Jakarta | Presiden RI Prabowo Subianto melantik sembilan pejabat negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis sore, 15 Oktober 2026. Dari sembilan pejabat yang dilantik, enam merupakan jenderal militer. Pelantikan tersebut menjadi peristiwa utama dalam rangkaian penataan pejabat pemerintahan pada masa Kabinet Merah Putih. Keterangan mengenai acara ini menempatkan para pejabat yang baru dilantik dalam satu agenda resmi, dengan Prabowo memimpin langsung prosesi di Istana. Jumlah pejabat yang dilantik dan latar belakang enam di antaranya menjadi pokok informasi yang menandai pelantikan kali ini, tanpa mengubah fakta bahwa keseluruhan pejabat berjumlah sembilan orang.
Agenda itu berlangsung dalam konteks perombakan Kabinet Merah Putih. Sumber menyebut perombakan ketujuh kabinet tersebut berlangsung pada 1 Oktober 2026, sekitar dua pekan sebelum pelantikan di Istana. Dengan demikian, pelantikan pada 15 Oktober berlangsung setelah perombakan yang disebut sebagai langkah ketujuh dalam rangkaian perubahan kabinet. Kedua tanggal tersebut memberi konteks waktu bagi pembaca: perubahan kabinet terjadi lebih dahulu, kemudian Presiden melantik sembilan pejabat negara. Informasi yang tersedia tidak menjelaskan bahwa seluruh sembilan posisi merupakan bagian dari perombakan pada 1 Oktober, sehingga hubungan yang dapat ditegaskan terbatas pada konteks umum penataan kabinet.
Enam jenderal militer di sembilan pejabat merupakan bagian penting dari komposisi pelantikan, sementara tiga pejabat lainnya tidak disebutkan sebagai jenderal dalam keterangan tersebut. Fokus peristiwa ini adalah pelantikan dan susunan jumlah pejabat berdasarkan latar belakang militernya. Tanpa keterangan lebih lanjut mengenai nama, jabatan, atau alasan penunjukan masing-masing, uraian ini tidak menambahkan rincian yang belum tersedia. Begitu pula, tidak ada dasar dalam informasi yang diberikan untuk menyimpulkan tujuan khusus ataupun dampak pelantikan terhadap kebijakan pemerintahan. Fakta yang dapat disampaikan tetap terbatas pada pelaksanaan pelantikan oleh Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada 15 Oktober dan konteks perombakan kabinet sebelumnya.
Perubahan penting dalam susunan pimpinan TNI menyangkut peralihan jabatan di lingkungan Angkatan Darat dan tingkat markas besar. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang sebelumnya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), ditetapkan untuk mengisi posisi Wakil Panglima TNI. Perpindahan ini menempatkannya pada jabatan yang berada di tingkat komando bersama, setelah sebelumnya memimpin matra darat.
Posisi KSAD selanjutnya dipercayakan kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Sebelum penunjukan tersebut, Tandyo menjabat sebagai Wakil Panglima TNI. Dengan demikian, terjadi pertukaran peran di dua pejabat itu: Maruli beralih dari pimpinan Angkatan Darat ke posisi wakil panglima, sedangkan Tandyo bergerak dari jabatan wakil panglima untuk memimpin Angkatan Darat. Susunan baru ini menjadi bagian dari pergantian sejumlah pejabat setelah pelantikan Prabowo.
Dalam membaca informasi mengenai penugasan Maruli, terdapat keterangan tambahan yang perlu dibedakan dari uraian perpindahan jabatan tersebut. Daftar ringkas dalam bahan juga menyebut bahwa Maruli dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Penyebutan itu disampaikan sebagai informasi tersendiri dalam bahan, sementara uraian perubahan jabatan TNI menyatakan Maruli berpindah dari KSAD menjadi Wakil Panglima TNI.
Karena terdapat dua penyebutan mengenai jabatan Maruli, keduanya sebaiknya disajikan dengan atribusi yang jelas dan tidak dilebur menjadi satu klaim yang seolah-olah identik. Keterangan tentang posisi Wakil Panglima TNI menjelaskan perubahan dalam struktur pimpinan TNI, sedangkan keterangan mengenai badan pengelola perbatasan dan daerah terpencil berasal dari daftar ringkas yang sama-sama tersedia. Pembedaan ini membantu pembaca memahami isi bahan secara akurat, tanpa menghapus salah satu informasi atau menarik kesimpulan yang tidak dinyatakan. Adapun penunjukan Tandyo sebagai KSAD menunjukkan susunan baru pada pucuk kepemimpinan Angkatan Darat dalam rangkaian perubahan tersebut.
