Dua Hari Dicari, Raden Soleh Ditemukan Selamat di Cikembang

Dua Hari Dicari, Raden Soleh Ditemukan Selamat di Cikembang

Kabupaten Sukabumi | Raden Soleh Putra, anak berusia delapan tahun asal Kampung Cibodas, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, ditemukan dalam keadaan selamat pada Senin (26/10/2026). Ia ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB di wilayah Cikembang, setelah sebelumnya dilaporkan hilang selama dua hari. Informasi mengenai penemuan tersebut dikonfirmasi Kapolsek Cikembar, Iptu Yadi Suryadi.

Sebelum dinyatakan hilang, Raden berpamitan untuk membeli tahu krispi. Namun, setelah kepergiannya, ia tidak segera kembali dan keluarga melaporkan keberadaannya kepada pihak terkait. Pencarian berlangsung selama dua hari hingga kabar ditemukannya Raden di Cikembang diterima pada Senin siang. Keterangan yang disampaikan menyebutkan bahwa anak tersebut ditemukan selamat.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena menyangkut seorang anak yang tidak diketahui keberadaannya selama dua hari. Raden diketahui berasal dari Kampung Cibodas, Desa Bojongraharja, yang berada di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Setelah pencarian berlangsung, ia ditemukan di wilayah Cikembang sekitar pukul 14.30 WIB. Kapolsek Cikembar Iptu Yadi Suryadi mengonfirmasi kabar tersebut.

Informasi yang tersedia mengenai peristiwa ini mencakup waktu dan lokasi penemuan, kondisi Raden saat ditemukan, serta keterangan bahwa ia sebelumnya berpamitan membeli tahu krispi. Tidak ada keterangan tambahan mengenai bagaimana ia berada di Cikembang atau detail lain selama dua hari tersebut. Karena itu, hal yang dapat dipastikan dari informasi yang disampaikan adalah Raden telah ditemukan dalam keadaan selamat setelah dilaporkan hilang.

Dengan ditemukannya Raden pada Senin, pencarian terhadap anak berusia delapan tahun itu berakhir setelah berlangsung selama dua hari. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kapolsek Cikembar dan menyebutkan lokasi penemuan di wilayah Cikembang. Raden merupakan warga Kampung Cibodas, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Sebelumnya, ia berpamitan untuk membeli tahu krispi sebelum dilaporkan hilang.

Menurut keterangan Yadi, penemuan Raden Soleh bermula ketika seorang tetangganya hendak pergi ke Cibadak. Dalam perjalanan, tetangga tersebut melihat seorang pemuda sedang berjalan di kawasan Cikembang. Sekilas, sosok itu tampak seperti Raden, yang sebelumnya telah dicari selama dua hari. Karena merasa mengenali wajahnya, tetangga itu kemudian mendekat untuk memastikan identitas pemuda tersebut.

Setelah menghampiri, tetangga itu dapat memastikan bahwa orang yang ditemuinya memang Raden Soleh. Saat itu, Raden sedang bersama seorang pengamen yang tidak dikenal oleh tetangga tersebut. Keterangan yang disampaikan Yadi hanya menjelaskan keberadaan Raden bersama orang itu ketika ditemukan. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai siapa pengamen tersebut ataupun hubungan keduanya, sehingga hal tersebut tidak dapat disimpulkan dari peristiwa penemuan ini.

Informasi dari warga sekitar menjadi bagian penting dalam proses pencarian. Pengenalan tetangga terhadap Raden memungkinkan kabar mengenai keberadaannya segera disampaikan kepada keluarga. Perhatian terhadap orang yang dijumpai di jalan, disertai tindakan untuk menghampiri dan memastikan identitasnya, membantu mempertemukan kembali Raden dengan pihak yang mencarinya. Langkah sederhana itu menunjukkan bahwa keterangan masyarakat dapat berperan nyata ketika seseorang dilaporkan belum pulang.

