Surabaya | Pertandingan lanjutan Super League Persebaya dan Persijap di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Jumat (30/10) malam, berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil tersebut membuat kedua tim masing-masing membawa pulang satu poin dari laga ini. Persijap lebih dulu mencetak gol, sementara Persebaya baru menyamakan kedudukan pada masa injury time. Dengan demikian, pertandingan yang berlangsung di kandang Persebaya itu ditutup tanpa pemenang. Kedua gol menjadi penentu skor akhir, dengan gol tuan rumah hadir pada penghujung waktu pertandingan. Persebaya dan Persijap pun mengakhiri pertemuan mereka dengan raihan poin yang sama, yakni satu poin bagi masing-masing tim.
Jalannya skor memperlihatkan Persijap mengambil keunggulan lebih dahulu dalam pertandingan tersebut. Persebaya kemudian berupaya mengejar ketertinggalan, dan gol penyama kedudukan tercipta ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu. Gol pada injury time itu mengubah keadaan menjadi 1-1 sebelum laga berakhir. Catatan penting dari pertemuan ini adalah urutan kedua gol: Persijap membuka skor, kemudian Persebaya membalas pada menit-menit akhir. Karena kedua tim masing-masing mencetak satu gol, hasil akhir ditetapkan sebagai seri. Tidak ada pemenang dalam duel di Surabaya tersebut, dan setiap tim memperoleh satu poin dari pertandingan lanjutan Super League ini.
Skor 1-1 menjadi hasil akhir setelah Persebaya mencetak gol penyama pada masa injury time. Persijap yang sempat berada di depan akhirnya harus berbagi poin dengan tuan rumah. Bagi Persebaya, gol yang hadir menjelang pertandingan usai memastikan mereka tidak menutup laga dengan kekalahan. Sementara itu, Persijap membawa pulang satu poin setelah keunggulannya disamakan. Pertandingan di Gelora Bung Tomo ini karena itu berakhir dengan pembagian poin bagi kedua kesebelasan. Hasil tersebut merangkum jalannya skor tanpa mengubah fakta utama: Persijap mencetak gol lebih dahulu, Persebaya membalas pada waktu tambahan, dan kedua tim menyelesaikan laga dengan kedudukan sama kuat, 1-1.
Persebaya lebih banyak menguasai bola pada babak pertama, tetapi dominasi tersebut belum cukup untuk menghasilkan gol. Tim Bajul Ijo berusaha mengatur tempo dan membangun serangan dari berbagai sisi, sementara Persijap memilih bertahan dengan rapat dan disiplin. Susunan pertahanan tuan rumah membuat ruang di sekitar kotak penalti sulit dimanfaatkan. Setiap kali Persebaya mencoba mempercepat aliran bola, pemain Persijap segera menutup jalur umpan dan membatasi pilihan serangan.
Masalah Persebaya terutama terlihat ketika memasuki sepertiga akhir lapangan. Pergerakan antarpemain belum padu, sehingga sejumlah upaya menyerang terhenti sebelum berkembang menjadi peluang bersih. Umpan terakhir kerap tidak menemukan sasaran, sedangkan pemain yang menerima bola mendapat tekanan ketat dari barisan belakang Persijap. Persebaya juga mencoba memanfaatkan situasi bola mati, tetapi kesempatan tersebut belum menghasilkan ancaman yang berujung gol. Penguasaan bola yang lebih baik pun belum tercermin dalam keunggulan pada papan skor.
Di sisi lain, Persijap beberapa kali mampu menciptakan bahaya melalui serangan balik dan tembakan dari luar kotak penalti. Pada menit ke-19, Kalezic melepaskan sepakan yang mengarah ke gawang. Reza Arya tampil sigap untuk menepis bola dan menjaga gawang Persebaya tetap aman. Enam menit berselang, Firulo mencoba peruntungannya lewat tendangan jarak jauh. Namun, upaya itu kembali gagal mengubah skor, sehingga kedudukan tetap imbang.
Ancaman berikutnya datang pada menit ke-30. Kesalahan Yuran Fernandes memberi Yaya Sogodogo kesempatan untuk memperoleh peluang di area berbahaya. Persijap berusaha memaksimalkan situasi tersebut, tetapi Persebaya masih mampu bertahan dan mencegah bola menjadi gol. Momen itu menunjukkan bahwa meski lebih sering menguasai permainan, Persebaya juga harus berhati-hati menghadapi tekanan lawan dan menghindari kesalahan di lini belakang.
