Kota Metro Ada | Agus Muhammad Septiana, S.IP., M.H., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Ada yang menarik dari perbincangan saya dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada kunjungan pelaksanaan revitalisasi sekolah di SD Negeri 5 Metro Timur dan SMP 9 Metro pada tanggal 8 Oktober 2026 yang lalu. Pembentukan karakter melalui program MBG berlandaskan pada sejumlah kerangka teoritis pendidikan dan psikologi perkembangan: 1.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Metro Dr. Agus Muhammad Septiana, S.IP., M.H. Yaitu betapa pentingnya pendidikan karakter ditanamkan kepada siswa SD dan SMP sebagai bekal untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks di tengah arus informasi global yang tanpa filter dan tanpa batas. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa salah satu sarana untuk menanamkan Pendidikan karakter kepada siswa adalah melalui program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program unggulan presiden Prabowo. Dalam perbincangan santai kami, beliau menyampaikan bahwa melalui MBG, siswa-siswi kita bisa diajarkan tentang tanggung jawab, sikap toleran, disiplin dan saling menghormati.
Di Kota Metro, pelaksanaan MBG dirancang secara sistematis agar tidak berhenti pada pencapaian indikator kecukupan gizi, melainkan diintegrasikan ke dalam ekosistem pembiasaan positif di sekolah untuk membentuk perilaku siswa yang toleran, disiplin, bertanggung jawab, saling menghormati, serta terbiasa menggunakan tiga kata ajaib (three magic words): terima kasih, silakan, dan mohon maaf. Lebih lanjut Prof Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pendidikan tidak semata-mata berfokus pada pencapaian akademik dan transfer pengetahuan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter, moral, dan etika peserta didik. Di tengah dinamika zaman dan tantangan globalisasi, penguatan pendidikan karakter menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi emas Indonesia yang unggul secara intelektual sekaligus matang secara emosional dan sosial. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan secara nasional bukan sekadar intervensi fisik untuk pemenuhan nutrisi dan peningkatan kesehatan peserta didik. Lebih dari itu, ruang makan dan momen makan bersama di sekolah dapat bertransformasi menjadi "laboratorium sosial" yang sangat efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter. Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory) – Albert Bandura Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News