Penemuan di Cikembang mengakhiri pencarian selama dua hari dan memastikan Raden ditemukan dalam keadaan selamat. Berdasarkan cerita Yadi, titik pentingnya adalah seorang tetangga melihat Raden saat melintas, mengenalinya, lalu memeriksa langsung sebelum menyampaikan informasi. Warga yang mengetahui ciri-ciri orang yang dicari dapat membantu dengan melaporkan temuan kepada keluarga atau pihak berwenang, tanpa menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi. Dalam kejadian ini, keterangan tetangga menjadi petunjuk yang membantu keluarga mengetahui lokasi Raden. Informasi tersebut juga menegaskan pentingnya komunikasi warga dan keluarga selama pencarian berlangsung, terutama ketika seseorang terlihat di wilayah yang sebelumnya belum diketahui. Dengan demikian, penemuan Raden di Cikembang berawal dari pengamatan dan kepedulian seorang tetangga, serta informasi masyarakat yang diteruskan secara tepat.Dalam pemeriksaan awal setelah ditemukan di Cikembang, Raden Soleh memberikan keterangan mengenai bagaimana ia bisa berada jauh dari lingkungan rumah. Yadi menyampaikan bahwa menurut pengakuan Raden, pada mulanya ia tidak berniat pergi jauh. Kepergiannya disebut berawal dari ajakan seorang anak laki-laki yang diperkirakan berusia sekitar 11 tahun untuk mencari barang bekas atau rongsokan. Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi awal yang diperoleh setelah Raden ditemukan dalam keadaan selamat, usai dua hari dicari. Pihak kepolisian menyampaikan cerita itu dengan merujuk pada pengakuan Raden, bukan sebagai kesimpulan mengenai seluruh rangkaian kejadian.

Menurut penuturan Raden sebagaimana disampaikan Yadi, ajakan mencari rongsokan itu membuatnya ikut bersama anak tersebut. Raden mengaku tidak memiliki rencana untuk menjauh dari rumah, sehingga perjalanan yang kemudian membawanya ke Cikembang bukanlah tujuan yang sebelumnya ia tetapkan. Dalam pemeriksaan awal, ia menyebut dirinya diajak oleh anak laki-laki tersebut untuk mencari barang bekas. Usia anak itu diperkirakan sekitar 11 tahun. Informasi mengenai ajakan dan usia tersebut berasal dari keterangan Raden yang diteruskan oleh pihak kepolisian, sehingga perlu dipahami sebagai pengakuan awal yang disampaikan setelah ia ditemukan.

Raden juga mengaku kemudian ditinggalkan di Cikembang oleh anak yang mengajaknya. Rangkaian keterangan itu menjelaskan, menurut versinya, bagaimana ia dapat berada di lokasi tersebut meski semula tidak berniat pergi jauh dari lingkungan rumah. Yadi menyampaikan informasi ini berdasarkan pengakuan Raden dalam pemeriksaan awal. Dengan demikian, uraian mengenai ajakan mencari barang bekas, perjalanan hingga Cikembang, serta peristiwa ditinggalkan di sana bersumber dari cerita Raden sebagaimana disampaikan pihak kepolisian. Informasi tersebut memberi gambaran awal tentang keberadaan Raden selama pencarian, sementara detail kejadian yang lain tidak disebutkan dalam keterangan yang disampaikan Yadi.

Setelah ditemukan di kawasan Cikembang, Raden Soleh terlebih dahulu diperiksa dan dipastikan kondisinya oleh pihak kepolisian sebelum dipulangkan kepada keluarganya. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa anak itu berada dalam keadaan aman serta dapat kembali ke rumah orang tuanya. Setelah dipastikan kondisinya, Raden kemudian diserahkan kembali kepada keluarga.

Raden telah kembali ke rumah orang tuanya dalam keadaan sehat, baik secara jasmani maupun rohani. Meski demikian, ia masih merasa takut setelah mengalami kejadian tersebut. Kondisi itu menjadi perhatian keluarga dan petugas, terutama dalam memastikan Raden dapat beristirahat dan kembali merasa aman di lingkungan rumah. Kepolisian memastikan keselamatan anak menjadi prioritas sebelum proses pemulangan dilakukan.

Sebelumnya, ibu Raden, Ida Nurhayati (40), menyampaikan bahwa anaknya keluar rumah pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Raden hendak membeli tahu krispi. Namun, setelah pergi, ia tidak kunjung pulang sehingga keluarga mulai khawatir dan melakukan pencarian. Kabar bahwa Raden telah ditemukan dan kembali ke rumah pun menjadi kelegaan bagi orang-orang terdekatnya setelah dua hari pencarian.

Kepolisian mengimbau para orang tua agar lebih berhati-hati dalam menjaga dan mengawasi anak, khususnya ketika mereka bermain atau bepergian di luar rumah. Orang tua disarankan mengetahui tujuan anak, memastikan siapa yang mendampingi, serta menetapkan batas waktu dan area bermain yang aman. Anak juga perlu diingatkan untuk segera meminta bantuan kepada orang dewasa tepercaya jika merasa tersesat atau berada dalam situasi yang membuatnya takut. Pengawasan yang memadai dan komunikasi terbuka dapat membantu mencegah anak terpisah dari keluarga serta mempercepat respons apabila terjadi keadaan darurat.

Baca juga: Jasad Wanita Ditemukan di Lapangan Sepak Bola, Warga Geger | Namun, jika ditemukan adanya penyesuaian yang diperlukan, pemerintah telah menyiapkan skenario penerapan secara bertahap