BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 19 September 2026, Pemilik kapal KM Virgo Transport 8 telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh terhadap keluarga korban insiden yang terjadi di laut Jawa. Dalam pernyataannya, pemilik kapal mengungkapkan bahwa mereka akan memberikan dukungan tanpa adanya syarat tertentu yang memberatkan atau tuntutan dari pihak keluarga. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan itikad baik dan kepedulian terhadap situasi yang sulit yang dihadapi oleh keluarga yang ditinggalkan.
Pernyataan ini muncul setelah beredarnya surat yang menyebutkan adanya kompensasi kepada keluarga korban. Dalam surat tersebut terdapat klausul yang mengindikasikan bahwa keluarga korban dilarang untuk menuntut lebih lanjut, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan keluarga. Memahami sensitivitas isu ini, pemilik kapal dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada niatan untuk membatasi hak-hak keluarga korban.
Dalam konteks ini, pemilik kapal berkomitmen untuk menyediakan bantuan finansial yang diperlukan oleh keluarga sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus hukum. Komitmen ini bukan hanya sekedar langkah formal, melainkan merupakan bagian dari usaha lebih besar untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap perusahaan pelayaran dan industrinya secara keseluruhan. Di dalam dunia pelayaran, kejadian-kejadian yang melibatkan insiden maritim selalu menjadi perhatian utama, dan tanggung jawab pemilik kapal dalam menangani situasi ini sangat krusial.
Dengan langkah ini, diharapkan dapat memberikan kelegaan psikologis bagi pihak keluarga, serta menjadi contoh bagaimana perusahaan pelayaran harus berperilaku dalam menghadapi situasi serupa di masa depan. Pemilik KM Virgo Transport 8 berharap bahwa dengan transparansi dan pendekatan yang bertanggung jawab, mereka dapat menjalin hubungan yang lebih baik dengan masyarakat dan mengurangi dampak negatif dari insiden tersebut.
Simson Fransiscus Riki, juru bicara pemilik kapal KM Virgo Transport 8, memberikan tanggapan terhadap surat pernyataan yang viral dan dianggap merugikan pihaknya. Menurutnya, isi dari surat tersebut tidak mencerminkan niat baik perusahaan dalam menangani dampak yang timbul akibat kecelakaan yang terjadi. Riki menegaskan bahwa pemilik kapal telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban, namun komunikasi terkait upaya tersebut belum tersampaikan dengan baik.
Riki menjelaskan bahwa selama ini, pemilik kapal sudah melakukan langkah-langkah konkret dalam mendukung keluarga yang terdampak. Bantuan yang diberikan mencakup aspek materi dan non-materi, demi memastikan bahwa kebutuhan keluarga korban diperhatikan secara seksama. Merespons surat pernyataan yang beredar, Riki menegaskan pentingnya untuk memisahkan fakta dan asumsi terkait situasi yang berlangsung.
Menurut Riki, perusahaan tidak ingin terjebak dalam perang media atau saling tuduh yang tidak produktif. Fokus utama mereka adalah untuk mendukung proses pemulihan dan berkontribusi kepada penyelesaian masalah yang dihadapi oleh semua pihak, khususnya keluarga para korban. Dia mengharapkan agar masyarakat dapat mengevaluasi informasi yang beredar dengan objektif dan tidak cepat percaya pada berita yang dapat menyesatkan. Dalam hal ini, komunikasi yang jelas dan terbuka sangat dibutuhkan untuk mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai posisi perusahaan di tengah situasi yang sulit ini.
Riki menekankan bahwa pihaknya sangat peduli dan merasakan duka yang dialami oleh keluarga korban. Dia berjanji akan terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka mencari solusi terbaik untuk permasalahan ini. Dengan demikian, harapan timbul agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang mengakibatkan reputasi perusahaan rusak akibat informasi yang tidak akurat.
Pemilik kapal KM Virgo Transport 8, Simson, memberikan penjelasan mengenai bantuan uang tunai yang telah disalurkan kepada beberapa keluarga korban. Sebesar Rp 500 ribu telah diberikan sebagai bentuk dukungan awal kepada mereka yang terdampak. Simson menegaskan bahwa bantuan tersebut bukanlah kompensasi akhir, melainkan langkah awal untuk menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap keluarga-keluarga tersebut yang sedang mengalami masa sulit.
Proses penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan sebagian dari beban ekonomi yang mungkin dihadapi oleh keluarga korban. Meskipun jumlah tersebut dapat dipandang sebagai kecil, Simson menggarisbawahi pentingnya dukungan moral dan material dalam situasi krisis. Seluruh upaya ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi mereka yang menderita akibat peristiwa yang tidak terduga ini.
Perusahaan saat ini masih dalam proses melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap situasi yang dihadapi oleh setiap korban. Tim manajemen KM Virgo Transport 8 berkomitmen untuk merencanakan bantuan yang lebih substansial dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Hal ini akan meliputi penilaian yang lebih mendalam mengenai kerugian yang dialami serta rencana pemulihan yang efektif. Tujuan jangka panjangnya adalah agar para korban dapat merasakan adanya perhatian dan dukungan yang berkelanjutan dari pihak perusahaan.
Dengan meyakinkan bahwa langkah-langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaannya, Simson berharap agar bantuan yang diberikan dapat menjadi awal dari proses pemulihan yang lebih baik bagi setiap keluarga korban. Melalui pendekatan yang berhati-hati dan penuh empati, KM Virgo Transport 8 bertekad untuk terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait guna memastikan keadilan bagi semua yang terdampak.
Simson, sebagai pemilik kapal KM Virgo Transport 8, menyatakan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah konkret dalam pengelolaan korban selamat setelah insiden yang menjelang baru-baru ini. Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah tidak memindahkan korban selamat dari tempat penginapan yang sudah disediakan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada mereka setelah melalui pengalaman yang traumatis.
Perusahaan lebih memilih untuk memfokuskan perhatian pada pemulangan para korban selamat yang merasa tidak nyaman di lokasi dan ingin berkumpul kembali dengan keluarga mereka. Dalam hal ini, pihak manajemen memahami betul bahwa dukungan emosional dan psikologis sangat penting bagi para korban. Oleh karena itu, mereka mengutamakan pelaksanaan prosedur pemulangan yang cepat dan terorganisir agar setiap individu dapat beristirahat dengan tenang di rumah masing-masing.
Sementara itu, tim SAR yang terlibat di lokasi kejadian juga melanjutkan kegiatan mereka. Mereka berperan penting dalam melakukan identifikasi terhadap korban dan memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat. Kegiatan ini bukan hanya berfokus pada pengembalian korban, tetapi juga melibatkan pencarian informasi yang akurat mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Dengan adanya koordinasi yang baik perusahaan dan tim SAR, diharapkan seluruh proses pemulangan dan identifikasi korban dapat dilakukan dengan efektif. Dalam situasi seperti ini, penerapan prosedur yang terencana dan komunikasi yang jelas sangat dibutuhkan untuk membuat semua pihak merasa lebih tenang dan terjamin. Upaya kolaboratif semacam ini menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap keselamatan dan kesejahteraan korban serta keluarga mereka.












