Kabupaten Malang | Arema FC mengalahkan Dewa United dengan skor 4-0 dalam lanjutan pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Minggu. Hasil ini memastikan tuan rumah meraih kemenangan meyakinkan di hadapan pendukungnya sekaligus mengamankan tiga poin dari laga kandang tersebut. Empat gol tanpa balas menjadi penentu hasil akhir, dengan Arema menutup pertandingan sebagai pemenang. Sementara itu, Dewa United harus menerima kekalahan dalam lawatan ke Kanjuruhan. Perbedaan skor yang cukup lebar menegaskan hasil akhir pertandingan, tanpa mengubah fakta utama bahwa Arema berhasil membawa kemenangan di kandang pada pekan ketujuh kompetisi.
Kemenangan ini menambah nilai penting bagi Arema dalam perjalanan mereka di BRI Super League musim 2026/2027. Bermain di Stadion Kanjuruhan memberi klub asal Malang itu kesempatan meraih poin di hadapan publik sendiri, dan kesempatan tersebut berakhir dengan hasil maksimal. Tiga poin menjadi ganjaran bagi Arema setelah menuntaskan pertandingan dengan keunggulan empat gol. Bagi Dewa United, laga tandang ini berakhir tanpa poin setelah gagal menyamakan atau membalikkan keadaan pada hasil akhir. Skor 4-0 juga memberi gambaran jelas mengenai hasil pertandingan, sementara rincian jalannya gol maupun pencetak gol tidak menjadi bagian dari informasi yang tersedia. Karena itu, hasilnya dapat disampaikan secara langsung: Arema menang atas Dewa United dalam pertandingan pekan ketujuh.
Laga di Kanjuruhan menjadi salah satu pertandingan pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Dengan meraih tiga poin, Arema memperoleh hasil positif dari pertandingan kandang, sedangkan Dewa United pulang dengan kekalahan. Hasil tersebut menempatkan kemenangan Arema sebagai inti kabar dari pertemuan kedua tim pada Minggu. Keunggulan empat gol tanpa balas memastikan tidak ada gol Dewa United yang mengubah skor, dan pertandingan berakhir dengan Arema sebagai pihak yang unggul. Kemenangan di kandang ini menjadi capaian yang jelas bagi tim tuan rumah dalam kompetisi yang sedang berlangsung. Dengan demikian, skor akhir 4-0 merangkum hasil laga: Arema FC menundukkan Dewa United di Stadion Kanjuruhan dan mengamankan tiga poin pada lanjutan pekan ketujuh liga.
Laga Arema FC dan Dewa United dimulai dengan tempo yang cukup terbuka. Kedua tim berusaha mengambil inisiatif, mengalirkan bola ke depan, dan mencari celah di wilayah pertahanan lawan. Situasi tersebut membuat pertandingan sejak menit-menit awal berlangsung dinamis, tetapi belum menghasilkan banyak peluang bersih. Setiap kali salah satu tim mencoba membangun serangan, lawan segera merapatkan barisan dan menutup ruang yang tersedia. Arema maupun Dewa United tampak berhati-hati dalam menentukan langkah terakhir, sehingga upaya menyerang kerap terhenti sebelum mencapai area berbahaya. Meski demikian, permainan terbuka itu menunjukkan bahwa kedua kesebelasan tidak hanya menunggu, melainkan siap memanfaatkan kesempatan ketika penguasaan bola berhasil direbut.
Di tengah upaya saling menekan, pertahanan masing-masing tim menjadi unsur penting yang menjaga skor tetap imbang. Para pemain bertahan Arema sigap membaca arah umpan dan mengantisipasi pergerakan pemain Dewa United, sementara lini belakang tim tamu juga mampu merespons serangan tuan rumah. Ruang di lini tidak selalu mudah dimanfaatkan, karena pemain yang kehilangan bola segera berusaha kembali ke posisi. Keadaan ini membuat kedua tim perlu mengolah bola dengan cermat sebelum menembus pertahanan lawan. Namun, seiring berjalannya babak pertama, Arema mulai mengubah pendekatannya. Tuan rumah meningkatkan tekanan kepada pemain Dewa United yang sedang menguasai bola, terutama ketika mereka mencoba memulai serangan dari area sendiri. Intensitas pressing tersebut membuat opsi umpan menjadi lebih terbatas dan mengganggu ketenangan lawan.
