Kediri, Jumat (5/6/2026) — Pagi itu, Lapangan Tembak Tathya Dharaka Polres Kediri tampak berbeda. Suara letupan senjata bergantian dengan tawa dan sorak-sorai para peserta menciptakan suasana yang hangat namun penuh konsentrasi. Hari itu, Polres Kediri menggelar lomba menembak antar-Forkopimcam se-Kabupaten Kediri, rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Tidak sekadar kompetisi, lomba ini menjadi momen untuk mengasah kemampuan menembak sekaligus memperkuat sinergi antar-camat, kapolsek, dan danramil di setiap kecamatan. Sejak pagi, setiap tim sudah tampak menyiapkan senjata revolver dan strategi masing-masing. Beberapa peserta terlihat menyesuaikan posisi kaki, fokus menatap sasaran, sementara yang lain saling memberikan tips dan motivasi.
Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, yang hadir bersama Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. David Nur H., menekankan bahwa lomba ini lebih dari sekadar adu ketepatan. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi media memperkuat komunikasi dan kebersamaan antar-aparat keamanan. “Bukan soal siapa tercepat atau paling akurat saja. Soliditas Forkopimcam adalah tujuan utama. Dengan koordinasi yang baik, tugas sehari-hari akan lebih mudah dan hasilnya terasa bagi masyarakat,” ujar Bramastyo.
Dandim David menambahkan, lomba ini sekaligus menjadi sarana membangun kepercayaan dan kerja sama antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah. “Ketika kami melihat camat, kapolsek, dan danramil bekerja sama di lapangan, itu menunjukkan kekompakan yang nyata. Sinergi ini harus terus dijaga agar Kabupaten Kediri tetap aman,” ujarnya.
Lomba dibagi menjadi tiga seri tembakan dengan jarak 15 meter. Dewan juri yang kompeten menilai setiap tembakan berdasarkan ketepatan, teknik, dan kedisiplinan peserta. Ketegangan terlihat saat peserta mengangkat senjata dan menyiapkan bidikan. Beberapa tim memilih menembak secara bergiliran, sementara yang lain menembak berpasangan, memanfaatkan strategi tim.
Persaingan ketat terlihat hingga pengumuman pemenang. Tim Forkopimcam Purwoasri keluar sebagai juara pertama, disusul Plemahan di posisi kedua dan Pagu di urutan ketiga. Untuk kategori juara harapan, Wates, Kunjang, dan Pare berhasil meraih posisi masing-masing. Sorak sorai dan tepuk tangan membahana saat pengumuman hasil. Banyak peserta mengaku lega sekaligus bangga karena hasil kerja sama tim mereka membuahkan prestasi.
Di sela lomba, suasana hangat tercipta. Peserta saling bercanda, bertukar strategi, dan berbagi pengalaman. “Ini bukan sekadar lomba, tapi kesempatan untuk mengenal rekan-rekan Forkopimcam lain lebih dekat. Kami belajar banyak soal teknik menembak sekaligus komunikasi tim,” ujar salah satu kapolsek. Keakraban ini menjadi bukti bahwa kekompakan antar-aparat bukan sekadar formalitas, tapi hubungan nyata yang dibangun di lapangan.
Warga sekitar lapangan juga menjadi saksi aktivitas ini. Mereka memuji keseriusan peserta sekaligus senang melihat aparat berinteraksi dengan masyarakat. “Melihat mereka berlatih bersama membuat kami merasa lebih aman. Mereka tampak disiplin dan kompak,” kata seorang ibu yang menonton lomba sambil menggendong anaknya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Senyum, jabat tangan, dan gesture kebersamaan menjadi simbol kekompakan Forkopimcam. Foto-foto ini tidak hanya untuk dokumentasi, tetapi juga menegaskan nilai-nilai disiplin dan solidaritas yang diharapkan dapat diteruskan dalam tugas sehari-hari.
Kapolres Bramastyo menegaskan, lomba menembak ini hanyalah salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Berbagai kegiatan sosial dan bakti masyarakat akan menyusul sepanjang bulan Juni. “Kami ingin masyarakat merasakan keberadaan Polri secara nyata, bukan hanya pada momen seremonial. Inilah cara kami mendekatkan aparat kepada warga,” jelasnya.
