Jakarta | Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyoroti perjuangan dan pengorbanan para pemain Timnas Indonesia yang diangkat dalam film dokumenter The Longest Wait. Ia menyampaikan pandangannya setelah menghadiri gala premiere film tersebut di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Bagi Erick, kisah yang ditampilkan memberi ruang bagi penonton untuk melihat perjalanan tim nasional dari sudut yang lebih dekat, bukan semata-mata melalui hasil pertandingan. Di balik penampilan di lapangan, para pemain menjalani proses panjang, menghadapi tekanan, dan mencurahkan tenaga demi menjalankan tugas ketika mengenakan seragam Indonesia.
Erick menilai dokumenter itu tidak hanya membawa pesan PSSI tentang sepak bola nasional. Film tersebut juga menampilkan kehidupan pribadi para pemain, termasuk sisi manusiawi yang kerap luput dari perhatian publik. Mereka bukan hanya atlet yang dinilai berdasarkan kemenangan, kekalahan, atau performa dalam sebuah laga, melainkan individu dengan keluarga, perasaan, dan tantangan masing-masing. Dengan memperlihatkan sisi itu, The Longest Wait mengajak penonton memahami bahwa perjalanan membela tim nasional melibatkan lebih banyak hal daripada persiapan teknis. Ada pilihan, pengorbanan, serta ketekunan yang menyertai para pemain dalam upaya memenuhi tanggung jawab mereka.
Menurut Erick, gambaran tersebut penting karena para pemain membutuhkan dukungan agar dapat menjalankan tanggung jawab saat membela Indonesia. Dukungan itu tidak berhenti pada sorak-sorai ketika tim meraih hasil baik; pemahaman terhadap beban dan perjuangan mereka juga menjadi bagian penting. Film ini, dalam pandangannya, dapat membantu membuka percakapan mengenai bagaimana pemain menjalani tugas di tengah tuntutan kompetisi dan perhatian masyarakat. Pengalaman pribadi yang ditampilkan memberi konteks pada dedikasi mereka, sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan tim nasional tidak hanya bertumpu pada kemampuan di lapangan. Ada manusia dan dukungan di sekelilingnya yang turut membentuk perjalanan panjang tersebut.
Erick Thohir menilai perjalanan setiap pemain Timnas Indonesia memiliki cerita perjuangan dan pengorbanan masing-masing. Di balik penampilan di lapangan, ada pengalaman personal yang tidak selalu terlihat oleh publik. Karena itu, memahami perjalanan seorang pemain juga berarti melihat bagaimana ia menghadapi masa sulit, serta siapa yang tetap hadir untuk memberikan dukungan. Pandangan ini menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari perjalanan karier pemain, bukan sekadar pihak yang menyaksikan dari jauh.
Salah satu kisah yang menjadi perhatian Erick adalah perjalanan Yakob Sayuri. Ia menyoroti bahwa Yakob pernah melakukan kesalahan dan kemudian menghadapi tekanan. Erick tidak merinci bentuk kesalahan maupun tekanan tersebut, sehingga yang menjadi sorotan adalah bagaimana Yakob menjalani keadaan sulit itu. Dalam situasi seperti ini, seorang pemain dapat membutuhkan dukungan yang membuatnya mampu bertahan dan melanjutkan perjalanan, meskipun tantangan yang dihadapi tidak mudah.
Di tengah keadaan tersebut, istri Yakob tetap teguh mendukungnya. Bagi Erick, sikap itu menunjukkan arti kehadiran keluarga saat seorang pemain berada dalam masa berat. Dukungan dari orang terdekat dapat menjadi penguat, terutama ketika pemain harus menghadapi konsekuensi dari kesalahan dan tekanan yang menyertainya. Perhatian seperti ini mungkin tidak tampak dalam pertandingan, tetapi dapat berperan dalam membantu pemain melewati fase sulit dalam kehidupan profesionalnya.
