Unhan Kirim 1.509 Kadet ke Sekolah Rakyat untuk Dampingi Siswa

Unhan Kirim 1.509 Kadet ke Sekolah Rakyat untuk Dampingi Siswa

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Sebanyak 1.509 personel yang terlibat dalam pengabdian ini terdiri dari 1.188 kadet Unhan, 74 perwira siswa kedokteran, 182 pendamping organik, 24 koordinator wilayah, dan 41 pimpinan. Sebanyak 1.509 kadet Universitas Pertahanan (Unhan) RI dikirim melakukan pengabdian di 181 Sekolah Rakyat.

Keterangan yang tercatat menyebut Dibutuhkan empati dan kerja dengan hati," ujar Gus Ipul. Inilah yang kami harapkan bisa ditularkan dari kadet Unhan kepada siswa Sekolah Rakyat," jelas Gus Ipul. Karena yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita membentuk karakter bangsa Indonesia," kata Dony.

Data lain dalam laporan menunjukkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto secara resmi melepas keberangkatan ribuan kadet Unhan dalam upacara di lapangan Skadron Udara 18 Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026). Dengan mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya, pada hari ini, Jumat, 9 Oktober 2026 Pukul 08.00 WIB, pengabdian Kadet Unhan RI ke Sekolah Rakyat dengan resmi diberangkatkan," kata Gus Ipul sebagai inspektur upacara. Jadwal dan Materi Kegiatan Pengabdian Kadet Unhan Kegiatan pengabdian kadet Unhan di 181 Sekolah Rakyat akan berlangsung mulai 9 hingga 27 Oktober 2026. Mereka memperagakan metode pembelajaran lewat nyanyian dan permainan peran (role play) yang mengedukasi siswa tentang pentingnya sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Upacara pelepasan para kadet Unhan turut dimeriahkan atraksi baris-berbaris para pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Jakarta.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Mereka akan menjalankan tugas selama dua pekan untuk membantu penguatan karakter dan kedisiplinan siswa. Di depan para kadet, Gus Ipul menjelaskan bahwa murid-murid Sekolah Rakyat memerlukan pendampingan yang didasari empati. Tak sedikit anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tersebut yang butuh dukungan agar lebih cepat beradaptasi dengan aktivitas di sekolah berasrama. [Mereka] ini adalah siswa-siswa ‘istimewa’ yang membutuhkan pendampingan menyeluruh dan utuh. Oleh karena itu, ia meminta para kadet Unhan tampil menjadi panutan siswa dalam membangun kedisiplinan dan sikap bertanggung jawab.

Selain itu, para kadet diarahkan untuk melakukan pendampingan lewat sejumlah kegiatan pembiasaan yang positif. Kehadiran para kadet tidak untuk menyeragamkan kemampuan mereka. Tetapi satu syarat penting kesuksesan, yaitu kedisiplinan. Disiplin mengikuti jadwal dan disiplin untuk memperkuat tanggung jawab," tambahnya. Melanjutkan arahannya, Gus Ipul menegaskan kegiatan pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat merupakan upaya membentuk kebiasaan positif di kalangan siswa. Maka itu, tidak ada perploncoan di dalamnya. Kebiasaan yang dibentuk pun disesuaikan dengan kemampuan, usia, dan jenjang pendidikan peserta didik. Dia sekaligus meminta seluruh pihak untuk mencegah terjadinya perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi di Sekolah Rakyat. Gus Ipul tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan dan Unhan atas dukungan dalam program pengabdian ini. Ia berharap kedatangan ribuan kadet di Sekolah Rakyat dapat membantu memperkuat kedisiplinan para siswa. Saya berharap kepada para kadet sekalian memanfaatkan waktu selama dua minggu dengan baik, dampingi siswa Sekolah Rakyat dengan penuh empati dan junjung kesetaraan dalam pendidikan. Karena siswa sekolah rakyat butuh keteladanan, role model, bimbingan nyata di tengah-tengah mereka. Saya mengucapkan terima kasih [kepada] jajaran Kemenhan dan Unhan," tutup Gus Ipul. Peluang Bagi Kadet Unhan Menimba Pengalaman Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto menyatakan program pengabdian ini merupakan kesempatan bagi para kadet untuk menimba pengalaman baru. Selain itu, lanjutnya, para kadet sekaligus dapat menerapkan pengetahuan yang sudah didapatkan di Unhan, khususnya terkait pembinaan karakter, kedisiplinan, nasionalisme, dan bela negara. Ia meminta para kadet membagikan pengetahuan tersebut sekaligus memberikan teladan kepada murid-murid Sekolah Rakyat. Ajarkanlah apa yang sudah kalian dapatkan di Unhan kepada mereka agar mereka paling tidak memiliki karakter, mempunyai akhlak mulia. Jadi ini suatu hal yang sangat luar biasa kalian mendapatkan kesempatan yang sangat baik untuk mengabdikan kepada masyarakat," imbuhnya. Wamenhan juga mengimbau para kadet meniatkan pengabdian itu sebagai ibadah karena kegiatan ini dapat memberi manfaat besar dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan di Sekolah Rakyat. Kalian adalah salah satu aktor yang ikut berperan dalam memutus rantai kemiskinan dan rantai permasalahan sosial yang ada di Indonesia," ujarnya. Dalam pelaksanaan program pengadian itu, mereka akan mengajarkan materi kedisiplinan, kepemimpinan, Pancasila, bela negara, pembinaan jasmani, hingga kepramukaan. Bersama para kadet, para siswa juga akan belajar seni budaya, STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), serta sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Melalui program ini, para kadet diharapkan mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan sikap tanggung jawab di kalangan murid SD, SMP, hingga SMA Sekolah Rakyat. Setelah upacara pelepasan selesai, para pejabat yang hadir turut menyaksikan demonstrasi Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD) oleh para kadet Unhan. Pejabat yang hadir lain Mensos Gus Ipul, Wamensos Agus Jabo Priyono, Wamenhan Donny Ermawan Taufanto, Rektor Unhan Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, dan Kepala LPPN Unhan Mayjen TNI Dr. Dalam demonstrasi tersebut, dua kadet mencontohkan tata cara merapikan tempat tidur, melipat selimut, dan menata pakaian di dalam lemari. Aktivitas itu akan diajarkan kepada para siswa agar terbiasa hidup tertib, rapi, dan mandiri. Tiga kadet juga sempat menunjukkan simulasi mengajar di kelas. Setelah melakukan pemeriksaan kerapian, mereka menunjukkan variasi gerakan yang kompak dan atraktif. Penampilan itu langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin. Setelah seluruh rangkaian acara berakhir, para kadet segera diberangkatkan menuju lokasi pengabdian di berbagai Sekolah Rakyat melalui jalur udara dan darat. Hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin, Inspektur Jenderal Dody Sukmono, jajaran Staf Khusus Mensos dan Staf Ahli Mensos serta pejabat tinggi pratama Kemensos. Kemudian Inspektur 1 Inspektorat Jenderal Kemenhan Brigjen TNI Heru Purwanto, Kepala Badan Cadangan Nasional Letjen TNI Gabriel Lema, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kemenhan. Dari Unhan RI, hadir Wakil Rektor I Mayjen TNI Priyanto, Wakil Rektor II Marsda TNI Yusran Lubis, Wakil Rektor III Mayjen TNI Totok Imam S., dan Wakil Rektor IV Laksda TNI Buddy Suseto, beserta jajaran pimpinan fakultas dan pejabat Unhan. Hadir pula Asisten Operasi Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, serta sejumlah perwakilan dan pejabat TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, termasuk Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman.