Serangan Geng Motor di Makassar Tewaskan Satu Mahasiswa, Korban Lain Kritis

Serangan Geng Motor di Makassar Tewaskan Satu Mahasiswa, Korban Lain Kritis

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Serangan yang diduga dilakukan kelompok geng motor kembali terjadi di Kota Makassar dan menewaskan seorang mahasiswa. Peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu dini hari, 4 Oktober 2026, di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Dalam kejadian itu, dua mahasiswa menjadi sasaran penyerangan ketika berada di kawasan jalan tersebut.

Korban bernama Muh Akmal Makmur, 24 tahun, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka akibat serangan. Sementara itu, korban lainnya, Muh Farel SM, menderita luka serius dan harus menjalani perawatan intensif. Kondisi Farel masih menjadi perhatian karena cedera yang dialaminya membutuhkan penanganan medis secara berkelanjutan.

Informasi awal menyebutkan, penyerangan dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan anggota geng motor. Kelompok tersebut disebut membawa senjata tajam saat menyerang para korban. Aksi itu berlangsung pada waktu dini hari, ketika aktivitas warga di jalan relatif berkurang, sehingga korban diduga kesulitan memperoleh pertolongan dengan cepat.

Peristiwa ini menambah daftar aksi kekerasan di jalan yang melibatkan kelompok geng motor di Makassar. Penggunaan senjata tajam dalam penyerangan tidak hanya mengancam keselamatan korban, tetapi juga menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga dini hari. Jalan Perintis Kemerdekaan sebagai salah satu jalur utama di kota tersebut diharapkan tetap menjadi ruang publik yang aman bagi pengendara dan warga.

Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan motif penyerangan. Keterangan saksi, rekaman kamera pengawas, dan bukti di lokasi kejadian dapat menjadi bagian penting dalam proses pengusutan. Penanganan kasus secara menyeluruh diperlukan agar pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum dan kejadian serupa tidak kembali menelan korban.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Jafar Ahmad, menyampaikan kondisi dua korban dalam serangan geng motor tersebut. Muh Akmal Makmur dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka robek pada bagian belakang kepala. Luka itu diduga berasal dari tebasan senjata tajam yang digunakan dalam peristiwa tersebut.

Selain luka robek di bagian belakang kepala, polisi menemukan busur yang tertancap pada bagian kepala Muh Akmal Makmur. Temuan tersebut menjadi bagian dari keterangan mengenai kondisi korban yang meninggal dalam insiden itu. Polisi masih menangani peristiwa tersebut berdasarkan informasi dan barang bukti yang telah ditemukan di lapangan.

Sementara itu, korban lain, Muh Farel, masih menjalani perawatan secara intensif di RSUP Tadjuddin Chalid. Ia mengalami luka robek pada bagian punggung dan kepala. Berdasarkan keterangan kepolisian, luka tersebut diduga disebabkan oleh sabetan senjata tajam.

Perbedaan kondisi kedua korban terlihat dari penanganan yang diberikan setelah kejadian. Muh Akmal Makmur meninggal akibat luka yang dialaminya, sedangkan Muh Farel masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Keterangan mengenai luka pada kedua korban disampaikan kepolisian sebagai bagian dari penyelidikan atas serangan yang terjadi di Makassar.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, kondisi Muh Farel masih menjadi perhatian karena ia harus menjalani perawatan intensif akibat luka robek pada punggung dan kepala. Polisi juga terus mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan kedua korban mengalami luka parah, termasuk dugaan penggunaan senjata tajam dan temuan busur yang tertancap pada kepala Muh Akmal Makmur.

Peristiwa tersebut bermula ketika sekitar 12 sepeda motor melintas di Jalan DG Ramang, Makassar. Berdasarkan keterangan saksi, kelompok itu diduga membawa senjata tajam, di antaranya parang dan busur. Mereka disebut mengancam warga yang sedang melintas di kawasan tersebut sehingga menimbulkan kepanikan. Situasi kemudian berkembang ketika sejumlah warga berupaya melakukan perlawanan dan mengejar rombongan tersebut.

Dalam pengejaran itu, kelompok yang diduga terlibat sempat bergerak meninggalkan wilayah Makassar menuju arah Kabupaten Maros. Pada waktu yang hampir bersamaan, dua mahasiswa yang kemudian menjadi korban mengalami kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19. Keduanya berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk segera menyelamatkan diri atau menjauh dari lokasi kejadian.

Rombongan tersebut dilaporkan berbalik arah setelah melihat kecelakaan yang melibatkan kedua mahasiswa. Mereka kemudian mendatangi korban dan melakukan penyerangan secara bersama-sama. Serangan itu disebut menggunakan senjata tajam, sementara korban masih berada dalam kondisi terdampak kecelakaan dan tidak berdaya untuk menghindar.

Aksi penganiayaan berlangsung ketika kedua mahasiswa berada di sekitar lokasi kecelakaan. Kelompok pelaku yang disebut berasal dari Kabupaten Maros diduga menyerang secara berkelompok sebelum meninggalkan tempat tersebut. Akibat kejadian itu, satu mahasiswa meninggal dunia, sedangkan korban lainnya mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis intensif.

Rangkaian kejadian tersebut masih didalami oleh pihak berwenang untuk memastikan identitas para pelaku, peran masing-masing anggota kelompok, serta urutan peristiwa secara lebih terperinci. Keterangan saksi, kondisi lokasi, dan informasi mengenai perjalanan kelompok dari Jalan DG Ramang menuju arah Maros menjadi bagian penting dalam penyelidikan kasus ini.

Setelah insiden penyerangan yang menewaskan Muh Akmal Makmur dan menyebabkan Muh Farel mengalami kondisi kritis, aparat kepolisian melakukan sejumlah langkah penanganan terhadap para korban. Jenazah Muh Akmal Makmur telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Evakuasi tersebut dilakukan agar jenazah dapat menjalani proses visum sesuai prosedur yang berlaku. Pemeriksaan medis forensik diperlukan untuk membantu mendokumentasikan kondisi korban serta mendukung proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Sementara itu, Muh Farel masih memperoleh perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Tadjuddin Chalid. Kondisi korban yang sedang menjalani perawatan menjadi perhatian dalam penanganan perkara ini. Keterangan mengenai perkembangan medisnya dapat menjadi bagian penting bagi penyidik, terutama apabila korban nantinya berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk memberikan informasi terkait kejadian.

Polisi masih menyelidiki perkara tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Informasi dari orang-orang yang berada di sekitar lokasi diharapkan dapat membantu petugas menyusun rangkaian peristiwa secara lebih jelas. Selain meminta keterangan, penyidik juga terus menelusuri berbagai informasi yang dapat mendukung pengungkapan perkara dan memastikan proses hukum berjalan berdasarkan bukti yang tersedia.

Di sisi lain, aparat terus memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan itu. Upaya pencarian dilakukan sebagai bagian dari proses penegakan hukum, tetapi identitas pelaku, jumlah tersangka, serta hasil penyidikan belum disampaikan secara resmi. Karena itu, informasi mengenai perkara ini perlu menunggu keterangan kepolisian dan perkembangan penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi agar tidak mengganggu proses pengungkapan kasus maupun merugikan pihak-pihak yang terkait.