Rafael Struick Jaga Performa Dewa United Sambil Menanti Kesempatan di Timnas

Rafael Struick Jaga Performa Dewa United Sambil Menanti Kesempatan di Timnas

Jakarta | Rafael Struick menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah bekerja keras dan memberikan kemampuan terbaik untuk Dewa United Banten FC. Meski sudah cukup lama tidak mendapat panggilan ke timnas senior Indonesia, ia memilih untuk tidak menjadikan hal tersebut sebagai beban. Struick mengatakan dirinya tidak berharap apa-apa terkait kesempatan membela tim nasional dan ingin terus berusaha maksimal bersama klub. Pernyataan itu ia sampaikan di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa pemain berusia muda itu ingin menjaga konsistensi dalam menjalani aktivitas bersama Dewa United. Baginya, tanggung jawab utama sekarang adalah membantu tim melalui latihan dan penampilan di kompetisi. Ia menyatakan akan terus memberikan yang terbaik setiap kali mendapat kesempatan, tanpa menetapkan target mengenai kapan panggilan timnas akan datang. Fokus pada klub, menurut pernyataannya, menjadi hal yang dapat ia kendalikan saat ini.

Struick juga tidak ingin terlalu memikirkan jeda panjang dari tim nasional senior. Ia memilih menjalani prosesnya dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, sembari berusaha meningkatkan kontribusi untuk Dewa United. Dengan pendekatan itu, ia dapat memusatkan perhatian pada kebutuhan tim dan menjaga performanya, alih-alih mengukur perkembangan karier hanya dari kemungkinan dipanggil kembali.

Kesempatan di timnas tetap menjadi bagian dari perjalanan seorang pemain, tetapi Struick menempatkannya sebagai sesuatu yang tidak bisa ia tentukan sendiri. Untuk sekarang, ia ingin bekerja keras, terus berkembang, dan berkontribusi bagi Dewa United Banten FC. Ia berharap upaya maksimal di level klub menjadi fokus utama, sementara keputusan mengenai tim nasional berada di luar kendalinya. Pernyataannya menegaskan sikap profesional: menjalankan peran bersama klub sebaik mungkin tanpa menuntut hasil tertentu. Dengan begitu, ia dapat menjaga konsentrasi pada pekerjaannya sekarang sambil tetap membuka peluang untuk masa depan, apabila kesempatan membela Indonesia kembali datang.

Pada musim ini, Rafael Struick tercatat tampil dalam seluruh tujuh pertandingan Dewa United di BRI Super League. Catatan tersebut menunjukkan bahwa ia menjadi bagian dari skuad yang turun di setiap laga klub sejauh kompetisi berlangsung. Dari tujuh penampilan itu, Rafael dipercaya menjadi starter sebanyak lima kali. Dalam dua pertandingan lainnya, ia tidak mengawali laga sebagai pemain inti. Rangkaian penampilan ini memberi gambaran mengenai keterlibatannya dalam perjalanan Dewa United pada awal musim, tanpa mengubah fakta bahwa peran dan menit bermain dapat berbeda dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Kontribusi Rafael di lapangan juga tercatat melalui satu gol dan satu assist. Kedua catatan itu melengkapi jumlah penampilannya bersama klub, sekaligus menggambarkan keterlibatan langsungnya dalam terciptanya gol Dewa United. Statistik tersebut merupakan ringkasan kontribusi yang sudah tercatat pada tujuh laga liga, bukan gambaran menyeluruh mengenai seluruh aspek permainannya. Peran seorang pemain dalam pertandingan dapat terlihat melalui beragam tugas, sementara angka gol dan assist mencatat kontribusi tertentu yang menghasilkan atau membantu terciptanya gol.

Penampilan tersebut berlangsung ketika Dewa United menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. Persija Jakarta berada di posisi puncak dengan keunggulan empat poin atas Dewa United. Posisi itu menempatkan klub Rafael dalam persaingan di papan atas pada fase kompetisi saat ini. Klasemen masih dapat berubah seiring berlangsungnya pertandingan-pertandingan berikutnya, sehingga posisi kedua dan selisih poin tersebut perlu dipahami sebagai gambaran sementara, sesuai dengan kondisi liga pada saat catatan ini disusun.

Dengan demikian, catatan musim Rafael sejauh ini mencakup tujuh penampilan, lima kali menjadi starter, satu gol, dan satu assist. Angka-angka itu dapat menjadi rujukan untuk mengikuti kiprahnya bersama Dewa United dalam pertandingan mendatang. Pada saat yang sama, capaian klub berupa 14 poin dan posisi kedua memberikan konteks mengenai situasi tim di liga. Data penampilan dan klasemen tersebut menjelaskan perkembangan yang tercatat sejauh ini, tanpa menjadi kesimpulan mengenai alasan atau kemungkinan keputusan terkait pemanggilan Rafael ke tim nasional.

