Jakarta | Pertagas memberikan dukungan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan untuk membantu petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut mencakup kebutuhan logistik serta perlengkapan pelindung yang dapat digunakan selama kegiatan penanganan berlangsung. Dukungan ini ditujukan untuk membantu menjaga kondisi fisik dan keselamatan petugas ketika bekerja di lapangan, terutama saat menghadapi paparan asap dan kondisi kerja yang menantang.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada 16 Oktober 2026 di Posko 4 Kertapati, Kantor Kecamatan Kertapati, Palembang. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat, serta relawan yang terlibat dalam upaya penanganan karhutla. Melalui koordinasi dengan BPBD Sumatera Selatan, Pertagas menyalurkan bantuan untuk mendukung kebutuhan petugas di posko maupun saat menjalankan tugas di lokasi terdampak. Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut mencerminkan keterlibatan bersama dalam mendukung respons terhadap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan.
Paket tambahan makanan yang diserahkan terdiri atas susu murni, minuman penyegar, air mineral, biskuit, dan mi instan. Perbekalan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi petugas selama menjalankan tugas. Selain makanan dan minuman, bantuan juga mencakup perlengkapan pelindung, lain masker KN95, kacamata pelindung, serta sarung tangan antipotong. Perlengkapan kesehatan turut disediakan, bersama cartridge filter untuk perangkat filtrasi. Ragam perlengkapan ini mendukung kebutuhan perlindungan dasar saat petugas bekerja di lingkungan yang berpotensi dipenuhi asap, debu, atau material berbahaya.
Dukungan logistik dan perlindungan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu petugas mempertahankan stamina sekaligus mengurangi risiko paparan selama penanganan karhutla. Ketersediaan air minum dan makanan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi, sementara alat pelindung dan perlengkapan kesehatan mendukung keselamatan dalam bekerja. Penyaluran melalui BPBD juga membantu memastikan bantuan dapat diteruskan sesuai kebutuhan penanganan di lapangan. Dengan demikian, dukungan Pertagas diharapkan memperkuat kesiapan petugas dan relawan dalam menjalankan tugas, tanpa menggantikan koordinasi serta prosedur keselamatan yang diterapkan oleh pihak berwenang.
Pertagas mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Cambai, Sumatera Selatan. Pengerahan ini ditujukan untuk mendukung upaya pemadaman yang sedang berlangsung sekaligus menambah kesiapan sumber daya di lokasi. Tim Pertagas bergabung dengan unsur terkait agar langkah penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi sesuai kondisi lapangan.
Personel yang terlibat mencakup tim kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan, serta tim emergency response Pertagas. Kehadiran unsur-unsur tersebut mendukung penanganan secara terpadu: upaya pemadaman berjalan berdampingan dengan pemantauan keselamatan personel, kesiapan pertolongan kesehatan, dan perhatian terhadap dampak lingkungan. Mobil pemadam kebakaran juga disiagakan untuk membantu operasi di titik yang memerlukan dukungan sarana pemadaman.
Di lapangan, Pertagas berkoordinasi dengan BPBD, BNPB, Manggala Agni, perusahaan lain, serta Satgas Karhutla. Kerja bersama lintas pihak penting untuk menyelaraskan informasi, pembagian dukungan, dan tindakan sesuai perkembangan situasi. Dengan komunikasi yang terjaga, petugas dapat memperkuat koordinasi di lapangan dan mengarahkan sumber daya secara lebih efektif, tanpa mengabaikan peran maupun kewenangan masing-masing instansi dan pihak yang terlibat.
Koordinasi tersebut bertujuan mempercepat pemadaman, menekan risiko penjalaran api, dan mencegah kebakaran meluas hingga mengancam masyarakat maupun fasilitas operasional di sekitar wilayah terdampak. Kondisi kebakaran dapat berubah, sehingga pemantauan dan kerja sama antarpihak menjadi bagian penting dari respons. Setiap langkah penanganan tetap mengutamakan keselamatan personel. Penempatan tim dan penggunaan peralatan perlu mempertimbangkan kondisi lokasi serta arahan petugas yang berwenang, agar bantuan dapat diberikan secara terukur tanpa menambah risiko bagi petugas maupun masyarakat.
