Depok | Kondisi lokasi Rusun Manggarai atau Maraya Residences masih menunjukkan bahwa proyek berada pada tahap persiapan dan belum memasuki pembangunan fisik. Area yang direncanakan untuk pembangunan tampak berupa lahan kosong dengan permukaan yang terdiri dari pasir dan batu. Dari kondisi yang terlihat, belum tampak perubahan menjadi area konstruksi aktif. Belum terlihat pula kendaraan proyek, pekerja, maupun material bangunan di lokasi. Keadaan ini menggambarkan bahwa kegiatan pembangunan belum berlangsung secara nyata di lapangan, sehingga calon pembeli maupun warga sekitar masih dapat melihat kawasan tersebut sebagai lahan yang belum dibangun.
Meski belum ada aktivitas konstruksi yang terlihat, area proyek telah dibatasi menggunakan papan berwarna putih. Pembatas itu menandai batas kawasan yang dipersiapkan untuk pembangunan rusun. Di bagian gerbang, terdapat akses yang kondisinya tidak terkunci. Keberadaan pembatas dan gerbang menjadi penanda bahwa lokasi telah ditetapkan sebagai area proyek, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa pekerjaan fisik sudah dimulai. Pengamatan terhadap lokasi saat ini masih memperlihatkan lahan terbuka, tanpa kendaraan proyek, pekerja, atau tumpukan bahan bangunan yang biasanya menyertai pelaksanaan konstruksi.
Selain lokasi utama yang dikenal sebagai Rusun Manggarai atau Maraya Residences, terdapat pula lahan Blok F di ujung Jalan Manggarai Utara VII. Area tersebut berada dekat dengan Blok G dan juga direncanakan untuk pembangunan rusun. Dengan demikian, rencana pengembangan hunian mencakup lebih dari satu lokasi di kawasan sekitar Manggarai. Namun, kondisi Blok F yang disebut sebagai lahan untuk rencana pembangunan tidak mengubah gambaran bahwa proyek belum memasuki tahap pembangunan fisik. Pada lokasi yang diamati, permukaan masih berupa pasir dan batu, pembatas papan putih telah terpasang, dan belum tampak kegiatan konstruksi. Informasi tersebut memberi gambaran kondisi lapangan saat ini tanpa menyimpulkan adanya pekerjaan lain yang belum terlihat atau belum disebutkan.Proyek rumah susun subsidi di Manggarai telah menjalani peletakan batu pertama pada Agustus 2026. Meski demikian, seremoni tersebut belum menandai dimulainya pembangunan fisik. Pelaksanaan konstruksi direncanakan baru dimulai pada Januari 2027, sehingga proyek saat ini masih berada dalam tahap persiapan. Jadwal tersebut merupakan target yang disusun untuk tahapan berikutnya, bukan kepastian bahwa pekerjaan akan dimulai tepat pada bulan tersebut.
Manager Corporate Communication KAL Properti, Bramantya Candrika, menyampaikan bahwa persiapan proyek masih berlangsung. Salah satu pekerjaan awal yang telah dituntaskan adalah pembersihan lahan di Blok G. Area yang disiapkan untuk proyek ini memiliki luas 6.925 meter persegi. Setelah pembersihan selesai, lahan tersebut dinyatakan siap untuk memasuki tahap berikutnya, yakni tahapan yang berkaitan dengan persiapan pelaksanaan pembangunan.
KAL Properti juga menjadwalkan proses pemilihan kontraktor pada Desember 2026. Proses ini menjadi salah satu langkah penting sebelum konstruksi fisik dapat dimulai. Setelah kontraktor dipilih, proyek ditargetkan memasuki tahap pembangunan pada Januari 2027. Namun, jadwal tersebut tetap bergantung pada penyelesaian proses persiapan dan pengadaan kontraktor, sehingga perlu dipahami sebagai rencana pelaksanaan.
Untuk keseluruhan proyek, penyelesaian pembangunan ditargetkan pada Agustus 2028. Rentang waktu tersebut mencakup tahapan konstruksi yang direncanakan setelah pekerjaan fisik dimulai. Dengan demikian, rangkaian jadwal yang disampaikan mencakup peletakan batu pertama pada Agustus 2026, pemilihan kontraktor yang dijadwalkan pada Desember 2026, awal pembangunan fisik yang ditargetkan pada Januari 2027, serta target penyelesaian pada Agustus 2028.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa proyek telah melewati tahap seremoni awal dan penyiapan lahan, tetapi belum memasuki konstruksi fisik. Pembersihan Blok G telah selesai, sementara pekerjaan berikutnya masih menunggu proses pemilihan kontraktor dan tahapan persiapan lainnya. Karena setiap tanggal merupakan jadwal atau target, perkembangan pelaksanaan tetap perlu dipantau seiring proyek bergerak menuju tahap pembangunan.
