Jakarta | Persija Jakarta meraih kemenangan telak 5-1 atas Arema FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu malam, 21 Oktober 2026. Hasil ini menjadi sorotan karena Persija bukan hanya mengamankan kemenangan, tetapi juga memperkuat posisinya di puncak klasemen sementara. Setelah enam pertandingan, Macan Kemayoran mengoleksi 15 poin.
Keunggulan lima gol atas satu gol Arema membuat hasil pertandingan ini memberi dampak penting bagi catatan Persija pada awal musim. Dengan raihan 15 poin dari enam laga, tim ibu kota berada di posisi teratas klasemen sementara. Angka tersebut menjadi ukuran konkret dari hasil yang telah mereka kumpulkan sejauh ini, sekaligus menempatkan Persija dalam persaingan di papan atas kompetisi. Namun, klasemen masih bersifat sementara dan perjalanan liga masih berlanjut.
Kemenangan ini juga menjadi dasar bagi penilaian bahwa Persija layak disebut sebagai salah satu kandidat juara. Sebutan itu mencerminkan posisi dan hasil yang mereka capai, bukan kepastian mengenai hasil akhir musim. Bagi Arema, skor 1-5 menandai kekalahan dalam laga pekan keenam tersebut, sementara bagi Persija, tambahan poin menjaga mereka tetap di puncak untuk sementara. Perkembangan berikutnya akan ditentukan oleh hasil pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Dengan demikian, pertemuan di Bekasi menghadirkan dua hal utama: Persija menang 5-1 dan mengumpulkan 15 poin dari enam pertandingan. Kombinasi kemenangan besar dan posisi pertama memperkuat klaim bahwa Macan Kemayoran patut diperhitungkan dalam perebutan gelar BRI Super League 2026/2027. Meski demikian, hasil satu pertandingan tidak dengan sendirinya memastikan siapa yang akan menjadi juara. Persija masih harus menjaga konsistensi pada laga berikutnya, sedangkan klasemen dapat berubah seiring kompetisi berjalan. Untuk saat ini, kemenangan atas Arema menegaskan bahwa Persija memimpin persaingan sementara dengan bekal poin yang telah terkumpul hingga pekan keenam.
Persija Jakarta menutup pertandingan melawan Arema dengan kemenangan 5-1. Lima gol Macan Kemayoran tercipta dalam rentang waktu yang berbeda, dimulai sejak menit ke-10 dan berlanjut hingga masa tambahan babak kedua. Catatan pencetak gol menunjukkan Alexander Jeremejeff menjadi pemain pertama yang mencatatkan namanya di papan skor, lalu kembali mencetak gol sebelum turun minum. Setelah itu, Stjepan Loncar, Victor Dethan, dan Ivan Mamut ikut menyumbangkan gol bagi Persija.
Jeremejeff membuka keunggulan Persija pada menit ke-10. Gol tersebut menjadi gol pertama dalam pertandingan dan menempatkan namanya sebagai pencetak gol pembuka bagi tim ibu kota. Ia kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-45. Dengan dua gol dalam daftar pencetak gol Persija, Jeremejeff membukukan dwigol pada laga ini. Kedua golnya tercatat pada babak pertama, masing-masing pada menit ke-10 dan menit ke-45.
Memasuki babak kedua, Persija menambah gol melalui Stjepan Loncar pada menit ke-76. Empat menit berselang, tepatnya pada menit ke-80, Victor Dethan turut mencetak gol. Urutan tersebut membuat keunggulan Persija terus bertambah sebelum pertandingan memasuki menit-menit akhir. Tidak lama setelahnya, Ivan Mamut mencatatkan gol kelima Persija pada menit ke-90+2, atau pada masa tambahan waktu babak kedua.
Susunan waktu itu memperlihatkan bahwa gol Persija tersebar dari awal laga hingga masa tambahan, dengan Jeremejeff mencetak dua gol dan tiga pemain lain masing-masing menyumbang satu gol. Hingga peluit akhir, Persija unggul 5-1 atas Arema. Skor tersebut menjadi hasil akhir pertandingan. Rangkaian pencetak gol yang diketahui untuk Persija adalah Jeremejeff pada menit ke-10 dan ke-45, Loncar pada menit ke-76, Dethan pada menit ke-80, serta Mamut pada menit ke-90+2. Tidak ada rincian tambahan mengenai pencetak gol Arema dalam informasi yang tersedia, sehingga identitasnya tidak dicantumkan di sini.
