Jakarta | Mulai November 2026, Airbnb akan membatasi jenis pekerjaan yang boleh diminta pemilik properti kepada tamu sebelum mereka check-out. Host tidak boleh mewajibkan tamu menyelesaikan tugas yang membutuhkan waktu atau usaha berarti sebagai syarat meninggalkan akomodasi. Perubahan ini menegaskan bahwa tanggung jawab utama menjaga kebersihan dan menyiapkan tempat untuk penghuni berikutnya berada pada pihak yang mengelola properti, bukan dibebankan kepada tamu pada akhir masa inap.
Aturan tersebut mencakup pekerjaan yang secara umum merupakan bagian dari tugas petugas kebersihan. Karena itu, tamu tidak semestinya diminta melakukan rangkaian pekerjaan besar sebelum pergi, seperti membersihkan seluruh ruangan atau mengerjakan tugas rumah tangga yang memerlukan tenaga dan waktu substansial. Airbnb ingin mencegah situasi ketika daftar instruksi checkout terasa seperti kewajiban kerja tambahan, terutama setelah tamu telah membayar biaya terkait penginapan dan mengikuti ketentuan reservasi.
Namun, kebijakan ini tidak berarti host kehilangan hak untuk menyampaikan permintaan yang wajar. Instruksi sederhana yang membantu menjaga properti tetap tertib masih dapat disampaikan, selama tidak berubah menjadi pekerjaan berat atau mengambil alih tugas kebersihan profesional. Airbnb menyatakan pendekatan tersebut berlaku secara umum untuk properti yang ditawarkan melalui platformnya. Dengan demikian, perubahan ini bukan aturan yang dinyatakan khusus berlaku karena sebuah peristiwa di Indonesia, melainkan kebijakan platform yang ditujukan untuk pengalaman pengguna di berbagai lokasi. Tamu tetap perlu membaca aturan rumah dan panduan checkout, sementara host sebaiknya meninjau instruksinya agar jelas, proporsional, dan sesuai dengan batas baru sebelum kebijakan berlaku.
Mulai November 2026, kebijakan Airbnb membatasi jenis pekerjaan bersih-bersih yang dapat diminta kepada tamu sebelum mereka meninggalkan akomodasi. Perubahan ini menegaskan bahwa tugas tertentu tidak seharusnya dialihkan kepada orang yang menyewa tempat, terutama ketika pekerjaan tersebut menambah beban setelah masa inap berakhir. Di contoh yang disebutkan, tuan rumah tidak boleh mewajibkan tamu mencuci piring atau melepas seprai. Kedua pekerjaan itu menjadi bagian penting dari batasan baru yang perlu dipahami oleh pengguna maupun pemilik properti.
Larangan mencuci piring berarti tuan rumah tidak dapat menjadikan pekerjaan tersebut sebagai syarat rutin saat tamu bersiap untuk check-out. Demikian pula, tamu tidak boleh diwajibkan menarik seprai dari tempat tidur sebagai tugas sebelum pergi. Kebijakan ini tidak berarti tamu dilarang membantu atau menjaga kebersihan selama menginap; yang dibatasi adalah kewajiban yang dibebankan kepada tamu sebagai bagian dari proses meninggalkan penginapan. Airbnb juga mencantumkan mencuci pakaian dalam jumlah yang tidak wajar sebagai contoh tuntutan yang tidak semestinya diberikan kepada tamu. Penekanan pada jumlah yang tidak wajar penting: contoh tersebut mengacu pada beban mencuci yang berlebihan, bukan izin untuk menambahkan berbagai tugas lain ke dalam daftar larangan.
Aturan tersebut tetap membedakan pekerjaan yang memberatkan dari permintaan ringan. Tuan rumah masih boleh meminta tamu mengumpulkan handuk bekas sebelum check-out. Permintaan ini lebih terbatas dan tidak sama dengan mewajibkan tamu mencuci handuk atau menangani seprai. Dengan demikian, tamu dan tuan rumah dapat membedakan instruksi sederhana untuk merapikan barang bekas dari pekerjaan yang secara jelas termasuk contoh larangan, seperti mencuci piring, melepas seprai, dan mencuci pakaian dalam jumlah yang tidak wajar. Memahami perbedaan ini dapat membantu kedua pihak menyusun ekspektasi yang wajar untuk akhir masa inap. Tuan rumah sebaiknya memastikan instruksi check-out tetap singkat dan tidak meminta pekerjaan yang termasuk dalam batasan kebijakan. Bagi tamu, contoh-contoh tersebut memberikan gambaran mengenai tugas yang tidak boleh dijadikan kewajiban saat meninggalkan akomodasi, sementara pengumpulan handuk bekas tetap merupakan permintaan yang diperbolehkan.