Sejumlah perwira tinggi TNI memperoleh penugasan baru pada bidang pertahanan dan lembaga negara setelah pelantikan Presiden Prabowo. Perubahan tersebut mencakup dua posisi Wakil Menteri Pertahanan, pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta jabatan wakil kepala lembaga yang menangani gambut dan mangrove. Penempatan ini membawa pengalaman para jenderal ke sejumlah bidang pemerintahan dengan tanggung jawab berbeda.
Marsekal TNI Yusuf Jauhari ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertahanan yang menangani logistik, industri pertahanan, dan teknologi. Sebelum mendapatkan jabatan tersebut, ia menjabat Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan. Latar tugas itu berkaitan erat dengan salah satu bidang yang kini menjadi tanggung jawabnya, yakni pengelolaan kebutuhan logistik pertahanan. Dalam posisi wakil menteri, lingkup kerjanya juga meliputi pengembangan industri pertahanan dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung kebutuhan pertahanan nasional.
Jabatan Wakil Menteri Pertahanan lainnya diisi Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon. Ia mendapat bidang strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan. Sebelumnya, Richard menjabat Kepala Staf Umum TNI. Penugasan barunya menempatkan pengalaman tersebut dalam pembahasan arah strategis dan doktrin pertahanan, sekaligus pembangunan kekuatan. Kedua wakil menteri itu memiliki pembagian tanggung jawab yang berbeda, tetapi sama-sama bertugas mendukung agenda Kementerian Pertahanan.
Di luar kementerian, Letjen Kristomei Sianturi ditunjuk sebagai Kepala BNPB, menggantikan Letjen Suharyanto. Kristomei sebelumnya merupakan Pangdam XXI/Radin Inten. Pergantian pimpinan tersebut menempatkannya pada lembaga yang menangani penanggulangan bencana di tingkat nasional. Sementara itu, Mayjen Sriyanto ditetapkan sebagai Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional. Sebelum penunjukan itu, ia menjabat Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten. Pengangkatan Kristomei dan Sriyanto memperluas penugasan perwira tinggi TNI ke lembaga negara di luar struktur pertahanan. Secara keseluruhan, empat penempatan ini memperlihatkan ragam peran baru, mulai dari kebijakan pertahanan dan pengembangan teknologi hingga penanganan bencana serta pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove.
Selain enam jenderal TNI yang mengisi jabatan baru, pelantikan setelah Prabowo menjadi presiden juga mencakup tiga pejabat lain. Ketiganya berasal dari bidang dan posisi yang berbeda, tetapi sama-sama tercatat sebagai bagian dari kelompok pejabat yang dilantik dalam agenda tersebut. Dengan demikian, jumlah keseluruhan pejabat yang dilantik dalam cakupan ini adalah sembilan orang.
Satyawan Pudyatmoko dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional. Nama dan jabatan tersebut menjadi salah satu dari tiga penunjukan nonjenderal yang melengkapi daftar pelantikan. Dalam susunan yang diberitakan, Satyawan mengisi posisi kepala badan, sementara dua pejabat lainnya memperoleh jabatan wakil menteri di kementerian yang berbeda.
Rektor IPB Alim Setiawan dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian. Penunjukan Alim disebut bersama dengan pelantikan Satyawan dan Maulana Bungaran, sehingga ketiganya dapat dipahami sebagai bagian dari satu rangkaian pengangkatan. Informasi yang tersedia mencantumkan jabatan yang diberikan kepada Alim, tanpa merinci hal lain mengenai penugasan tersebut.
Adapun advokat Maulana Bungaran dilantik sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pencantuman profesinya mengidentifikasi Maulana dalam daftar pejabat yang dilantik, sedangkan jabatan barunya menempatkannya sebagai wakil menteri di kementerian tersebut. Tidak ada rincian tambahan mengenai tanggung jawab khusus atau pertimbangan penunjukannya yang disertakan dalam informasi ini.
Ketiga nama itu melengkapi cakupan pelantikan yang juga melibatkan enam jenderal TNI. Penyebutan mereka penting agar gambaran jumlah pejabat tidak terbatas pada kelompok jenderal saja. Secara keseluruhan, ada sembilan pejabat yang dilantik: enam jenderal TNI serta Satyawan Pudyatmoko, Alim Setiawan, dan Maulana Bungaran. Rincian yang dapat ditegaskan dalam bagian ini adalah nama dan jabatan baru masing-masing dari tiga pejabat tersebut, serta posisi mereka sebagai bagian dari total sembilan orang yang dilantik.
Baca juga: Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri Keuangan RI | Suahasil Nazara Dapat Arahan Khusus dari Prabowo untuk Jaga Kesehatan APBN | Penggeledahan Besar-Besaran KPK di Universitas Jenderal Soedirman Terkait Kasus Korupsi






