Jakarta | Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa Indonesia memiliki dua kekuatan utama yang dapat menjadi modal untuk tumbuh sebagai negara kuat, yaitu sumber daya manusia dan sumber daya alam yang lengkap serta berlimpah. Pandangan tersebut menempatkan kapasitas masyarakat dan kekayaan yang tersedia di dalam negeri sebagai dua unsur penting bagi arah pembangunan Indonesia. Keduanya, menurutnya, merupakan bekal yang dapat mendukung negara untuk berkembang apabila dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
Dalam menjelaskan sumber daya alam Indonesia, Suahasil menyebut beragam kekayaan yang dimiliki, mulai dari hutan, mineral, laut, hingga daratan. Ragam tersebut menggambarkan kelengkapan potensi alam yang dapat dijumpai di wilayah Indonesia. Setiap jenis sumber daya merupakan bagian dari modal nasional, sementara keberadaannya bersama-sama memperlihatkan luasnya basis kekayaan alam yang tersedia. Ia menilai hanya sedikit negara yang memiliki kelengkapan serupa. Dengan demikian, kekayaan alam Indonesia bukan hanya berkaitan dengan satu komoditas atau satu bentang wilayah, melainkan mencakup berbagai unsur yang beragam.
Suahasil juga menggarisbawahi sumber daya manusia sebagai kekuatan yang berdampingan dengan kekayaan alam. Dalam kerangka tersebut, potensi Indonesia tidak semata-mata ditentukan oleh apa yang tersedia di darat, laut, dan hutan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat untuk mengembangkan serta mengelolanya. Kedua modal ini menjadi dasar bagi pembicaraan mengenai peluang Indonesia untuk tumbuh sebagai negara kuat. Pernyataannya mengajak perhatian pada hubungan kualitas manusia dan sumber daya yang dimiliki, tanpa memisahkan keduanya sebagai potensi yang berdiri sendiri. Pandangan itu disampaikan di forum yang berfokus pada inovasi teknologi dan investasi, sekaligus menegaskan bahwa modal manusia dan alam merupakan bagian penting dalam melihat prospek pembangunan Indonesia.
Dua pilar yang perlu dijaga agar modal Indonesia terus menggerakkan perekonomian adalah kualitas sumber daya manusia dan kualitas modal fisik, terutama infrastruktur. Suahasil menempatkan manusia sebagai unsur penting dalam kemampuan negara untuk tumbuh kuat dan produktif. Karena itu, investasi pada pendidikan dan kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan dipandang sebagai pengeluaran yang manfaatnya hanya terasa dalam jangka pendek. Penduduk yang memperoleh pendidikan bermutu dan layanan kesehatan memadai memiliki bekal lebih baik untuk bekerja, beradaptasi, serta berkontribusi pada kegiatan ekonomi. Peningkatan kualitas manusia juga membantu masyarakat mengambil bagian lebih luas dalam peluang pembangunan. Upaya tersebut perlu menjangkau berbagai kelompok dan wilayah, sehingga manfaat pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi pada sebagian penduduk.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat mendukung kebutuhan pendidikan dan kesehatan, tetapi penghimpunan sumber daya tidak harus bertumpu pada anggaran pemerintah semata. Sumber non-APBN, termasuk dukungan berbagai pihak, dapat melengkapi pembiayaan dan memperluas jangkauan layanan. Di samping itu, diperlukan upaya untuk menghimpun kekuatan masyarakat, baik melalui partisipasi maupun kerja sama dalam menyediakan kesempatan belajar dan menjaga kesehatan. Pendekatan yang melibatkan banyak pihak dapat membuat investasi sumber daya manusia lebih kuat dan berkesinambungan. Pemerintah tetap memiliki peran dalam menetapkan arah, menjaga akses, serta memastikan dukungan menjangkau kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pembiayaan publik, sumber lain, dan