Di tengah tahap persiapan pembangunan rusun subsidi di Manggarai, perhatian terhadap rencana hunian tersebut mulai terlihat dari orang-orang yang datang ke sekitar lokasi. Maria, nama samaran seorang pedagang di kawasan itu, mengatakan bahwa ia beberapa kali melihat anak muda singgah untuk melihat area proyek. Menurut perkiraannya, jumlah pengunjung muda yang pernah ia amati mencapai belasan orang. Namun, ia menegaskan bahwa angka itu bukan hasil pencatatan, melainkan perkiraan berdasarkan pengamatannya sehari-hari.
Kunjungan tersebut juga tidak berlangsung rutin setiap hari. Karena itu, kesaksian Maria memberi gambaran tentang adanya rasa ingin tahu, bukan angka pasti mengenai jumlah calon pembeli atau tingkat permintaan. Sebagian orang, katanya, tampak ingin mengetahui seperti apa lokasi yang direncanakan menjadi tempat tinggal. Ia juga pernah melihat pasangan suami istri dari Depok yang datang karena tertarik membeli unit untuk anak mereka. Ketertarikan itu masih sebatas cerita yang ia saksikan, sementara rincian mengenai rencana pembelian pasangan tersebut tidak ia ketahui.
Tata, nama samaran pedagang lain di sekitar kawasan, juga kerap menerima pertanyaan dari orang yang datang. Mereka menanyakan proyek rusun dan lokasi rumah contoh. Jika ada yang bertanya, Tata biasanya mengarahkan mereka untuk melihat rumah contoh yang berada di dalam area. Meski demikian, pengunjung tidak selalu dapat bertemu penjaga rumah contoh, sebab kehadiran petugas tersebut tidak menentu. Situasi ini membuat sebagian orang mungkin hanya memperoleh informasi awal dari pedagang atau melihat area dari luar.
Pengamatan para pedagang menunjukkan bahwa proyek tersebut mulai menarik perhatian sebagian warga, terutama anak muda dan keluarga yang mencari hunian bagi anggota keluarganya. Namun, cerita itu belum dapat diperlakukan sebagai data resmi mengenai minat beli. Jumlah kunjungan tidak dihitung secara sistematis, frekuensinya berubah-ubah, dan ketertarikan yang disampaikan pengunjung belum tentu berujung pada pembelian. Untuk mengetahui perkembangan minat secara lebih terukur, diperlukan informasi langsung dari pihak pengelola atau proses pemasaran resmi setelah tahapan persiapan proyek berjalan lebih lanjut.
Rusun subsidi di Manggarai direncanakan menyediakan dua pilihan unit dengan luas dan harga yang berbeda. Tipe 21 meter persegi ditawarkan dengan harga mulai Rp294 juta, sedangkan tipe 45 meter persegi dibanderol Rp630 juta. Perbedaan luas tersebut memberikan calon penghuni pilihan sesuai kebutuhan ruang dan kemampuan anggaran, meskipun informasi harga ini masih terkait dengan rencana pengembangan hunian tersebut.
Hingga saat ini, unit rusun belum mulai dijual. Pengelola masih menyiapkan tahap awal pemasaran melalui nomor urut pemesanan atau NUP, yang ditargetkan mulai dibuka pada tahun ini. Karena proses penjualan belum berlangsung, calon pembeli masih berada pada tahap menunjukkan minat dan menunggu informasi lanjutan mengenai pemesanan. Pembukaan NUP akan menjadi langkah awal bagi mereka yang ingin memperoleh kesempatan memilih unit.
Data peminatan yang dihimpun KAI Properti menunjukkan bahwa calon penghuni yang tertarik berada pada rentang usia 25–35 tahun. Sekitar 57 persen dari kelompok peminat tersebut belum menikah. Sementara itu, pilihan terhadap tipe unit cenderung mengarah pada hunian yang lebih luas: sekitar 60 persen menyatakan minat pada tipe 45 meter persegi yang memiliki dua kamar tidur. Angka tersebut menggambarkan preferensi awal responden, bukan komposisi pembeli, karena penjualan belum dimulai.
Bramantya menilai tingginya perhatian dari kelompok usia muda menunjukkan bahwa generasi tersebut mulai merencanakan hunian pertama. Menurutnya, minat itu juga mencerminkan kebutuhan akan tempat tinggal yang terjangkau dan nyaman, sekaligus memiliki akses mudah ke transportasi.
Baca juga: Permintaan Program MBG Dorong Harga Ayam, Bapanas Siapkan Subsidi Distribusi | Penyaluran KLJ September 2026 Mulai Berjalan, Penerima Jakarta Masih Menanti Dana Masuk | Persiapan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
298 kunjungan





