Denpasar | Sira Village di kawasan ekonomi khusus Kura Kura Bali akan menjadi lokasi Labdanation Fashion Week (LFW) Season III. Acara tersebut mengusung tema “Threads of Legacy” dan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026. Sunset Mandala Stage di Sira Village menjadi tempat yang telah ditetapkan untuk penyelenggaraan peragaan ini. Dengan demikian, nama lokasi, tema, edisi, dan tanggal menjadi pokok informasi mengenai agenda LFW yang akan berlangsung pada 2026.
Labdanation Fashion Week Season III merupakan edisi ketiga dari acara yang dikenal dengan singkatan LFW. Pada edisi ini, tema yang diangkat adalah “Threads of Legacy”. Tema tersebut menjadi penanda utama acara yang dijadwalkan berlangsung di Sira Village, kawasan ekonomi khusus Kura Kura Bali. Lokasi penyelenggaraan yang disebut secara khusus adalah Sunset Mandala Stage, sedangkan tanggal pelaksanaannya ditetapkan pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Acara ini diinisiasi oleh PT Labda Anugerah Tekstil. Perusahaan tersebut menjadi pihak penggagas Labdanation Fashion Week, termasuk untuk penyelenggaraan Season III. Informasi mengenai inisiator, tema, tempat, dan jadwal memberikan keterangan utama tentang perhelatan yang akan datang. LFW Season III dengan tema “Threads of Legacy” dijadwalkan berlangsung di Sunset Mandala Stage, Sira Village, pada tanggal yang telah ditentukan, yakni Rabu, 28 Oktober 2026.
Sira Village, yang berada di kawasan ekonomi khusus Kura Kura Bali, menjadi alamat lokasi acara dalam pengumuman ini. Di kawasan tersebut, Sunset Mandala Stage ditetapkan sebagai panggung penyelenggaraan Labdanation Fashion Week Season III. Penyebutan lokasi secara lengkap membedakan kawasan tempat acara berlangsung dari nama panggung yang menjadi tempat pelaksanaannya. Kedua keterangan itu merujuk pada satu agenda yang sama, yakni LFW edisi ketiga bertema “Threads of Legacy”.
Jadwal yang diumumkan menempatkan acara pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dengan tanggal tersebut, Labdanation Fashion Week Season III tercatat sebagai agenda mode yang akan berlangsung pada 2026 di Sira Village. Nama PT Labda Anugerah Tekstil tercantum sebagai inisiator acara. Rangkaian keterangan pokoknya mencakup penyelenggara, edisi, tema, lokasi, dan waktu. LFW Season III akan berlangsung di Sunset Mandala Stage dengan tema “Threads of Legacy”.
Dengan demikian, inti kabar mengenai Labdanation Fashion Week 2026 adalah penyelenggaraan Season III di Sira Village, kawasan ekonomi khusus Kura Kura Bali. Peragaan tersebut dijadwalkan pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Sunset Mandala Stage. Acara yang diinisiasi PT Labda Anugerah Tekstil itu mengangkat tema “Threads of Legacy”. Informasi tersebut merangkum pokok pelaksanaan LFW, sebagaimana tercantum dalam pengumuman mengenai edisi ketiganya.
Labdanation Fashion Week 2026 menghadirkan skala peragaan yang mencakup 30 model profesional dan 67 busana bersertifikasi ramah lingkungan. Jumlah tersebut menggambarkan susunan acara yang melibatkan banyak penampil sekaligus menampilkan koleksi dalam jumlah yang terukur. Setiap busana yang dibawakan telah memiliki sertifikasi ramah lingkungan, sebagaimana menjadi salah satu penanda utama peragaan ini. Dengan demikian, perhatian tidak hanya tertuju pada jumlah model dan busana, tetapi juga pada status sertifikasi yang dimiliki seluruh karya yang ditampilkan. Informasi mengenai skala tersebut memberi gambaran jelas tentang cakupan presentasi mode dalam agenda Labdanation Fashion Week 2026.
Ke-67 busana tersebut merupakan hasil kolaborasi lima pihak, terdiri atas empat merek fesyen lokal dan satu institusi pendidikan. Merek yang terlibat adalah Novel Mice, Unice, Kimmyra, dan Murotto Bali, sementara mitra dari lingkungan pendidikan adalah Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali. Penyebutan kelima nama ini memperlihatkan susunan kolaborator yang berada di balik koleksi bersertifikasi tersebut. Kerja bersama merek fesyen lokal dan institusi pendidikan menjadi bagian dari identitas koleksi yang dibawakan di panggung. Keterangan ini menegaskan siapa saja pihak yang berkontribusi, tanpa mengubah jumlah busana maupun peserta peragaan yang telah disebutkan.
