Bekasi | Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin tersingkir dari Hylo Open 2026 setelah kalah dari pasangan Denmark nonunggulan, William Kryger Boe dan Rasmus Espersen, pada babak 16 besar. Ganda putra Indonesia yang berstatus unggulan keempat itu menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 14-21, 19-21. Pertandingan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026 dini hari WIB di Saarlandhalle, Saarbrücken, Jerman. Hasil tersebut membuat langkah Raymond dan Joaquin di turnamen berakhir, sekaligus mengakhiri keterlibatan wakil Indonesia pada nomor ganda putra Hylo Open tahun ini.
Hylo Open 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026. Karena itu, kekalahan di babak 16 besar terjadi pada pertengahan rangkaian kompetisi, ketika para peserta masih berjuang mengamankan tempat di babak-babak berikutnya. Saarlandhalle menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen di kota Saarbrücken, Jerman. Bagi Raymond dan Joaquin, status sebagai unggulan keempat menempatkan mereka di pasangan yang diperhitungkan, tetapi hasil undian mempertemukan mereka dengan Boe dan Espersen yang tampil sebagai pasangan nonunggulan Denmark.
Skor gim pertama menunjukkan pasangan Denmark mampu mengungguli wakil Indonesia dengan selisih tujuh poin. Raymond dan Joaquin kemudian berusaha menjaga peluang pada gim kedua, tetapi angka 19-21 memastikan kemenangan Boe dan Espersen dalam pertandingan tersebut. Kekalahan tipis pada gim penutup menandai berakhirnya kesempatan pasangan Indonesia untuk melanjutkan persaingan di turnamen ini. Meski selisih poin di gim kedua hanya dua, hasil pertandingan tetap ditentukan oleh kemampuan lawan menuntaskan gim pada momen penentu.
Tersingkirnya Raymond dan Joaquin juga berarti Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sektor ganda putra Hylo Open 2026. Perhatian kini beralih kepada rangkaian pertandingan lain yang masih berlangsung hingga jadwal penutupan turnamen pada 1 November. Bagi pasangan Indonesia, pertandingan di Saarbrücken berakhir lebih cepat dari harapan, sementara Boe dan Espersen melangkah ke babak selanjutnya setelah menundukkan unggulan keempat. Catatan hasil tersebut menjadi bagian dari persaingan ketat di turnamen bulu tangkis internasional yang digelar di Jerman itu.
Raymond Indra dan Joaquin syahrizal memulai gim pertama dengan tertinggal dari lawan. Mereka berada dalam posisi 1-7 sebelum berusaha mengejar perolehan angka. Namun, hingga interval, pasangan Indonesia masih terpaut enam poin dengan skor 5-11. Setelah jeda, Raymond dan Joaquin melanjutkan pertandingan dalam keadaan tertinggal dan belum mampu membalikkan keadaan. Gim pertama berakhir dengan skor 14-21, sehingga mereka harus berupaya menyamakan kedudukan pada gim kedua.
Pada gim kedua, Raymond dan Joaquin kembali menghadapi defisit angka sejak awal. Mereka tertinggal 2-6, lalu memasuki interval dengan skor 9-11. Selisih dua poin pada jeda tersebut membuat pertandingan masih terbuka, tetapi pasangan Indonesia tetap harus mengejar lawan setelah interval. Perolehan angka berlangsung hingga mereka memperoleh kesempatan untuk memperkecil jarak pada bagian akhir gim. Dalam situasi itu, Raymond dan Joaquin terus berusaha menempel perolehan poin lawan.