kontribusi masyarakat dapat saling melengkapi, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Pilar berikutnya ialah perbaikan kualitas modal fisik, termasuk infrastruktur yang mendukung kegiatan produksi dan menghubungkan masyarakat serta pusat-pusat ekonomi. Infrastruktur yang tersedia dengan baik dapat memperlancar mobilitas barang dan orang, menunjang akses terhadap layanan, dan membantu kegiatan usaha berjalan lebih efektif. Menurut Suahasil, pembangunan sebagian infrastruktur tetap perlu dilakukan oleh negara. Namun, hal itu tidak berarti seluruh biaya pembangunannya harus ditanggung pemerintah. Pembiayaan dapat melibatkan sumber dan pihak lain sesuai kebutuhan, sementara peran negara tetap penting dalam memastikan pembangunan berjalan searah dengan kepentingan publik. Pembagian peran tersebut memungkinkan kapasitas pembiayaan dimanfaatkan lebih luas dan memberi ruang bagi pemerintah untuk mengelola prioritas. Bersama investasi pada manusia, infrastruktur yang berkualitas menjadi penopang agar kekayaan dan potensi Indonesia dapat menghasilkan kegiatan ekonomi yang lebih produktif.Pilar ketiga dalam upaya memperkuat fondasi Indonesia adalah reformasi institusi. Suahasil menekankan bahwa kemajuan negara tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya atau kualitas manusia, tetapi juga oleh kemampuan institusi menjalankan fungsi secara baik. Tata kelola yang baik menjadi unsur penting karena membantu memastikan bahwa proses dan keputusan berlangsung dengan prinsip yang jelas, bertanggung jawab, serta berorientasi pada kepentingan bersama. Dengan institusi yang dikelola secara tepat, berbagai potensi dapat diarahkan secara lebih efektif untuk mendukung pembangunan.
Dalam pembenahan institusi, penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG juga mendapat perhatian. Prinsip tersebut menempatkan keberlanjutan dan tanggung jawab sebagai bagian dari cara institusi bekerja, bukan sekadar pertimbangan tambahan. Suahasil juga memandang penting keberadaan institusi yang dinamis, yakni institusi yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan kebutuhan zaman. Kemampuan untuk bergerak dan beradaptasi diperlukan agar tata kelola tetap relevan dalam menghadapi tantangan yang berkembang. Karena itu, reformasi institusi dipandang sebagai prasyarat untuk mencapai status negara maju. Tanpa pembenahan tata kelola dan penguatan kapasitas institusi, upaya memanfaatkan modal pembangunan berisiko tidak menghasilkan kemajuan yang kokoh dan berkelanjutan.
Pilar keempat adalah reformasi struktural yang dilakukan secara berkelanjutan. Reformasi ini merujuk pada pembenahan proses bisnis, cara kerja, serta hubungan antarinstitusi. Fokusnya bukan hanya pada perubahan dalam satu bagian, melainkan pada bagaimana keseluruhan proses dapat berjalan lebih baik dan saling mendukung. Proses bisnis yang dibenahi dapat membantu memperjelas alur kerja, sementara cara kerja yang diperbarui mendorong pelaksanaan tugas yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Hubungan antarinstitusi juga perlu ditata agar koordinasi dan keterkaitan di berbagai pihak berlangsung dengan baik.
Sifat berkelanjutan menjadi bagian penting dari pilar ini. Pembenahan struktural tidak berhenti setelah satu perubahan dilakukan, tetapi perlu terus diperhatikan seiring perubahan tantangan dan kebutuhan. Dengan demikian, reformasi institusi dan reformasi struktural saling melengkapi: yang satu memperkuat tata kelola serta dinamika institusi, sedangkan yang lain memperbaiki proses, cara kerja, dan hubungan di institusi. Keduanya menjadi fondasi penting bagi perjalanan Indonesia menuju negara maju.
