Kabupaten Bojonegoro | Sebuah truk bermuatan semen mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Bojonegoro–Cepu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (21/10). Berdasarkan informasi awal, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.15 WIB. Truk itu dilaporkan oleng, keluar dari jalurnya, kemudian menabrak pohon di tepi jalan. Benturan membuat sopir terjepit di dalam kendaraan, tetapi ia dilaporkan selamat.
Kecelakaan ini melibatkan satu truk yang membawa muatan semen. Kendaraan tersebut sedang melintas di ruas jalan raya yang menghubungkan Bojonegoro dan Cepu sebelum akhirnya menabrak pohon. Urutan kejadian yang diketahui sejauh ini menunjukkan truk oleng terlebih dahulu, lalu bergerak keluar jalur dan menghantam pohon. Informasi awal belum menjelaskan alasan kendaraan kehilangan kendali, sehingga penyebab truk oleng belum dapat dipastikan.
Posisi sopir yang terjepit menjadi bagian penting dalam penanganan setelah tabrakan. Meski berada dalam kondisi tersebut, ia dinyatakan selamat. Keterangan mengenai keadaan lebih lanjut, termasuk tingkat cedera maupun proses evakuasi secara terperinci, belum tersedia dalam informasi awal. Karena itu, kondisi sopir setelah kejadian dan langkah penanganan yang dilakukan masih perlu menunggu keterangan resmi lebih lanjut.
Peristiwa di Kalitidu ini tercatat sebagai kecelakaan tunggal, bukan tabrakan yang melibatkan kendaraan lain berdasarkan laporan awal. Informasi yang telah diketahui mencakup jenis kendaraan, muatan, lokasi, perkiraan waktu, serta rangkaian kejadian hingga truk menabrak pohon. Belum ada keterangan terperinci tentang kerusakan kendaraan, dampak terhadap arus lalu lintas, atau faktor yang menyebabkan truk keluar jalur. Fakta-fakta tersebut penting dibedakan dari dugaan agar kronologi kecelakaan tetap disampaikan secara akurat. Perkembangan informasi selanjutnya diharapkan dapat menjelaskan penanganan di lokasi dan kondisi pengemudi tanpa mengasumsikan penyebab sebelum ada keterangan yang mendukung.
Benturan keras setelah truk menabrak pohon membuat Erik (33), yang bertugas sebagai kernet, terjepit di dalam kendaraan. Kondisi tersebut memerlukan penanganan khusus karena petugas harus mengeluarkannya dengan hati-hati dan mempertimbangkan keselamatan korban maupun tim penolong. Ruang gerak yang terbatas di dalam kabin juga menjadi perhatian saat proses penyelamatan disiapkan. Dalam keadaan seperti ini, upaya evakuasi tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa; kondisi kendaraan dan posisi korban perlu dinilai terlebih dahulu agar tindakan yang dipilih tidak menimbulkan risiko tambahan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Surabaya melalui Unit Siaga SAR Bojonegoro menerima laporan mengenai kejadian itu dari PSC 119 Bojonegoro pada pukul 11.30 WIB. Setelah informasi diterima, satu tim rescue diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 11.40 WIB. Tim tiba sekitar pukul 12.00 WIB untuk bergabung dalam penanganan bersama unsur terkait. Jarak waktu penerimaan laporan dan kedatangan tim digunakan untuk menyiapkan personel serta perlengkapan yang dibutuhkan dalam operasi. Respons tersebut menjadi bagian dari koordinasi layanan darurat agar penanganan korban dapat dilakukan secara terarah.
Setibanya di lokasi, petugas berkoordinasi dengan unsur SAR lain yang telah berada di sekitar kejadian. Tim kemudian melakukan asesmen terhadap situasi, termasuk kondisi kendaraan dan posisi Erik, sebelum menentukan langkah evakuasi yang aman. Koordinasi diperlukan agar masing-masing unsur memahami peran dan urutan tindakan selama proses penyelamatan berlangsung. Petugas juga perlu memastikan cara yang digunakan sesuai dengan kondisi lapangan, mengingat korban masih terjepit dan memerlukan penanganan khusus. Setelah asesmen, metode evakuasi ditetapkan dengan mengutamakan keselamatan korban serta personel yang bekerja. Langkah ini menjadi tahap penting sebelum upaya mengeluarkan kernet dari kendaraan dilakukan, sekaligus membantu mencegah risiko yang dapat muncul ketika kendaraan atau bagian kabin ditangani. Penanganan terkoordinasi memungkinkan tim bergerak berdasarkan informasi yang sama dan menyesuaikan tindakan dengan keadaan di lokasi.