Kisah Yakob juga mengingatkan bahwa perjalanan pemain tidak hanya ditentukan oleh hasil di lapangan. Ada proses untuk menghadapi kesulitan, menjaga keteguhan, dan kembali melangkah, sementara dukungan keluarga turut menyertai proses tersebut. Erick menekankan pentingnya melihat pemain sebagai individu yang memiliki perjuangan dan pengorbanan sendiri. Dalam konteks itu, dukungan keluarga menjadi salah satu unsur penting yang membantu pemain melewati masa sulit dan meneruskan karier. Bagi Yakob, dukungan istrinya yang tetap teguh menjadi contoh nyata peran orang terdekat ketika seorang pemain menghadapi tekanan. Kisah ini memperlihatkan bahwa perhatian kepada keluarga dan perjalanan personal dapat memberi gambaran lebih utuh tentang perjuangan di balik sepak bola nasional.Erick Thohir mengaku terkesan dengan perjalanan Beckham Putra hingga akhirnya menembus Timnas Indonesia. Bagi Erick, pencapaian tersebut tidak semata-mata menggambarkan kemampuan seorang pemain di lapangan, tetapi juga menunjukkan adanya proses panjang sebelum kesempatan membela tim nasional datang. Perjalanan itu menjadi bagian penting dari kisah Beckham sebagai gelandang Persib Bandung yang berhasil mencapai salah satu tujuan besar dalam karier sepak bolanya.
Erick juga menyoroti peran orang tua Beckham dalam perjalanan tersebut. Ia menilai keberhasilan sang pemain turut melibatkan pengorbanan besar dari keluarga, khususnya kedua orang tuanya. Penilaian itu mengingatkan bahwa perkembangan seorang atlet tidak selalu berlangsung sebagai usaha individual. Dukungan dari lingkungan terdekat dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pemain, meski bentuknya tidak selalu terlihat oleh publik.
Pengakuan Erick memberi gambaran mengenai sisi lain dari pencapaian Beckham. Sorotan terhadap pemain yang masuk tim nasional biasanya berpusat pada penampilan, kemampuan, dan kesempatan yang diperoleh. Namun, di balik perkembangan tersebut, keluarga juga dapat berperan dalam mendukung perjalanan yang dijalani seorang atlet. Dalam kasus Beckham, Erick secara khusus mengaitkan pencapaiannya dengan pengorbanan orang tua, tanpa merinci bentuk pengorbanan tersebut.
Kisah ini menjadi contoh lain bahwa perjalanan pemain Timnas Indonesia dapat melibatkan dukungan keluarga di samping usaha dan proses yang dijalani di dunia sepak bola. Pengakuan atas peran orang tua juga memperluas cara melihat keberhasilan seorang pemain: bukan hanya sebagai hasil dari apa yang terjadi di lapangan, melainkan sebagai pencapaian yang tumbuh melalui dukungan orang-orang terdekat. Bagi Beckham Putra, keberhasilan menembus tim nasional merupakan tonggak penting dalam kariernya, sementara apresiasi Erick menegaskan bahwa perjalanan menuju titik tersebut turut melibatkan keluarganya.
Erick Thohir turut menyoroti kontribusi Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Keduanya menjadi bagian dari upaya tim nasional menghadapi berbagai agenda dan tantangan di lapangan. Peran pemain, menurut Erick, tidak hanya terlihat dari penampilan saat pertandingan, tetapi juga dari kesediaan mereka untuk terus berjuang dan memberikan kemampuan terbaik bagi bangsa. Kontribusi tersebut melengkapi kerja bersama banyak pihak yang mendukung perkembangan sepak bola nasional.
Apresiasi juga disampaikan kepada para pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri, termasuk Jay Idzes, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk. Mereka harus menjalani kewajiban bersama klub masing-masing sekaligus memenuhi panggilan tim nasional. Situasi ini menuntut pengaturan waktu dan tenaga secara cermat, terutama ketika jadwal pertandingan berlangsung padat. Para pemain perlu menyesuaikan diri dengan agenda klub, perjalanan antarkota atau antarnegara, sesi latihan, serta persiapan untuk membela Indonesia.
Tantangan itu tidak berhenti pada urusan perjalanan dan jadwal. Perubahan lingkungan, tuntutan performa, dan kebutuhan untuk menjaga kondisi fisik juga menjadi bagian dari keseharian pemain yang merumput di luar negeri. Di tengah rangkaian kewajiban tersebut, mereka tetap diharapkan hadir dan siap ketika tim nasional membutuhkan. Erick menilai komitmen seperti ini bukan hal yang mudah, sebab pemain harus menjaga keseimbangan tanggung jawab profesional di klub dan tugas mewakili negara. Namun, para pemain menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Mereka tetap berusaha memberikan kontribusi, meski waktu pemulihan dan kesempatan untuk beristirahat dapat terbatas. Sikap tersebut menunjukkan kesediaan untuk mengemban tanggung jawab dalam dua lingkungan kompetisi yang berbeda. Erick juga menekankan kebanggaan mereka menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
Baca juga: Panduan Perjalanan dari Malang ke Pacitan