Usai kekalahan telak Arema FC dengan skor 1-5 dari Persija Jakarta, pelatih Marcos Santos mengakui kualitas tim lawan dalam konferensi pers. Menurutnya, hasil pertandingan tersebut mencerminkan kemampuan Persija yang memang layak diperhitungkan dalam persaingan papan atas. Santos menilai Macan Kemayoran bukan sekadar tim yang sedang tampil baik, melainkan salah satu kandidat juara yang memiliki bekal kuat untuk bersaing sepanjang kompetisi.
Pengakuan itu juga berkaitan dengan konsistensi Persija sebagai penantang sejak awal musim. Santos memandang tim ibu kota telah menunjukkan kapasitas untuk bersaing, sehingga status kandidat juara bukan penilaian yang muncul hanya karena kemenangan besar atas Arema. Persija, dalam pandangannya, sudah memperlihatkan kekuatan yang patut diwaspadai sejak kompetisi dimulai. Kemenangan 5-1 tersebut menjadi gambaran konkret mengenai kualitas permainan dan daya saing yang dimiliki skuad asuhan Macan Kemayoran.
Santos turut menyoroti sejumlah faktor yang mendukung posisi Persija. Struktur klub yang kuat, investasi yang dilakukan, serta dukungan suporter menjadi bagian dari fondasi yang menurutnya membantu tim berkembang dan bersaing. Ketiga unsur itu memberi Persija sumber daya serta lingkungan yang mendukung ambisi olahraga mereka. Dukungan suporter, khususnya, juga menjadi bagian penting dari identitas klub dan dorongan bagi para pemain ketika bertanding. Penilaian tersebut menunjukkan bahwa Santos melihat keunggulan Persija secara menyeluruh, bukan hanya dari penampilan pada satu pertandingan.
Bagi Arema, hasil ini menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi saat berjumpa tim dengan kualitas dan dukungan sebesar Persija. Namun, pengakuan Santos juga menegaskan bahwa kekalahan tersebut tidak mengurangi arti performa lawan. Persija berhasil memanfaatkan peluang dan menunjukkan alasan mengapa mereka dianggap sebagai pesaing serius dalam perebutan gelar. Dengan kompetisi yang masih berjalan, status kandidat juara tetap harus dibuktikan melalui konsistensi pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Meski demikian, struktur klub, investasi, dan dukungan suporter membuat Persija memiliki fondasi untuk menjaga persaingan hingga akhir musim.
Kemenangan Persija Jakarta dengan skor 5-1 atas Arema FC menjadi bagian dari awal musim yang ditandai sejumlah hasil positif bagi Macan Kemayoran. Sebelum menghadapi Arema, tim ibu kota lebih dahulu menundukkan Borneo FC Samarinda 1-0. Hasil tersebut memberi Persija tiga poin dan membuka rangkaian kemenangan yang kemudian berlanjut. Dalam pertandingan berikutnya, Persija kembali meraih kemenangan, kali ini dengan mengalahkan Persib Bandung 2-1. Dua hasil itu memperlihatkan keberhasilan Persija mengumpulkan poin pada pekan-pekan awal, meski perjalanan mereka belum sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Perolehan tersebut menjadi latar sebelum Persija melanjutkan jadwal kompetisi dan menghadapi PSIM Yogyakarta.
Persija kemudian tampil meyakinkan saat berjumpa PSIM Yogyakarta dan meraih kemenangan 4-0. Skor itu menambah catatan positif mereka sebelum kemenangan besar atas Arema. Namun, rangkaian hasil tersebut sempat ternoda pada pekan kelima, ketika Persija kalah 2-3 dari Persita Tangerang. Kekalahan itu menjadi satu-satunya hasil negatif di kemenangan-kemenangan yang disebutkan dalam rentang awal musim ini. Setelah melewati laga melawan Persita, Persija kembali memperoleh hasil maksimal dengan menaklukkan Arema 5-1. Dengan demikian, kemenangan atas Arema datang setelah Persija mencatat kemenangan atas Borneo FC, Persib, dan PSIM, serta mengalami kekalahan dari Persita.
Hasil-hasil tersebut membentuk catatan Persija dalam enam pertandingan pertama musim ini. Kemenangan atas Borneo FC Samarinda dengan skor 1-0, Persib Bandung 2-1, PSIM Yogyakarta 4-0, dan Arema FC 5-1 menjadi empat kemenangan yang tercatat dalam rangkaian itu.
Baca juga: Antisipasi Kemacetan Saat Persija kontra Persib di Gelora Bung Karno | Persija Kembali Bergelut dengan Persib: Harapan untuk Sportivitas yang Tinggi | Persija Jakarta Hadapi Tantangan Bermain di Bali