Proses penyelamatan dimulai dengan memastikan posisi truk yang menabrak pohon tidak berubah selama penanganan berlangsung. Sebelum membuka akses ke kabin, petugas menstabilkan kendaraan menggunakan sling winch yang dipasang pada mobil pemadam kebakaran. Langkah awal ini menjadi bagian penting dari evakuasi karena kendaraan perlu berada dalam posisi terkendali sebelum tim bekerja di sekitar bagian yang mengalami benturan. Dengan stabilisasi tersebut, petugas dapat melanjutkan penanganan secara bertahap dan lebih aman.
Sling winch digunakan untuk membantu menjaga truk tetap stabil ketika tim bersiap melakukan ekstrikasi. Petugas terlebih dahulu menilai bahwa posisi kendaraan telah cukup stabil sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Urutan ini menempatkan pengamanan kendaraan sebagai prioritas, bukan langsung membuka akses menuju korban. Dalam penanganan kecelakaan seperti ini, memastikan kendaraan tidak bergerak menjadi langkah teknis yang mendukung keselamatan petugas maupun korban selama proses evakuasi.
Setelah truk dinilai stabil, tim kemudian melakukan ekstrikasi dengan membuka akses melalui pintu kendaraan. Akses tersebut digunakan untuk mengeluarkan sopir yang terjepit di dalam truk. Proses dilakukan setelah upaya stabilisasi selesai, sehingga petugas dapat bekerja menuju korban tanpa mengabaikan kondisi kendaraan. Pembukaan pintu menjadi tahapan berikutnya dalam rangkaian penyelamatan, bukan langkah yang dilakukan sebelum truk diamankan.
Secara berurutan, penanganan mencakup pemasangan sling winch pada mobil pemadam kebakaran, stabilisasi posisi truk, penilaian bahwa kendaraan telah stabil, lalu pembukaan akses melalui pintu untuk mengevakuasi korban. Rangkaian ini menggambarkan pendekatan teknis yang terarah: kendaraan diamankan terlebih dahulu, kemudian petugas melaksanakan ekstrikasi. Pengaturan tahap tersebut mendukung evakuasi yang aman dan memungkinkan korban dikeluarkan dari kendaraan setelah posisi truk terkendali. Setiap langkah terkait dengan tujuan yang sama, yakni menjaga penanganan tetap terukur selama proses penyelamatan berlangsung.
Erik berhasil dikeluarkan dari truk yang menabrak pohon pada pukul 12.40 WIB. Proses evakuasi tersebut mengakhiri upaya penyelamatan terhadap pengemudi yang sebelumnya terjepit di dalam kendaraan. Setelah berhasil dikeluarkan, Erik dinyatakan dalam keadaan selamat. Keberhasilan mengeluarkan korban menjadi tahap penting dalam penanganan insiden di Bojonegoro, sebelum ia dibawa untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Informasi mengenai evakuasi ini menegaskan bahwa korban dapat dipindahkan dari lokasi kejadian dengan bantuan tim yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
Usai dievakuasi, Erik dibawa menggunakan ambulans PSC 119 Bojonegoro menuju RSUD Bojonegoro. Pengangkutan tersebut dilakukan agar ia dapat memperoleh penanganan medis lanjutan di rumah sakit. Rangkaian penanganan berlangsung dari proses mengeluarkan korban dari truk hingga membawa Erik ke fasilitas kesehatan. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi medisnya setelah tiba di rumah sakit. Informasi yang disampaikan hanya menyebutkan bahwa Erik selamat saat berhasil dikeluarkan dan kemudian dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator, menyampaikan bahwa keberhasilan evakuasi didukung kerja sama dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam operasi menjadi bagian penting dari proses penyelamatan hingga korban berhasil dikeluarkan. Koordinasi tersebut juga mendukung kelanjutan penanganan, termasuk pemindahan Erik menggunakan ambulans PSC 119 Bojonegoro ke RSUD Bojonegoro. Pernyataan itu menyoroti kontribusi bersama dalam operasi, tanpa mengubah urutan kejadian yang dilaporkan: korban dikeluarkan pada pukul 12.40 WIB dalam keadaan selamat, lalu dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Baca juga: Menggelegar di Surabaya! Kontingen Kodim Bojonegoro Borong Medali di ‘Open Tournament Taekwondo’ Piala Panglima TNI 2026 | Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim Bojonegoro Gelar Baksos Kesehatan dan Bagi Sembako untuk Warga | Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim Bojonegoro Gelar Baksos Kesehatan dan Bagi Sembako untuk Warga