Menjelang turun minum, Persebaya meningkatkan intensitas serangan pada lima menit terakhir babak pertama. Mereka berusaha menekan lebih tinggi dan mencari celah di pertahanan Persijap sebelum jeda. Akan tetapi, barisan belakang tuan rumah tetap terorganisasi, sementara penyelesaian akhir Persebaya belum cukup efektif. Hingga peluit turun minum berbunyi, seluruh usaha tersebut belum menghasilkan gol, dan kedua tim memasuki jeda dengan skor masih imbang.
Memasuki babak kedua, Persebaya langsung mengambil inisiatif dan berusaha menekan pertahanan Persijap. Tim tamu tampak ingin segera mengubah keadaan, dengan sejumlah upaya menyerang yang menguji konsentrasi barisan belakang tuan rumah. Namun, Persijap tetap menjaga susunan pertahanannya dengan rapat, sementara kiper Sendri Johansah tampil kukuh di bawah mistar. Ia mampu merespons ancaman Persebaya dan membuat peluang-peluang awal belum menghasilkan gol. Ketangguhan Sendri memberi Persijap ruang untuk bertahan dari tekanan sebelum kemudian melancarkan serangan cepat. Persebaya terus mencari celah, tetapi upaya mereka belum cukup untuk meruntuhkan pertahanan yang disiplin.
Persijap justru berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-55 melalui serangan cepat. Yaya Sogodogo mengirim crossing yang kemudian diselesaikan Vasko Kalezic menjadi gol. Keunggulan tersebut membuat Persebaya harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Mereka sempat memperoleh gol pada menit ke-63 melalui Juan Douglas, tetapi gol itu tidak disahkan. Douglas dinilai berada dalam posisi offside ketika menerima bola, sehingga skor tetap menguntungkan Persijap. Keputusan tersebut membuat Persebaya belum memperoleh hasil dari tekanan yang dibangun setelah tertinggal. Sementara itu, Persijap mempertahankan keunggulan dan tetap berusaha memanfaatkan ruang yang terbuka ketika lawannya menyerang.
Persebaya kemudian meningkatkan upaya untuk menyamakan kedudukan. Yan Mabella dimasukkan untuk menggantikan Gledson Paxao, sebagai bagian dari usaha menambah daya serang. Akan tetapi, serangan terbuka yang dibangun tim tamu belum mampu menembus pertahanan Persijap. Kesempatan dari bola mati pun belum membuahkan gol. Persijap tidak hanya bertahan; mereka beberapa kali berbahaya ketika melancarkan serangan balik. Pada menit ke-68, Kalezic kembali menunjukkan ancaman melalui aksinya, memaksa Persebaya tetap terhadap ruang yang ditinggalkan saat maju menyerang. Dengan skor masih berpihak kepada Persijap, Persebaya terus berupaya menemukan jalur menuju gawang, sedangkan tuan rumah menjaga kerapatan lini belakang dan berusaha mempertahankan momentum.
Persebaya akhirnya terhindar dari kekalahan saat menghadapi Persijap setelah mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time. Risto Mitrevski, yang masuk sebagai pemain pengganti, menjadi penentu bagi Bajul Ijo. Ia menyambut sepak pojok kiriman Francisco Rivera dengan sundulan yang mengarah ke gawang dan mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut memberi Persebaya kesempatan membawa pulang satu poin setelah tertinggal dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Gol Mitrevski tercipta ketika waktu normal telah berlalu dan menjadi momen penting bagi tim tamu. Rivera mengirimkan bola dari sepak pojok, lalu Mitrevski memenangi duel di udara untuk menuntaskan peluang. Para pemain Persebaya merayakan gol itu, sementara Persijap harus menghadapi tekanan pada sisa waktu pertandingan. Situasi bola mati tersebut akhirnya menjadi jalan bagi Persebaya untuk menyamakan skor.
Drama belum selesai setelah kedudukan kembali imbang. Pada menit ketiga injury time, Persebaya kembali memasukkan bola ke gawang Persijap. Namun, gol itu tidak disahkan. Wasit menilai Alex Martins melakukan pelanggaran terhadap kiper Sendri sebelum bola masuk, sehingga keputusan tersebut membuat skor tetap 1-1. Persebaya tidak memperoleh gol tambahan, dan Persijap pun mempertahankan hasil imbang hingga pertandingan berakhir.
Persebaya memulai laga dengan Reza Arya di bawah mistar. Barisan belakang diisi Catur Pamungkas, Walber, Yuran Fernandes, dan Jefferson Silva.
Baca juga: Tempat Menonton Bareng Duel Seru Persijap vs Persib di Bandung





