TNI  

Bentengi Generasi Muda dari Paham Radikal, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1505/Tidore Gelar Sosialisasi di SMA Negeri 6 Haltim

Halmahera Timur – Dalam rangka membangun generasi muda yang cinta tanah air dan memiliki wawasan kebangsaan, Satgas TMMD Ke-129 <a href="https://pelitapers.com/kodim-1714-puncak-jaya-gelar-patroli-bersama-tni-polri-hadir-tak-sekadar-pengamanan-tapi-wujud-kepedulian-untuk-masyarakat-aman-dan-nyaman/”>Kodim 1505/Tidore menggelar sosialisasi tentang bahaya radikalisme kepada para siswa SMA Negeri 6 Halmahera Timur di Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Danramil 1505-03/Maba Kapten Inf. Stenli, Dan SSK TMMD Kapten Inf. Fardi Ruslan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 6 Halmahera Timur Ludia Rita Nyonyie, serta Bhabinkamtibmas Aipda Zulkifli, S.H.

Dalam kegiatan ini, Aipda Zulkifli, S.H. bertindak sebagai narasumber dengan menyampaikan materi mengenai bahaya radikalisme, paham intoleransi, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.

Ia menjelaskan bahwa radikalisme dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) apabila tidak diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, para pelajar diharapkan mampu menyaring setiap informasi yang diterima, terutama dari media sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Sementara itu, Dan SSK TMMD Ke-129 Kapten Inf. Fardi Ruslan menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan salah satu sasaran nonfisik TMMD yang bertujuan meningkatkan wawasan kebangsaan dan membentuk karakter generasi muda agar memiliki jiwa nasionalisme, cinta tanah air, serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga persatuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga keutuhan bangsa, memperkuat semangat kebangsaan, serta menjadi generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan mampu menangkal segala bentuk paham radikal yang dapat mengancam persatuan Indonesia, ungkap Fardi.

Wakasek Kesiswaan SMA Negeri 6 Halmahera Timur, Ludia Rita Nyonyie, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi para siswa sebagai bekal untuk memahami bahaya radikalisme dan pentingnya menjaga toleransi serta kerukunan dalam kehidupan sehari-hari, pungkas Ludi. (Pen Kodim 1505)