Selain mengerahkan bantuan dan tim darurat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, Pertagas juga menyalurkan dukungan kepada masyarakat yang terdampak asap di sekitar jalur pipa. Bantuan ini melengkapi upaya penanganan di lapangan dengan perhatian terhadap kebutuhan warga yang berada di area terdampak. Dalam situasi ketika asap berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, dukungan berupa kebutuhan dasar dan perlengkapan pelindung menjadi bagian dari kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan konsumsi, masker respirator setengah wajah, serta kacamata pelindung. Kebutuhan konsumsi ditujukan untuk membantu memenuhi keperluan warga, sementara masker dan kacamata merupakan perlengkapan perlindungan yang relevan dalam kondisi berasap. Penyediaan alat pelindung tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap situasi karhutla tidak hanya berkaitan dengan pengamanan fasilitas dan jalur pipa, tetapi juga mencakup keselamatan masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitarnya.
Penyaluran bantuan ini mencerminkan upaya Pertagas untuk memberi perhatian kepada warga di sekitar area terdampak, sejalan dengan penanganan keadaan darurat karhutla. Dukungan tersebut disampaikan tanpa mengesampingkan pentingnya keselamatan, baik bagi masyarakat maupun pihak yang terlibat dalam respons di lapangan. Dengan menyediakan kebutuhan konsumsi dan perlengkapan pelindung, perusahaan berupaya membantu warga menghadapi kondisi yang dipicu asap, sekaligus menegaskan bahwa masyarakat sekitar jalur pipa merupakan bagian yang perlu diperhatikan dalam respons terhadap kejadian tersebut. Langkah ini menjadi salah satu wujud kepedulian perusahaan selama penanganan karhutla di Sumatera Selatan.
Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menyampaikan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memerlukan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah, petugas pemadam, aparat, relawan, dan dunia usaha perlu bergerak bersama agar upaya di lapangan dapat berjalan efektif. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting karena dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh petugas yang bekerja memadamkan api, tetapi juga oleh masyarakat dan lingkungan di wilayah terdampak. Karena itu, dukungan lintas sektor dibutuhkan untuk membantu penanganan darurat sekaligus mengurangi risiko yang ditimbulkan kebakaran.
Sulthani menegaskan Pertagas akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan. Koordinasi diperlukan untuk memastikan dukungan dapat melengkapi pekerjaan petugas, baik dalam bentuk bantuan logistik maupun pengerahan tim dan armada pemadam. Di saat yang sama, perusahaan tetap berupaya menjaga keandalan infrastruktur dan kelancaran pasokan gas kepada pelanggan. Layanan tersebut mencakup kebutuhan pelanggan industri, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta rumah tangga. Dengan demikian, respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan seiring upaya mempertahankan pelayanan energi bagi para pelanggan.
Perwakilan BPBD Sumatera Selatan, Dwi Zadine, menyampaikan apresiasi atas bantuan logistik serta pengerahan tim dan armada pemadam dari Pertagas. Ia menilai dukungan berupa makanan tambahan dan alat pelindung diri (APD) penting bagi petugas yang bekerja di tengah kondisi sulit. Makanan tambahan membantu menjaga stamina selama penanganan, sedangkan APD mendukung keselamatan petugas dari paparan asap pekat. Dukungan tersebut melengkapi upaya personel yang berada di lokasi kebakaran dan membantu mereka menjalankan tugas dengan lebih aman. Apresiasi itu juga mencerminkan pentingnya dukungan dunia usaha dalam merespons kebutuhan penanggulangan karhutla.
BPBD memandang kerja sama pemerintah dan dunia usaha dapat membantu mempercepat pemadaman, sekaligus memperkuat perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan. Pertukaran informasi dan koordinasi yang berkelanjutan memungkinkan bantuan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Bagi Pertagas, menjaga komunikasi dengan para pemangku kepentingan menjadi bagian dari upaya agar dukungan tetap tepat sasaran. Sinergi berbagai pihak diharapkan dapat menunjang tugas petugas, mengurangi dampak asap, serta membantu masyarakat menghadapi situasi darurat akibat karhutla di Sumatera Selatan.
Baca juga: Lanud Sjamsudin Noor Kerahkan Tangki Portable dan Gambut Injection di Kawasan Ring I Bandara Sjamsudin Noor Atasi Titik Api Karhutla | Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras | Atlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak Kategori Poomsae Tingkat Dunia di Korea Selatan






