BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Persib Bandung menghadapi situasi sulit ketika bertemu Port FC dalam laga ASEAN Club Championship di Pathum Thani, Kamis (8/10). Memasuki fase akhir pertandingan, tim asal Bandung tersebut masih berada dalam posisi tertinggal 0-1. Keadaan itu membuat Persib harus segera menemukan respons agar peluang untuk membalikkan keadaan tetap terbuka.
Tekanan kemudian memperoleh titik balik melalui Jude Soonsup-Bell. Penyerang Persib itu mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-66. Eksekusi tersebut menjadi pembeda penting dalam pertandingan karena mengubah arah perjuangan Persib setelah sebelumnya berada dalam posisi tertinggal. Gol itu bukan sekadar mengurangi tekanan, melainkan juga memberikan dorongan bagi para pemain untuk terus mengejar hasil yang lebih baik.
Momentum tersebut menjadi awal kebangkitan Persib pada sisa waktu pertandingan. Setelah gol penalti Jude Soonsup-Bell, keyakinan tim untuk menekan Port FC semakin kuat. Persib tidak lagi hanya berupaya bertahan dari situasi sulit, tetapi mulai menunjukkan dorongan untuk mengambil kendali atas hasil pertandingan. Perubahan suasana itu berlangsung dramatis karena terjadi ketika waktu normal semakin mendekati akhir.
Dengan demikian, pertandingan di Pathum Thani menghadirkan perjuangan penting bagi Persib. Ketertinggalan 0-1 pada fase akhir sempat menempatkan mereka di ambang hasil mengecewakan. Namun, gol Jude Soonsup-Bell melalui penalti membuka jalan bagi kebangkitan yang kemudian membuat laga berubah secara dramatis. Tekanan yang awalnya menjadi ancaman justru bertransformasi menjadi energi bagi Persib untuk mengejar peluang hingga menit-menit terakhir pertandingan.
Persib akhirnya menyamakan kedudukan melalui Mariano Peralta pada menit ke-86. Gol tersebut menjadi titik penting dalam jalannya pertandingan karena hadir ketika waktu normal tersisa sedikit. Peralta menerima umpan dari Balsa Sekulic sebelum bergerak untuk mencari ruang di area pertahanan Port FC. Momen itu membuat serangan Persib kembali menghasilkan peluang yang berujung gol.
Dalam prosesnya, Peralta berhasil lolos dari kawalan pemain bertahan Port FC. Setelah mendapatkan ruang, ia melepaskan tembakan mendatar ke arah gawang. Bola tersebut melaju dan menaklukkan kiper Port FC, Bataican Falkesgaard, sehingga kedudukan berubah menjadi imbang. Gol yang tercipta pada menit ke-86 itu menjadi hasil dari rangkaian serangan Persib yang berakhir dengan penyelesaian Peralta.
Sebelum gol tersebut, Port FC masih berada dalam posisi unggul. Namun, gol Peralta mengubah momentum pertandingan. Kedudukan yang kembali seimbang memberi Persib kesempatan untuk melanjutkan tekanan pada sisa waktu pertandingan. Di sisi lain, Port FC harus menghadapi perubahan situasi setelah keunggulan mereka terhapus. Umpan Balsa Sekulic, pergerakan Peralta yang lepas dari kawalan, serta tembakan mendatar yang melewati penjagaan Falkesgaard menjadi rangkaian utama lahirnya gol penyama kedudukan itu.
Gol Mariano Peralta tidak hanya mengubah angka di papan skor, tetapi juga menjadi awal dari kebangkitan Persib pada fase akhir laga. Dengan waktu pertandingan yang masih tersisa, hasil imbang tersebut membuka kembali peluang bagi Persib untuk mengejar keunggulan. Perubahan momentum itu berlangsung setelah Peralta menuntaskan umpan Sekulic dan membuat gawang Port FC kembali bergetar.