Dalam kebijakan baru yang dijadwalkan berlaku pada November 2026, Airbnb mengarahkan host untuk menetapkan tugas bersih-bersih melalui pilihan yang lebih terstruktur. Host diharapkan memilih aturan dari tujuh aturan standar yang disediakan untuk propertinya. Dengan demikian, instruksi dasar sebelum tamu meninggalkan penginapan dapat disampaikan secara jelas dan konsisten, alih-alih membebankan daftar pekerjaan yang panjang atau tidak terduga.
Kerangka tujuh aturan tersebut menjadi pilihan utama untuk menjelaskan apa yang perlu dilakukan tamu saat check-out. Host dapat memilih aturan yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan properti, bukan menganggap bahwa seluruh tamu harus menjalankan setiap tugas yang mungkin diminta. Penetapan aturan standar ini membantu tamu memahami kewajiban mereka sejak awal, sekaligus memberi host acuan untuk menyampaikan harapan terkait kondisi rumah setelah masa menginap berakhir.
Selain memilih aturan standar, host masih dapat menambahkan catatan lanjutan sebagai permintaan. Catatan itu dapat memberi konteks atau menjelaskan kebutuhan tertentu yang tidak sepenuhnya tercakup dalam pilihan standar. Namun, keberadaan ruang untuk catatan tambahan tidak berarti host dapat mengubah aturan menjadi daftar pekerjaan tanpa batas. Permintaan tetap perlu disampaikan dengan jelas dan berkaitan dengan kebutuhan properti, sehingga tamu dapat mengetahui apa yang diharapkan sebelum memesan atau selama menginap.
Salah satu contoh pengecualian yang tetap diperbolehkan berkaitan dengan pembuangan sampah. Tamu dapat diminta menaruh sampah di wadah khusus yang tidak dapat dijangkau binatang. Ketentuan semacam ini dapat relevan untuk properti yang berada di dekat populasi beruang, ketika penyimpanan sampah dengan aman menjadi pertimbangan lokasi. Contoh tersebut menunjukkan bahwa kebijakan masih menyediakan ruang bagi permintaan khusus yang sesuai dengan kondisi setempat. Artinya, aturan standar tidak menghapus kebutuhan untuk menangani keadaan nyata di sekitar properti, tetapi contoh ini tidak dengan sendirinya menetapkan pengecualian lain.
Bagi host, langkah pentingnya adalah memilih instruksi standar yang relevan, lalu memakai catatan tambahan secara terbatas untuk menerangkan kebutuhan lokasi yang spesifik. Bagi tamu, membaca instruksi sebelum keberangkatan akan membantu memastikan bahwa permintaan yang berlaku dipahami dengan baik dan tidak disalahartikan sebagai tugas bersih-bersih yang lebih luas.
Mulai 20 November 2026, Airbnb akan membatasi cara host menyampaikan aturan checkout dan permintaan terkait kebersihan kepada tamu. Ketentuan tersebut harus dicantumkan pada bagian khusus di halaman daftar sewa, sehingga calon tamu dapat melihatnya sebelum memesan. Dengan penempatan yang terpusat, informasi mengenai pekerjaan yang diharapkan saat meninggalkan properti akan lebih mudah ditemukan dan dipahami sejak awal, bukan baru diketahui menjelang atau pada saat checkout.
Setelah kebijakan berlaku, host tidak lagi diperbolehkan menyampaikan instruksi checkout melalui pesan kepada tamu, tanda atau catatan yang dipasang di dalam properti, maupun secara langsung. Artinya, permintaan seperti membuang sampah, mencuci piring, melepas seprai, atau melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya perlu dicantumkan di bagian yang telah ditentukan dalam daftar sewa. Aturan ini juga membatasi penyampaian instruksi di luar kanal resmi, sekalipun permintaan tersebut disampaikan sebagai pengingat atau ditempelkan di lokasi yang mudah terlihat.
Perubahan ini diharapkan membuat kewajiban tamu lebih transparan dan mengurangi kejutan setelah mereka tiba atau saat hendak pergi. Tamu dapat mempertimbangkan tuntutan checkout ketika membandingkan akomodasi dan memutuskan apakah sebuah properti sesuai dengan kebutuhan mereka. Pada saat yang sama, host tetap dapat menyampaikan aturan yang berlaku, tetapi harus melakukannya dengan cara yang ditetapkan platform. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai diterapkan pada 20 November 2026, sehingga host perlu meninjau kembali deskripsi dan pengaturan daftar sewa sebelum tanggal itu.
Salah satu harapan yang dikaitkan dengan kebijakan baru ini adalah mengakhiri pengumuman bernada pasif-agresif yang selama ini ditempelkan di sejumlah properti sewaan.
Baca juga: Job Fair Jakarta Pusat 2026: Peluang Kerja Menarik Bagi Semua