Dalam pelaksanaannya, 30 model profesional akan membawakan seluruh 67 busana yang bersertifikasi ramah lingkungan. Peragaan itu menjadi ruang bagi karya kolaboratif dari Novel Mice, Unice, Kimmyra, Murotto Bali, dan IDB Bali untuk diperlihatkan kepada audiens. Skala tersebut menyatukan jumlah penampil, jumlah busana, serta identitas para mitra dalam satu presentasi. Kolaborasi merek lokal dengan institusi pendidikan juga memberi konteks pada asal koleksi, sementara sertifikasi menandai aspek lingkungan yang melekat pada semua busana yang tampil. Dengan komposisi itu, Labdanation Fashion Week 2026 menampilkan koleksi bersama dalam format peragaan profesional yang mencakup 67 karya dan melibatkan 30 model.
Labdanation Fashion Week 2026 (LFW 2026) membawa ambisi untuk mencatatkan rekor dunia melalui penampilan 67 koleksi busana bersertifikasi ramah lingkungan. Target yang dibidik adalah jumlah busana bersertifikasi sustainability terbanyak yang pernah ditampilkan dalam satu peragaan busana. Ambisi ini menempatkan aspek keberlanjutan sebagai salah satu sorotan utama acara, sekaligus memberi ruang bagi karya desainer dan pelaku kriya untuk memperlihatkan pendekatan mereka terhadap bahan, proses, dan rancangan yang lebih bertanggung jawab. Upaya menuju rekor tersebut juga menunjukkan bagaimana sebuah peragaan dapat menjadi wadah untuk mengangkat perhatian publik terhadap praktik fesyen berkelanjutan. Meski demikian, pencapaian rekor tetap bergantung pada proses verifikasi oleh pihak yang berwenang dan penerapan kriteria yang ditetapkan, sehingga jumlah koleksi yang ditampilkan tidak dengan sendirinya memastikan pengakuan resmi. Bagi penyelenggara dan peserta, penyajian 67 koleksi itu dapat menjadi kesempatan untuk menjelaskan makna sertifikasi serta memperkenalkan karya kepada audiens yang lebih luas.
Ambisi tersebut hadir dalam konteks industri kreatif yang memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia. Fesyen dan kriya tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga melibatkan rangkaian kegiatan yang mencakup perancangan, produksi, keterampilan, distribusi, dan promosi. Keterhubungan itu membuka peluang bagi beragam pelaku, mulai dari desainer dan perajin hingga usaha yang mendukung proses produksi. Peragaan busana seperti LFW dapat menjadi tempat untuk menampilkan karya, membangun jejaring, dan mempertemukan pelaku dengan calon mitra maupun konsumen. Namun, fungsi promosi acara perlu dibedakan dari ukuran kinerja ekonomi sektor secara keseluruhan. Dampak ekonomi industri ditentukan oleh banyak faktor, termasuk permintaan, kapasitas usaha, akses pasar, produktivitas, dan kondisi ekonomi yang lebih luas. Karena itu, LFW 2026 dapat dipahami sebagai bagian dari ekosistem fesyen dan kriya, bukan sebagai representasi tunggal seluruh industri nasional.
Data nasional menunjukkan bahwa PDB industri fesyen dan kriya pada triwulan I 2026 mencapai Rp120,13 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7,89 persen. Angka tersebut memberikan gambaran tentang skala dan perkembangan kedua subsektor dalam ekonomi kreatif Indonesia pada periode itu. Data ini merupakan konteks ekonomi yang relevan untuk membaca perhatian terhadap agenda fesyen, termasuk penyelenggaraan peragaan yang mengusung koleksi bersertifikasi ramah lingkungan. Namun, pertumbuhan tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai akibat dari LFW 2026. Kinerja PDB mencerminkan aktivitas sektor yang lebih luas, sementara acara ini memiliki lingkup dan waktu penyelenggaraan tersendiri. Dengan batasan itu, ambisi rekor dunia dan angka pertumbuhan dapat dibahas berdampingan tanpa mencampuradukkan hubungan sebab-akibat. LFW 2026 menyoroti potensi promosi fesyen berkelanjutan, sedangkan data ekonomi menjelaskan kontribusi industri fesyen dan kriya dalam skala nasional.
Dalam penyelenggaraan Labdanation Fashion Week 2026, rekam jejak PT Labda Anugerah Tekstil menjadi salah satu informasi yang disampaikan bersama upaya menghadirkan 67 koleksi bersertifikasi ramah lingkungan. Perusahaan tersebut tercatat sebagai pemegang rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada periode 2022–2024.
Baca juga: Aksi Sederhana untuk Lingkungan yang Lebih Baik | Penghematan Energi dan Lingkungan: Aksi Jakarta Dalam Memperingati Hari Ozon | Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta untuk Ciptakan Kesadaran Lingkungan






