah atlet dan pelatih menunjukkan kelompok penerima. Nilai Rp97 miliar adalah estimasi keseluruhan bonus untuk para peserta dan pelatih Asian Para Games, bukan nominal per rekening atau jaminan bahwa seluruh penerima memperoleh besaran identik.
Jika dibandingkan, Asian Games memiliki 117 rekening dan estimasi bonus Rp61 miliar, sedangkan Asian Para Games memiliki 102 rekening dengan estimasi sekitar Rp97 miliar. Perbedaan jumlah rekening dan nilai estimasi menunjukkan bahwa banyaknya rekening tidak dengan sendirinya menentukan total anggaran bonus. Rincian penerima pun berbeda: kelompok Asian Games mencakup 87 atlet serta 30 pelatih, sementara Asian Para Games mencakup 65 atlet serta 37 pelatih. Angka-angka tersebut memberikan gambaran tentang cakupan penyaluran yang direncanakan melalui BRI. Karena nilai yang disebutkan masih berupa estimasi, angka itu sebaiknya dipahami sebagai perkiraan total untuk masing-masing ajang, bukan rincian pembayaran individual. Pemisahan informasi ini membantu pembaca memahami jumlah rekening, komposisi penerima, dan perkiraan nilai bonus tanpa mencampuradukkan ketiganya.Direktur Utama BRI Hery Gunardi memandang fasilitasi penyaluran bonus bagi atlet Asian Games dan Asian Para Games sebagai bagian dari dukungan perseroan terhadap program pemerintah. Dukungan tersebut dijalankan melalui layanan perbankan yang membantu proses penyaluran bonus kepada para penerima. Dengan demikian, peran BRI tidak hanya berkaitan dengan tersedianya layanan transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung penghargaan pemerintah atas pencapaian atlet di ajang olahraga internasional. Pelaksanaan layanan ini menempatkan kebutuhan atlet sebagai perhatian, sekaligus memperlihatkan bagaimana layanan perbankan dapat mendukung program yang berhubungan dengan kesejahteraan penerima manfaat.
Hery juga menyampaikan bahwa dukungan BRI mencakup edukasi keuangan bagi atlet. Pembekalan ini diharapkan membantu mereka memahami cara mengelola bonus dengan lebih terencana, sehingga dana yang diterima dapat mendukung kebutuhan saat ini sekaligus menjadi bagian dari perencanaan masa depan. Perencanaan tersebut juga dapat mempertimbangkan kebutuhan keluarga. Bagi atlet, pemahaman tentang pengelolaan keuangan dapat menjadi bekal penting ketika menentukan prioritas penggunaan dana. Karena itu, edukasi keuangan melengkapi layanan penyaluran bonus: atlet memperoleh dukungan untuk menerima dana dan pengetahuan untuk mempertimbangkan pemanfaatannya secara bertanggung jawab. Pendekatan ini menekankan pentingnya keputusan keuangan yang selaras dengan kebutuhan dan tujuan jangka panjang.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi penyaluran bonus melalui BRI serta pembekalan literasi keuangan yang diberikan kepada atlet. Ia menekankan bahwa bonus perlu dikelola secara bijak, bukan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Menabung, berinvestasi dengan aman, dan mempersiapkan masa depan merupakan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan dana tersebut. Pesan ini mengingatkan atlet agar memahami pilihan yang tersedia sebelum mengambil keputusan keuangan, terutama ketika mengalokasikan bonus untuk berbagai kebutuhan. Apresiasi atas penyaluran dan edukasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa penghargaan bagi prestasi atlet dapat disertai bekal praktis. Dengan memahami pengelolaan uang, atlet dan keluarga diharapkan dapat merencanakan penggunaan bonus secara lebih terarah.Sebelum bonus bagi atlet Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5 disalurkan, BRI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan program literasi keuangan bertajuk Financial Champions: Beyond the Podium. Kegiatan ini diikuti sekitar 300 atlet dan dirancang untuk membekali mereka dengan pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan, termasuk saat menerima apresiasi finansial atas prestasi di ajang olahraga internasional. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari dukungan agar atlet dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih terencana, baik selama masa aktif berkarier maupun setelahnya.
Materi program mencakup cara mengelola bonus dan pendapatan secara bijak, mengenali pilihan investasi yang aman, serta menyusun perencanaan untuk masa pensiun. Atlet juga memperoleh informasi mengenai solusi keuangan yang dapat mendukung kebutuhan sehari-hari, seperti menabung, melakukan transaksi, dan mendapatkan proteksi. Dengan pembahasan yang mencakup aspek jangka pendek dan jangka panjang, literasi keuangan diharapkan membantu penerima bonus memahami pilihan yang tersedia dan mempertimbangkan kebutuhan sebelum menggunakan dana. Pendekatan ini menempatkan edukasi sebagai pendamping penyaluran bonus, sehingga perhatian terhadap atlet tidak hanya berwujud penghargaan atas capaian, tetapi juga dukungan terhadap pengelolaan hasil kerja keras mereka.
Program tersebut sekaligus mempertemukan kebutuhan para atlet dengan layanan keuangan yang relevan.
Baca juga: Membangun Jaringan Melalui Turnamen Padel | Peringkat Terbaru Indonesia di Asian Games 2026: Menurunnya Posisi di Klasemen | Duel Seru Ganda Putra di Semifinal Asian Games 2026