Sudah lebih dari satu tahun Rafael Struick tidak menerima panggilan untuk memperkuat timnas senior Indonesia. Kesempatan terakhirnya masuk dalam skuad Garuda datang menjelang dua pertandingan penutup putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, menghadapi China dan Jepang pada Juni tahun sebelumnya. Meski kembali berada di lingkungan tim nasional, penyerang tersebut tidak memperoleh kesempatan bermain dalam kedua laga itu. Sejak periode tersebut, namanya tidak lagi tercantum dalam daftar pemain senior yang dipanggil untuk agenda internasional. Jarak waktu itu menjadi bagian dari perjalanan kariernya, sementara ia berupaya menjaga kebugaran dan performa melalui kompetisi bersama Dewa United.

Penampilan terakhir Rafael di lapangan bersama timnas senior terjadi lebih awal, ketika Indonesia berhadapan dengan Australia pada Maret 2025. Dalam pertandingan yang berlangsung di Sydney tersebut, ia tampil saat tim Merah Putih harus menerima kekalahan 1-5. Setelah laga itu, Rafael masih mengikuti pemusatan dan agenda tim nasional, tetapi perannya lebih banyak sebagai pemain cadangan. Ia tidak diturunkan saat Indonesia menghadapi Bahrain, lalu kembali berada di bangku cadangan dalam dua pertandingan melawan China dan Jepang. Dengan demikian, laga kontra Australia tetap menjadi penampilan senior terakhirnya, meskipun ia masih masuk skuad untuk pertandingan-pertandingan sesudahnya.

Perubahan situasi juga berlanjut ketika John Herdman mengambil alih tim nasional pada awal tahun. Rafael belum kembali memperoleh panggilan ke tim senior sejak pergantian pelatih tersebut. Namun, itu tidak berarti ia sepenuhnya terputus dari kegiatan tim nasional. Dalam setahun terakhir, ia beberapa kali mendapat kesempatan memperkuat Indonesia di level kelompok umur, termasuk timnas U-23 dan U-22. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk tetap berkontribusi dalam program nasional sekaligus menjaga ritme kompetisi internasional. Untuk saat ini, fokusnya bersama Dewa United menjadi ruang penting untuk menunjukkan konsistensi, sambil menanti peluang kembali masuk ke dalam rencana tim senior.

Meski sudah cukup lama tidak mengenakan seragam tim nasional senior, Rafael Struick menegaskan bahwa dirinya tidak menyerah untuk kembali mendapat kesempatan. Ia tetap menjaga sikap dan fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, terutama kontribusinya bersama Dewa United. Bagi Rafael, setiap menit bermain di level klub merupakan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan membantu tim meraih hasil terbaik.

Penyerang tersebut berupaya memberikan penampilan maksimal setiap kali dipercaya tampil. Ia ingin menjaga kualitas permainan, bekerja keras dalam latihan, serta terus berkembang agar performanya dapat terlihat. Konsistensi bersama klub menjadi perhatian utamanya, tanpa menjadikan masa jeda dari timnas sebagai alasan untuk kehilangan motivasi. Rafael memahami bahwa tugasnya adalah tampil sebaik mungkin ketika kesempatan bermain datang.

Rafael juga berharap penampilan dan kualitas permainannya bersama Dewa United dapat diperhatikan oleh pelatih tim nasional. Ia tidak menyampaikan tuntutan mengenai kapan kesempatan itu akan datang, melainkan menegaskan kesiapannya apabila kembali dipanggil. Sikap tersebut menunjukkan bahwa harapan untuk membela Indonesia masih ada, tetapi ia memilih menempatkan kerja keras di lapangan sebagai prioritas.

Dengan demikian, Rafael terus menjalani musim bersama klub sambil menjaga kesiapan untuk kemungkinan kembali memperkuat timnas senior. Ia menyatakan selalu siap apabila mendapat panggilan, dan akan berusaha memberikan yang terbaik ketika kesempatan tersebut hadir. Untuk saat ini, fokusnya tetap pada setiap pertandingan bersama Dewa United: memanfaatkan menit bermain, mempertahankan performa, dan menunjukkan kemampuan secara nyata. Rafael tidak menyerah meski sudah lama absen dari seragam timnas.

Baca juga: Pengesahan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan: Menanti Keputusan DPR | Kesempatan Baru untuk Penggemar Bigbang di Jakarta