Persib akhirnya berbalik unggul atas Port FC melalui gol yang tercipta pada menit kedua masa injury time. Gol tersebut menjadi puncak kebangkitan dramatis setelah Persib lebih dahulu berada dalam posisi tertinggal. Serangan yang menghasilkan keunggulan itu berawal dari umpan jauh Thom Haye, yang diarahkan ke area kiri pertahanan Port FC.
Luis Menalo membaca arah bola dengan baik dan segera memanfaatkannya. Ia menguasai umpan tersebut, kemudian melaju menyusuri sisi kiri pertahanan lawan. Pergerakan Menalo membuat lini belakang Port FC harus mundur dengan cepat, sekaligus membuka ruang bagi pemain Persib lain untuk mengikuti serangan. Dalam situasi tersebut, Menalo tetap tenang sebelum menentukan pilihan untuk meneruskan bola.
Di dekatnya, Berguinho bergerak mengikuti alur serangan dan berada dalam posisi yang siap menerima umpan. Menalo kemudian mengirimkan umpan datar ke arah rekannya itu. Bola melintas menuju Berguinho, yang segera mengambil keputusan untuk menyelesaikan peluang tanpa memberikan kesempatan kepada pertahanan Port FC melakukan intervensi.
Berguinho melepaskan tembakan menggunakan kaki kiri. Sepakannya mengarah ke sisi kiri gawang Port FC dan tidak mampu dihentikan penjaga gawang. Bola bersarang di dalam gawang, sekaligus mengubah keadaan menjadi keunggulan Persib. Rangkaian serangan tersebut memperlihatkan koordinasi yang efektif umpan jauh Thom Haye, akselerasi Menalo, dan penyelesaian akhir Berguinho.
Gol pada menit-menit terakhir itu membuat Persib berbalik unggul setelah sebelumnya tertinggal. Selain mengubah skor, momen tersebut juga menunjukkan ketahanan mental tim dalam menjaga tekanan hingga penghujung pertandingan. Menalo berperan penting sebagai penggerak serangan, sementara Berguinho memastikan peluang yang tercipta berakhir menjadi gol penentu keunggulan Persib atas Port FC.
Gol ketiga Persib lahir ketika masa injury time memasuki menit kelima. Luis Menalo menjadi penyelesai rangkaian serangan yang berlangsung cepat dan terukur, sekaligus memastikan kebangkitan dramatis Maung Bandung tidak berhenti pada dua gol penyama. Momen tersebut memperlihatkan ketenangan Persib dalam memanfaatkan ruang di lini pertahanan Port FC, meski pertandingan telah memasuki fase terakhir.
Serangan penentu itu bermula dari Berguinho yang mengirimkan umpan terobosan kepada Peralta di sisi kiri. Peralta kemudian bergerak melewati sisi kanan pertahanan Port FC sebelum melepaskan umpan lambung ke depan gawang. Bola tersebut melambung dengan arah yang tepat dan disambut Menalo melalui diving header. Sundulan tersebut mengubah kedudukan sekaligus menghadirkan ledakan kegembiraan bagi Persib. Penyelesaian Menalo juga menegaskan efektivitas kerja sama antarpemain dalam memanfaatkan momentum pada menit-menit krusial. Setelah sempat berada dalam tekanan, Persib mampu membalikkan keadaan melalui serangan yang dilakukan dengan keberanian, kecepatan, dan koordinasi yang baik.
Kemenangan ini menjadi awal yang manis bagi Persib dalam kiprahnya di ASEAN Club Championship. Tambahan tiga angka membuat Maung Bandung mengoleksi tiga poin dari pertandingan tersebut dan membawa modal penting untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi. Gol Menalo menjadi penutup sempurna bagi perjuangan Persib yang mencetak tiga gol dalam 11 menit akhir, sekaligus memperlihatkan karakter tim yang terus berusaha hingga peluit panjang. Persib selanjutnya akan menghadapi Shan United dari Myanmar di Gelora Bandung Lautan Api pada 19 November.