Selain aspek teknis, lomba ini menjadi sarana evaluasi bagi dewan juri. Mereka mencatat teknik menembak, ketenangan, dan kemampuan tim dalam bekerja sama. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi referensi Forkopimcam dalam meningkatkan kesiapan menghadapi situasi nyata di lapangan. “Kami ingin memastikan setiap anggota tidak hanya mahir secara individu, tapi juga mampu bekerja sama saat dibutuhkan,” kata salah satu juri.
Para peserta mengaku memperoleh pengalaman berharga. Mereka belajar strategi komunikasi, manajemen waktu, dan cara menghadapi tekanan kompetisi. Beberapa tim mencatat tips baru dari rekan tim lain, menunjukkan semangat belajar dan kolaborasi. “Selain menembak, kami belajar mengatur strategi, memimpin tim, dan tetap tenang di bawah tekanan,” ujar seorang camat.
Menjelang siang, lomba berakhir dengan kesan positif. Lapangan yang awalnya ramai mulai lengang, tetapi senyum para peserta dan tepuk tangan warga tetap terasa hangat. Aktivitas ini berhasil memadukan kompetisi, pembelajaran, dan hiburan dalam satu rangkaian acara.
Dandim David menekankan bahwa lomba menembak menumbuhkan rasa tanggung jawab. “Forkopimcam yang solid, disiplin, dan terlatih akan lebih efektif menjaga keamanan wilayah. Hari ini kami melihat bukti nyata sinergi itu,” ujarnya.
Kapolres Bramastyo menambahkan bahwa kegiatan ini menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin, dan kerja sama. “Setiap tembakan adalah cerminan strategi, kesabaran, dan koordinasi. Nilai ini harus dibawa ke tugas sehari-hari,” kata Bramastyo.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi Forkopimcam lain untuk meningkatkan kemampuan, memperkuat koordinasi, dan membangun hubungan personal antar-aparat. Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan pengingat bahwa kerja sama lintas instansi adalah fondasi keamanan dan kemajuan Kabupaten Kediri.
Sejumlah peserta menyatakan bangga dan termotivasi. “Lomba ini mengajarkan kerja sama, disiplin, dan komunikasi efektif. Kami merasa lebih siap menghadapi tantangan di lapangan,” ujar seorang kapolsek.
Warga yang menonton lomba juga memberi komentar positif. Mereka menilai bahwa kegiatan seperti ini menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan terhadap aparat. “Melihat mereka berlatih dan bekerja sama membuat kami merasa lebih tenang. Keamanan Kabupaten Kediri terasa nyata,” ujar seorang ibu.
Menjelang penutupan, seluruh peserta berkumpul untuk sesi foto bersama. Senyum, jabat tangan, dan gestur kebersamaan menghiasi momen itu. Foto ini menjadi simbol bahwa Forkopimcam dapat bekerja sama harmonis, baik dalam lomba maupun dalam tugas sehari-hari.
Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 akan terus berlangsung sepanjang Juni dengan berbagai kegiatan sosial dan bakti masyarakat. Lomba menembak hanyalah salah satu cara mempererat hubungan antar-aparat sekaligus menunjukkan profesionalisme Forkopimcam kepada masyarakat.
Polres Kediri berharap kegiatan ini mendorong Forkopimcam untuk meningkatkan kemampuan teknis, membangun koordinasi, dan menumbuhkan solidaritas. Dengan begitu, setiap tantangan di lapangan dapat dihadapi dengan disiplin, percaya diri, dan kerja sama yang baik.
Hari itu, Lapangan Tembak Tathya Dharaka tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga tempat belajar, membangun relasi, dan menumbuhkan rasa aman bagi masyarakat. Momentum ini membuktikan bahwa sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah adalah kunci menjaga ketenangan, kedamaian, dan kemajuan Kabupaten Kediri.
Dengan lomba menembak ini, Forkopimcam diharapkan menerapkan nilai disiplin, profesionalisme, dan solidaritas dalam setiap langkah tugas mereka. Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa kerja sama lintas instansi bukan sekadar slogan, tetapi kebutuhan nyata untuk menjaga Kabupaten Kediri tetap aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh warga.













Respon (1)