Pilar kelima yang disampaikan Suahasil adalah stabilitas ekonomi dan kehidupan bermasyarakat. Dalam pandangannya, stabilitas bukan sekadar keadaan tanpa gejolak, melainkan landasan yang memungkinkan masyarakat dan pemerintah menjalankan kegiatan secara teratur. Ketika kondisi ekonomi dan sosial relatif terjaga, rumah tangga, pelaku usaha, serta lembaga publik dapat mengambil keputusan dengan kepastian yang lebih baik. Sebaliknya, ketidakpastian yang berkepanjangan dapat mengganggu perencanaan dan mengalihkan perhatian dari upaya meningkatkan kapasitas bangsa. Karena itu, stabilitas ditempatkan sebagai salah satu penopang penting bagi cita-cita Indonesia menjadi negara yang kuat, bersama kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan kekayaan alam secara bertanggung jawab.
Penekanan tersebut menunjukkan bahwa kemajuan tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi yang dimiliki Indonesia. Potensi perlu didukung lingkungan yang memungkinkan kebijakan dijalankan dan kehidupan masyarakat berlangsung secara tertib. Stabilitas ekonomi berkaitan dengan terjaganya pengelolaan perekonomian, sementara stabilitas kehidupan bermasyarakat mencakup kondisi yang memungkinkan warga beraktivitas dan berinteraksi dalam ruang bersama. Keduanya saling terkait dalam pandangan Suahasil: kemajuan membutuhkan ruang untuk merencanakan, bekerja, berinvestasi, dan membangun kehidupan kolektif.
Baca juga: Turnamen Voli Piala Panglima TNI di Samarinda Resmi Ditutup, PB Tesla Raih Juara Pertama SAMARINDA – Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0901/Samarinda resmi ditutup, Minggu (27/9/2026) malam. Acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Voli RT 17, Jl. Mulawarman Gang Tukang, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari tamu undangan, peserta turnamen, penonton, serta masyarakat sekitar. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M., Kasdim 0901/Samarinda Letkol Inf Y. Menri Sarungallo, S.E., M.Han., para Perwira Staf Kodim 0901/Samarinda, para Danramil jajaran Kodim 0901/Samarinda, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur Hartoyo, perwakilan sponsorship PT BAS H. Padil, para peserta turnamen dan masyarakat. Dalam sambutannya, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur, Hartoyo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut. Ia juga mengapresiasi peran TNI yang selama ini turut membantu masyarakat Kampung Bayur, Ia berharap TNI semakin solid dan kuat dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kampung Bayur Kelurahan Sempaja Utara, yang telah mendukung dan menyukseskan turnamen tersebut. “Turnamen Voli Piala Panglima TNI ini sudah berlangsung selama kurang lebih 10 hari dan malam ini merupakan puncaknya,” kata Dandim. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerja sama dan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat. Dandim berharap turnamen serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga dapat menjadi wadah untuk mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet bola voli di Kota Samarinda. Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan doa, pertandingan perebutan juara ketiga dan harapan satu antara PB Gajah Mungkur melawan PB Predator. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh PB Gajah Mungkur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan lomba busana dalam rangka HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sebelum memasuki pertandingan final perebutan juara pertama dan kedua. Pada pertandingan final, PB Tesla berhadapan dengan PB RR. Pertandingan berlangsung kompetitif hingga akhirnya PB Tesla berhasil meraih kemenangan dan keluar sebagai juara pertama. Adapun hasil akhir Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI di wilayah Kodim 0901/Samarinda yaitu Juara 1 PB Tesla, Juara 2 PB RR, Juara 3 PB Gajah Mungkur, dan Juara Harapan PB Predator. Seluruh rangkaian kegiatan penutupan Turnamen Voli Piala Panglima TNI selesai pada pukul 00.10 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan peringatan HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI, masyarakat, dan insan olahraga di wilayah Kota Samarinda. | Kekayaan Tak Terduga Kalapas Cibinong Rayakan Temuan Mewah






