Tidore Kepulauan – Komandan Kodim 1505/Tidore Letkol Inf Wahyu Widya Sasono menghadiri acara Dzikir dan Doa Bersama dalam rangka menutup akhir tahun 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026, yang digelar di Kawasan Pantai Tugulufa, Kota Tidore Kepulauan dengan mengusung tema “Ukhuwah sebagai Spirit Berkolaborasi Menuju Tidore Kepulauan yang Madani dalam Refleksi Jang Foloi”, Kamis malam (25/12/2025).
Kegiatan religius tersebut dihadiri oleh Wali Kota Tidore Kepulauan, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta diikuti oleh ribuan masyarakat Kota Tidore Kepulauan dari berbagai lapisan.
Acara diawali dengan dzikir dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta kedamaian bagi masyarakat dan daerah Kota Tidore Kepulauan dalam memasuki tahun yang baru. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi akhir tahun yang sarat dengan nilai spiritual dan kearifan lokal Jang Foloi, sebagai pengingat untuk terus memperkuat persaudaraan dan kebersamaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Dennis Lim. Dalam tausiyahnya, Ustadz Dennis Lim mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan pergantian tahun sebagai sarana introspeksi diri guna membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berakhlak.
Dandim 1505/Tidore Letkol Inf Wahyu Widya Sasono menyampaikan bahwa kegiatan dzikir dan doa bersama ini merupakan wujud nyata kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban wilayah.
“Tema ukhuwah ini sangat relevan sebagai spirit berkolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam mewujudkan Tidore Kepulauan yang madani, aman, dan sejahtera. Kodim 1505/Tidore siap mendukung setiap upaya positif demi menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Dandim.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kota Tidore Kepulauan dapat menyambut Tahun Baru 2026 dengan penuh optimisme, semangat kebersamaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari, pungkas Letkol Wahyu.***











