Gempa M4,4 Berpusat di Laut Bengkulu Utara Terasa di Sejumlah Wilayah

Gempa M4,4 Berpusat di Laut Bengkulu Utara Terasa di Sejumlah Wilayah

BENGKULU, BENGKULU — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Gempa bumi bermagnitudo 4,4 mengguncang wilayah Bengkulu Utara pada Kamis malam, 8 Oktober 2026. Peristiwa tersebut tercatat terjadi pada pukul 22.23 WIB berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gempa itu menjadi peristiwa yang tercatat pada malam hari di wilayah Bengkulu Utara, dengan pusat gempa berada di laut.

Informasi mengenai gempa disampaikan BMKG sebagai laporan awal terkait kejadian seismik tersebut. Magnitudo 4,4 menunjukkan kekuatan gempa sebagaimana tercatat dalam pemantauan BMKG. Waktu kejadian, lokasi wilayah, serta posisi pusat gempa menjadi bagian utama dari keterangan yang diberikan lembaga tersebut mengenai guncangan pada Kamis malam.

Dengan demikian, gempa M4,4 itu berpusat di laut Bengkulu Utara dan terjadi pada 22.23 WIB. Penyebutan lokasi pusat gempa menjadi penanda utama dalam laporan peristiwa ini, sementara Bengkulu Utara merupakan wilayah yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Berita ini berfokus pada pencatatan gempa berdasarkan informasi BMKG, tanpa menguraikan keadaan lain di luar data waktu, magnitudo, wilayah, dan lokasi pusat gempa yang telah disampaikan.

Menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 tersebut memiliki episentrum di wilayah laut Bengkulu Utara. Lokasi pusat gempa menjadi salah satu parameter utama dalam informasi kejadian yang disampaikan kepada masyarakat. BMKG mencatat posisi episentrum berada sekitar 71 kilometer di sebelah barat Bengkulu Utara. Keterangan ini memberikan acuan geografis mengenai letak pusat gempa berdasarkan wilayah terdekat yang digunakan dalam pelaporan.

Dengan demikian, titik pusat gempa disebut berada di perairan sebelah barat Bengkulu Utara, bukan di wilayah daratan Bengkulu Utara. Jarak 71 kilometer menjadi penanda posisi episentrum terhadap kawasan tersebut. Informasi mengenai arah dan jarak ini disampaikan sebagai bagian dari data lokasi kejadian, sehingga masyarakat dapat memahami letak pusat gempa sebagaimana tercatat dalam laporan BMKG. Parameter lokasi tersebut juga menjadi pembeda titik episentrum dan wilayah lain yang berada di sekitarnya.

Selain posisi, BMKG mencatat bahwa gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer. Angka kedalaman ini merupakan bagian penting dari parameter kejadian dan dicantumkan bersama informasi mengenai kekuatan serta lokasi episentrum. Dengan data tersebut, keterangan utama gempa mencakup magnitudo 4,4, pusat gempa di laut, posisi sekitar 71 kilometer sebelah barat Bengkulu Utara, dan kedalaman 10 kilometer. Seluruh parameter itu merangkum informasi dasar mengenai lokasi serta ukuran kejadian gempa yang dilaporkan BMKG.

Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 4,4 dirasakan di lebih dari satu wilayah di Provinsi Bengkulu. Informasi mengenai cakupan getaran menunjukkan bahwa dampaknya tidak terbatas pada Bengkulu Utara, melainkan menjangkau beberapa daerah lain yang berada di sekitarnya. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Mukomuko, dan Seluma. Penyebaran laporan ini memperlihatkan bahwa getaran dapat dirasakan pada area yang cukup luas, meskipun setiap daerah memiliki jarak dan kondisi geografis yang berbeda.

Di Kota Bengkulu, getaran turut masuk dalam wilayah yang melaporkan gempa tersebut. Sebagai pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan, dan layanan masyarakat di provinsi itu, penyebutan Kota Bengkulu menjadi bagian penting dari gambaran sebaran guncangan. Bengkulu Tengah juga tercatat merasakan getaran, sehingga cakupan laporan mencakup wilayah yang berdekatan dengan kawasan pesisir maupun area daratan di provinsi tersebut. Data itu menegaskan bahwa kejadian gempa tidak hanya berkaitan dengan satu kabupaten.

Mukomuko menjadi wilayah lain yang turut merasakan guncangan. Daerah ini berada di bagian utara Provinsi Bengkulu dan termasuk dalam cakupan wilayah yang disebutkan dalam laporan gempa. Seluma juga tercatat mengalami getaran, memperluas sebaran informasi hingga bagian selatan provinsi. Dengan demikian, wilayah yang merasakan gempa mencakup daerah di bagian utara, tengah, dan selatan Bengkulu, selain Kota Bengkulu sebagai wilayah perkotaan.

Cakupan tersebut memberikan gambaran mengenai luasnya wilayah yang merasakan getaran gempa pada kejadian ini. Informasi yang tersedia berfokus pada daerah-daerah yang melaporkan adanya guncangan, tanpa memuat keterangan tambahan mengenai tingkat getaran di masing-masing lokasi. Penyebutan setiap wilayah membantu masyarakat memahami bahwa gempa dirasakan secara regional, bukan hanya di area yang paling dekat dengan sumbernya.

Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) digunakan untuk menggambarkan tingkat getaran gempa yang dirasakan di suatu wilayah. Skala ini berfokus pada pengalaman masyarakat dan kondisi getaran yang teramati, bukan semata-mata pada kekuatan gempa yang tercatat oleh instrumen. Karena itu, satu kejadian gempa dapat dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah lokasi, bergantung pada jarak dari sumber gempa, kondisi tanah, serta posisi bangunan.

Dalam peristiwa gempa yang berpusat di laut Bengkulu Utara ini, getaran di sejumlah wilayah tercatat berada pada level MMI III. Tingkat tersebut menggambarkan getaran yang terasa nyata, terutama bagi orang yang berada di dalam rumah. Sensasi yang muncul dapat berupa guncangan ringan atau gerakan yang dirasakan selama gempa berlangsung.

Pada level MMI III, getaran juga dapat dirasakan seperti truk sedang melintas di sekitar rumah. Perumpamaan tersebut digunakan untuk membantu menjelaskan karakter getaran yang dialami masyarakat secara lebih mudah. Penggunaan skala MMI memungkinkan laporan mengenai gempa disampaikan berdasarkan tingkat getaran yang benar-benar dirasakan di lokasi tertentu.

Dengan demikian, keterangan MMI III menunjukkan bahwa getaran gempa dirasakan secara nyata di dalam rumah dan memiliki sensasi yang menyerupai truk sedang melintas. Penilaian ini menjadi gambaran intensitas getaran di wilayah-wilayah yang merasakan gempa tersebut, sesuai dengan pengalaman yang dilaporkan dan pengamatan terkait kejadian.