Upaya tersebut membawa skor mendekat menjadi 18-19. Jarak satu angka itu membuat akhir gim kedua berlangsung ketat, dengan Raymond dan Joaquin berada dalam posisi mengejar untuk menyamakan skor. Namun, mereka akhirnya kalah 19-21. Hasil tersebut memastikan pasangan Indonesia tersingkir setelah kalah dalam dua gim langsung, yakni 14-21 dan 19-21. Dengan demikian, perlawanan yang sempat membawa mereka mendekati lawan pada penghujung gim kedua belum cukup untuk memperpanjang pertandingan ke gim penentuan. Rangkaian skor menunjukkan bahwa kedua gim sama-sama dimulai dengan Raymond dan Joaquin tertinggal, sementara kesempatan paling dekat untuk mengejar terjadi menjelang akhir gim kedua. Setelah tertinggal pada awal pertandingan, mereka sempat menjaga peluang hingga skor 18-19, tetapi pertandingan ditutup dengan kekalahan dua angka pada gim tersebut. Kekalahan itu mengakhiri langkah Raymond dan Joaquin di Hylo Open, sekaligus membuat tidak ada lagi wakil ganda putra Indonesia yang bertahan di turnamen tersebut.Sebelum langkah mereka terhenti di Hylo Open, Raymond dan Joaquin lebih dahulu melewati ujian pada babak 32 besar. Pada Selasa, 27 Oktober 2026, pasangan ganda putra Indonesia itu berhadapan dengan wakil tuan rumah, Jonathan Dresp dan Simon Krax. Pertandingan berlangsung dalam tiga gim, dengan kedua pasangan saling bergantian mengamankan gim. Hasil tersebut membawa Raymond dan Joaquin ke babak 16 besar dan menjadi satu-satunya kemenangan yang disebut dalam perjalanan mereka pada turnamen ini. Laga itu juga menunjukkan bahwa mereka mampu merespons tekanan setelah kehilangan gim pembuka, tanpa harus menyerah terlalu dini. Meski akhirnya tersingkir pada babak berikutnya, kemenangan atas pasangan Jerman merupakan bagian penting dari kiprah mereka di ajang tersebut.
Gim pertama berakhir dengan skor 17-21 untuk keunggulan Dresp dan Krax. Dengan demikian, Raymond dan Joaquin tertinggal lebih dahulu dan perlu memenangkan dua gim berikutnya untuk menjaga peluang melaju. Pasangan Indonesia kemudian membalikkan keadaan pada gim kedua. Mereka mencatat skor 21-15, sekaligus menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Urutan skor itu memperlihatkan bahwa kekalahan awal tidak langsung menutup kesempatan mereka. Sebaliknya, Raymond dan Joaquin berhasil menjaga persaingan tetap terbuka, lalu menyelesaikan gim kedua dengan selisih enam poin. Dari sudut pandang hasil, respons tersebut menjadi momen penting dalam pertandingan, sebab kemenangan pada gim kedua membuat tiket ke babak 16 besar kembali diperebutkan oleh kedua pasangan.
Pada gim ketiga, Raymond dan Joaquin kembali mencetak 21 poin, sedangkan Dresp dan Krax memperoleh 15 poin. Kemenangan 21-15 itu memastikan pasangan Indonesia membalikkan hasil gim pertama dan mengamankan kemenangan pertandingan. Catatan skor lengkapnya adalah 17-21, 21-15, dan 21-15. Dengan hasil tersebut, mereka melewati babak 32 besar melalui pertarungan tiga gim, bukan kemenangan dua gim langsung. Keberhasilan itu mengantarkan mereka ke babak 16 besar Hylo Open, sebelum akhirnya tersingkir pada tahap selanjutnya. Laga melawan wakil Jerman tersebut menjadi bukti bahwa Raymond dan Joaquin mampu bangkit setelah tertinggal, sekaligus menandai satu-satunya langkah mereka yang berhasil melewati babak awal turnamen. Kemenangan itu menjadi konteks penting saat perjalanan mereka di Hylo Open ditinjau secara keseluruhan.
Tersingkirnya Raymond dan Joaquin memastikan langkah wakil Indonesia di sektor ganda putra Hylo Open 2026 berakhir. Dengan hasil tersebut, tidak ada lagi pasangan Indonesia yang tersisa pada nomor ganda putra turnamen ini. Kepastian itu datang setelah pasangan Raymond–Joaquin juga gagal melanjutkan kiprah mereka, menyusul hasil yang lebih dahulu dialami Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Sabar dan Reza lebih dulu gugur pada babak 16 besar. Mereka menghadapi pasangan Malaysia, Aaron Tai dan Yap Roy King, dalam pertandingan yang berakhir dua gim langsung. Pasangan Indonesia tersebut kalah dengan skor 20-22, 19-21. Angka itu menunjukkan bahwa selisih pada masing-masing gim tipis, tetapi hasil akhirnya tetap menempatkan Tai dan Yap sebagai pemenang pertandingan.
Hasil Sabar–Reza menjadi bagian dari rangkaian tersingkirnya wakil Indonesia di sektor tersebut. Setelah mereka tak mampu melewati babak 16 besar, Raymond dan Joaquin juga tidak berhasil menjaga keberadaan Indonesia di persaingan ganda putra Hylo Open 2026. Dengan demikian, kedua pasangan yang disebut dalam hasil ini sama-sama tidak melanjutkan pertandingan di turnamen tersebut.
Kekalahan Raymond dan Joaquin menutup keterlibatan Indonesia pada nomor.
Baca juga: Duel Seru Ganda Putra di Semifinal Asian Games 2026