Tekanan Arema berdampak pada transisi permainan Dewa United. Tim tamu tidak leluasa beralih cepat dari bertahan ke menyerang, sebab pemain yang menerima bola segera menghadapi gangguan dan harus mengambil keputusan dalam waktu singkat. Alur serangan balik yang diharapkan pun lebih sulit dibangun dengan rapi. Arema, sebaliknya, memperoleh kesempatan untuk mempertahankan tekanan dan kembali menguasai bola di area yang lebih menguntungkan. Upaya itu akhirnya berbuah gol pada menit ke-29. Gabriel Silva mengirimkan umpan yang dapat dimanfaatkan Careca, lalu penyerang Arema tersebut menuntaskannya dengan sepakan placing. Bola meluncur melewati jangkauan penjaga gawang dan membawa tuan rumah unggul. Gol tersebut menjadi hasil konkret dari peningkatan intensitas permainan Arema, sekaligus memperlihatkan bagaimana tekanan terhadap penguasaan bola lawan dapat membuka jalan menuju peluang menentukan. Setelah tertinggal, Dewa United harus mencari cara untuk keluar dari tekanan dan menyusun respons tanpa mengabaikan kewaspadaan di lini belakang.
Selepas turun minum, Arema FC tampil dengan intensitas serangan yang meningkat. Tim tuan rumah lebih aktif menekan pertahanan Dewa United dan berusaha menguasai ruang di sekitar kotak penalti. Perubahan tempo itu membuat Arema mampu menciptakan sejumlah peluang tambahan, sekaligus menjaga lawan tetap sibuk meredam ancaman. Dewa United berupaya merapatkan barisan, tetapi tekanan Arema terus berlanjut.
Keunggulan Arema bertambah pada menit ke-52 melalui Careca. Penyerang tersebut menyambut umpan dengan sundulan yang mengarah ke gawang dan mencatat gol keduanya dalam pertandingan. Kiper Dewa United, Sonny Stevens, sempat menepis bola, tetapi usahanya tidak cukup untuk mencegah bola melewati garis gawang. Gol itu mengubah skor menjadi 2-0 dan memberi tuan rumah dorongan untuk terus menyerang.
Arema tidak mengendurkan tekanan setelah memperlebar jarak. Beberapa peluang lain muncul dari pergerakan pemain di sisi lapangan dan kombinasi menuju area pertahanan lawan. Dewa United mencoba merespons dengan menjaga kedalaman pertahanan, namun Arema tetap mampu menemukan celah untuk mengirim bola ke depan. Rangkaian serangan tersebut menjaga kendali permainan berada di pihak tuan rumah dan menciptakan ancaman berulang bagi pertahanan tim tamu.
Pada menit ke-65, Samuel Otusanya turut mencatatkan namanya di papan skor. Ia menuntaskan umpan silang Marcos Vinicius dengan penyelesaian yang membawa Arema semakin jauh unggul. Gol tersebut memperlihatkan efektivitas serangan Arema setelah jeda, ketika tekanan dari berbagai sisi menghasilkan peluang yang dapat dikonversi menjadi gol. Careca menyumbang dua gol, sementara Otusanya menambahkan satu gol melalui umpan silang Vinicius. Dengan demikian, kontribusi kedua pemain menjadi bagian penting dari bertambahnya keunggulan Arema dalam pertandingan ini, setelah tuan rumah meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua.
Arema FC menutup rangkaian golnya pada masa tambahan waktu dengan gol keempat yang dicetak Juliam Guevara. Momen tersebut terjadi pada menit ke-90+5, ketika laga memasuki penghujung waktu yang tersedia. Guevara memaksimalkan tendangan bebas Gustavo Franca dan mengubah skor menjadi 4-0. Gol itu menjadi penanda terakhir dalam catatan skor pertandingan ini, sekaligus memastikan hasil akhir kemenangan Arema FC atas Dewa United dengan selisih empat gol.
Proses gol keempat berawal dari tendangan bebas yang diambil Gustavo Franca. Bola dari Franca dimaksimalkan oleh Guevara untuk menghasilkan gol pada menit ke-90+5. Dengan demikian, kontribusi kedua pemain tercatat dalam momen penutup tersebut: Franca sebagai pengirim bola dari situasi bola mati, dan Guevara sebagai pencetak gol. Waktu terciptanya gol juga menegaskan bahwa perubahan skor terjadi pada masa tambahan waktu, setelah waktu normal mencapai menit ke-90.
Skor 4-0 mencerminkan hasil akhir yang tercatat setelah gol Guevara.
Baca juga: Koops TNI Habema Amankan Kampung Balamai atas, Pangkoops: Ketegasan untuk Melindungi Masyarakat dan Menjaga Ruang Damai | Tim Gabungan Amankan Senjata dan Amunisi dalam Kegiatan di Done Balogo | Persija Jakarta Raih Tiga Kemenangan Beruntun, Catatan Baru di Liga Super Indonesia
20 kunjungan





